Pemberian kartu merah yang sangat kocak terjadi di lapangan hijau

Pemberian kartu merah yang sangat kocak terjadi di lapangan hijau

Pemberian kartu merah yang sangat kocak terjadi di lapangan hijau, Kartu merah merupakan hal yang paling dihindari para pemain sepak bola saat beraksi di lapangan hijau. Wasit akan mengeluarkan ‘kartu sakti’ tersebut ketika terjadi kesalahan fatal yang dilakukan pemain, atau akumulasi dari kartu kuning yang sudah diterimanya di beberapa laga sebelumnya. Meskipun demikian, tetap saja ada catatan pemberian kartu merah yang terbilang aneh dan nggak masuk akal sepanjang sejarah persepakbolaan dunia. Cek di sini, yuk

Josip Simunic
Dalam perhelatan Piala Dunia tahun 2006 lalu, wasit Graham Poll mengeluarkan kartu merah paling konyol yang pernah ada. Saat laga Kroasia melawan Australia, Josip Simunicmendapatkan kartu merah setelah kartu kuning ketiganya. Padahal, seharusnya kartu merah ini diperoleh saat ia menerima kartu kuning keduanya. Kelalaian sang wasit menyebabkan pemain tersebut tetap melenggang santai hingga kartu kuning ketiganya keluar.

Zinedine Zidane
Masih dalam ajang yang sama, inilah salah satu kartu merah paling legendaris yang pernah ada sepanjang sejarah dunia. Saat laga final Piala Dunia 2006 yang mempertemukan Perancis dan Italia, Zidane terpaksa harus meninggalkan timnya setelah menanduk Marco Materazzi. Insiden ini sendiri kabarnya dipicu oleh Materazzi yang menghina keluarga Ziadane saat pertandingan berlangsung.

Pemberian kartu merah yang sangat kocak terjadi di lapangan hijau

Samuel Inkoom
Saat laga antara Dnipro VS Kaparty pada 2011 lalu, Samuel Inkoom mendapatkan kartu merah dari wasit. Wasit mengeluarkan kartunya saat bek tersebut akan keluar lapangan dan digantikan oleh rekannya. Penyebab kartu merah ini adalah karena pemain asal Ghana tersbeut sudah membuka jersey-nya ketika masih berjalan menuju pinggir lapangan.

Javier Mascherano
Kejadian ini mungkin bisa dikatakan menjadi kartu merah paling konyol yang dialami oleh Javier Mascherano. Kala itu adalah laga pertandingan antara Argentina VS Ekuador dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Amerika Selatan. Wasit asal Paraguay, Enrique Careces, mengeluarkan kartu merahnya karena pemain tersebut menendang pengemudi mobil medis saat diangkut keluar lapangan.

Kieran Gibbs
Kartu merah konyol kali ini menimpa Kieran Gibbs saat pertandingan antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge. Wasit Andre Marriner mengeluarkan kartu merah pada pemain tersebut padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun. Ternyata, sang wasit salah mengidentifikasi pemain yang mengira Gibbs adalah Alex Oxlade-Chamberlain karena menahan bola dengan tangannya saat menghalau tendangan Eden Hazard.

Steven Gerrard
Pada pertandingan MU VS Liverpool, Gerrard sepertinya sedang mendapatkan sial, Dia baru saja masuk sebagai pemain pengganti selama 38 detik dan langsung mendapatkan kartu merah. Tentu saja hal ini menjadi pukulan bagi fans Liverpool karena kapten legendaris itu terpaksa angkat kaki dari lapangan hijau.

 

Kerja keras Chelsea berbuah manis, Conte berbahagia

Kerja keras Chelsea berbuah manis, Conte berbahagia

Kerja keras Chelsea berbuah manis, Conte berbahagia, Pelatih Antonio Conte berhasil memetik kemenangan pertama sebagai manajer Chelsea.

Tim berjulukan The Blues menuai kemenangan pada laga kedua pramusim atas Wolfsberger AC dengan skor 3-0 di Stadion Worthersee, Rabu (20/7/2016) atau Kamis dini hari WIB.

Kesan pertama Conte sebagai manajer Chelsea tidak membuahkan hasil positif. Klub yang bermarkas di Stamford Bridge mengalami kekalahan 0-2 melawan Rapid Wina di laga persahabatan di Stadion Allianz akhir pekan lalu.

Conte akhirnya bisa mendapatkan kesan bagus saat Chelsea sukses menuai kemenangan di laga pramusim kedua melawan klub asal Austria tersebut.

Tampil dengan kombinasi pemain utama dan lapis kedua, The Blues mendapatkan perlawan cukup ketat di babak pertama.

Chelsea mendapatkan peluang bagus pertama saat pertandingan berlangsung 12 menit. Victor Moses berhasil mendapatkan ruang melepaskan tembakan kaki kakan dari dalam kotak penalti ke arah tiang jauh. Namun, upayanya tersebut masih digagalkan tiang gawang.

 

Kerja keras Chelsea berbuah manis, Conte berbahagia

 

Upaya mencetak gol Chelsea baru membuahkan hasil pada menit ke-41. Berawal dari umpan silang mendatar Willian, Bertrand Traore melakukan serobotan sambil menjatuhkan diri yang berujung gol. Chelsea pun unggul 1-0 di babak pertama.

Di babak kedua, Chelsea tampil lebih agresif. Kali ini Diego Costa dkk menunjukkan dominasi dan daya serang lebih besar dari Wolfsberger.

Wolfsberger yang lebih mengandalkan serangan balik hanya sesekali memberikan tekanan ke lini pertahan Chelsea.

Meski tampil dominan, Chelsea terlihat tetap kesulitan menggandakan keunggulan. Mereka baru bisa memecahkan kebuntuan di lini pertahanan Wolfsberger saat waktu normal

Pada menit ke-84, Ruben Loftus-Cheek membobol gawang Wolfsberger dengan menanduk bola memanfaatkan umpan silang yang dilepaskan Willian.

Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 2-0,Chelsea malah kembali bisa menambah satu gol tepat menit ke-90.

Nathaniel Chalobah mencetak gol pemasti kemenangan 3-0 Chelsea atas Wolfsberger usai melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti dengan melewati dua pemain. 

Kerja keras Chelsea berbuah manis, Conte berbahagia

Munir dan Samper memperpanjang kontrak di Barcelona

Munir dan Samper memperpanjang kontrak di Barcelona

Munir dan Samper memperpanjang kontrak di Barcelona, Barcelona pada Selasa (19/7/2016) waktu setempat resmi memperpanjang durasi kontrak dua pemain muda, Munir El Haddadi (20) dan Sergi Samper (21).

Kedua pemain tersebut sama-sama menerima perpanjangan kontrak hingga 30 Juni 2019.

Perbedaannya terdapat pada klausul penjualan. Samper dipatok harga minimum seharga 50 juta euro, sedangkan Munir lebih besar, 60 juta euro.

Munir dan Samper merupakan pemain jebolan La Masia dan masuk dalam tim inti El Barca dalam beberapa musim terakhir.

Munir menjadi pelapis dari trio penyerang Barca yakni Lionel Messi, Neymar, dan Luis Suarez, pada musim 2015-2016. Pemain kelahiran Madrid tersebut mengemas 9 gol pada musim lalu.

 

Munir dan Samper memperpanjang kontrak di Barcelona

 

Sementara itu, Samper sudah bergabung dengan Barca sejak berusia 6 tahun. Namun, dia kesulitan mendapatkan tempat di tim utama meskipun sudah membela tim senior sejak 2014.

Samper lebih banyak bermain untuk Barca B dan menjadi kapten tim tersebut pada musim lalu.

 

Dan ada juga berita tentang Neymar tidak dimungkiri merupakan salah satu “raja” di lapangan sepak bola. Dengan kemampuan mengolah bola, bintang Barcelona tersebut mampu menaklukkan bek-bek tangguh dan mencetak gol spektakuler.

Namun, Neymar terbilang “payah” saat bermain game yang “berbau” sepak bola. Baru-baru ini, pemilik Facebook Mark Zuckerberg menatang Neymar bermain soccer emoji yang ada di aplikasi Messenger.

Permainan ini terlihat mudah tetapi sulit dilakukan karena membutuhkan konsetrasi tinggi. Si pengguna hanya menggunakan satu jempol untuk memencet bola yang muncul. Jika meleset, maka permainan akan berakhir.

Zuckerberg beberapa kali terlihat gagal. Namun akhirnya, dia berhasil mengoleksi 37 angka.

Neymar kemudian menerima tantangan dari bos Facebook tersebut. “Saya menerima tantangan Anda. Terima kasih atas undangannya. Mari kita lihat apakah saya bisa melampui Anda,” kata Neymar.

Hasilnya? Neymar gagal. Dia hanya mampu mengoleksi 29 angka. “Mark, sayangnya saya tidak bisa mengalahkan rekor Anda. Selamat atas kemenangan Anda,” tutur Neymar.

Neymar kemudian menantang pebalap Lewis Hamilton untuk bermain soccer emoji.

Jika Anda ingin mencoba melebihi skor Neymar, memunculkan game ini cukup mudah.

Untuk memainkannya, pengguna Facebook cukup memilih emoji bola di Messenger. Setelah terkirim, klik gambar bola itu dan mainkan game tersebut.

 

Persela Lamongan tunduk pada Arema

Persela Lamongan tunduk pada Arema

Persela Lamongan tunduk pada Arema, 2-0 pada lanjutan Kejuaraan Sepak Bola Torabika (TSC) 2016. Raihan tiga angka dalam laga di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin (18/7/2016), membuat Arema kembali ke puncak klasemen sementara dengan koleksi 23 poin.

Kondisi ini bertolak belakang dengan Persela. Hasil negatif di markas sendiri membuat Laskar Joko Tingkir menghuni dasar klasemen dengan raupan enam poin.

Laga ini berjalan alot sejak peluit sepak mula ditiup oleh wasit Abdul Rahman Saleh. Namun, Arema berhasil mengancam gawang Persela lewat sepakan keras Ahmad Nufiandani pada menit ke-15.

Tersentak, Persela menambah intensitas serangan. Hasilnya, hanya berselang empat menit Kurnia Meiga harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari tendangan keras Herman Dzumafo pada menit ke-26 dan Zulvin Zamrun pada menit ke-30.

Bermain tandang, Arema terbukti lebih agresif menyerang. Tetapi, peluang yang dihasilkan Cristian Gonzales Cs masih gagal dikonversi menjadi gol. Alhasil, papan skor 0-0 tidak berubah hingga paruh pertama usai.

Pada babak kedua, Arema berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-65 lewat akselerasi pemain pengganti, Sunarto.

Persela Lamongan tunduk pada Arema

Pada menit ke-83, Arema menutup kemenangan lewat sepakanfirst time Cristan Gonzales setelah mendapat umpan manja dari Antoni Putro.

Pada laga lain, Perseru Serui sukses mengalahkan PS TNI dengan skor 2-1 di Stadion Marora, Serui, Senin (18/7/2016) sore. Dua gol kemenangan Cendrawasih Jingga, julukan Perseru, dicetak oleh Yoksan Ama pada menit ke-42 dan 85, sedangkan gol hiburan The Army, julukan PS TNI, diciptakan oleh Manahati Lestusen pada menit ke-89.

Kemenangan tersebut membuat posisi Perseru melesat ke ranking 12 klasemen sementara TSC dengan 12 poin. Apes buat PS TNI, karena kekalahan ini membuat posisi mereka tetap di urutan ke-18 dengan raihan enam poin. (Segaf Abdullah)

Persela Lamongan 0-2 Arema Cronus

Perseru Serui 2-1 PS TNI

Susunan Pemain

Persela (4-2-3-1): 1-Choirul Huda, 3-Samsul Arifin (36-Edy Gunawan 75′), 87-Kristian Adelmund, 5-Taufiq Kasrun 12-Muhammad Zainal Haq; 44-Tamsil Sijaya, 8-Jose Galan; 32-Victor Pae (2-Zainal Arifin 53′), 9-Zulvin Zamrun, 22-Dendi Sulistyawan, 99-Herman Dzumafo

Pelatih: Sutan Harharah

Arema (4-2-3-1): 1-Kurnia Meiga, 7-Beny Wahyudi, 16-Goran Ganchev, 23-Hamka Hamzah, 87-Ahmad Alfarizi; 77-Juan Revi (4-Syaiful Indra Cahya 68′), 94-Ferry Aman Saragih (9-Gustavo Giron 80′); 8-Raphael Maitimo, 88-Antoni Putro Nugroho, 99-Ahmad Nufiandani (15-Sunarto 34′), 10-Cristian Gonzales

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan,UEFA merilis daftar pemain yang akan bersaing untuk jadi Pemain Terbaik di Eropa 2015-16. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Antoine Griezmann termasuk di dalamnya.

Daftar itu didasarkan dari pilihan jurnalis dari ke-55 anggota asosiasi UEFA yang memilih lima pemain terbaik versi mereka; posisi pertama mendapat lima poin, posisi kedua empat poin, dan seterusnya.

Pada prosesnya terpilih 10 pemain dengan perolehan poin paling banyak.UEFA.com menyebut mereka akan memasuki fase pemilihan kedua, yang bakal menentukan tiga finalis pada 5 Agustus mendatang.

Pemenang kemudian akan ditentukan oleh pilihan juri, dengan pengumuman tersebut dilakukan pada pengundian fase grup Liga Champions di Monacoo pada 25 Agustus mendatang.

 

Daftar pemain terbaik di Eropa, nomor 5 dan 9 rival bebuyutan

Penghargaan Pemain Terbaik di Eropa ini sendiri diberikan kepada para pesepakbola yang bermain untuk klub Eropa dan dikategorikan tampil paling jempolan pada musim sebelumnya.

Musim lalu penghargaan itu disabet oleh Lionel Messi dari Barcelona. Itu merupakan kali kedua ia meraih penghargaan tersebut.

Selain Messi ada pula nama-nama Cristiano Ronaldo, Franck Ribery, dan Andres Iniesta yang pernah menyandang penghargaan itu sejak diciptakan UEFA 2011 lalu.

Berikut 10 kandidat untuk musim 2015-16 (menurut susunan alfabetis):
Gareth Bale (Real Madrid & Wales)
Gianluigi Buffon (Juventus & Italia)
Antoine Griezmann (Atlético Madrid & Prancis)
Toni Kroos (Real Madrid & Jerman)
Lionel Messi (Barcelona & Argentina)
Thomas Müller (Bayern Munich & Jerman)
Manuel Neuer (Bayern Munich & Jerman)
Pepe (Real Madrid & Portugal)
Cristiano Ronaldo (Real Madrid & Portugal)
Luis Suárez (Barcelona & Uruguay)

Secara keseluruhan, ada 37 pemain yang menjaring suara dalam pemilihan awal; mereka yang tidak masuk daftar nominator 10 besar adalah sebagai berikut sesuai posisi finisnya:
11 Riyad Mahrez (Leicester & Aljazair)
12 Jamie Vardy (Leicester & Inggris)
13 Dimitri Payet (West Ham & Prancis)
14 Jérôme Boateng (Bayern Munich & Jerman)
15 Arturo Vidal (Bayern Munich & Chile)
16 Luka Modri (Real Madrid & Kroasia)
17 N’Golo Kanté (Leicester & Prancis)
18 Zlatan Ibrahimovi (Paris Saint-Germain/Manchester United & Sweden)
19= Eden Hazard (Chelsea & Belgia)
19= Andrés Iniesta (Barcelona & Spanyol)
19= Neymar (Barcelona & Brasil)
19= Renato Sanches (Benfica/Bayern Munich & Portugal)
23 Robert Lewandowski (Bayern Munich & Polandia)
24 Gonzalo Higuaín (Napoli & Argentina)
25= Giorgio Chiellini (Juventus & Italia)
25= Diego Godin (Atlético Madrid & Uruguay)
25= Will Grigg (Wigan & Irlandia Utara)
25= Hugo Lloris (Tottenham & Prancis)
25= Paul Pogba (Juventus & Prancis)
30= Toby Alderweireld (Tottenham & Belgia)
30= Pierre-Emerick Aubameyang (Borussia Dortmund & Gabon)
30= Kevin De Bruyne (Manchester City & Belgia)
30= Kevin Gameiro (Sevilla & Prancis)
30= Grzegorz Krychowiak (Sevilla/Paris Saint-Germain & Polandia)
30= Blaise Matuidi (Paris Saint-Germain & Prancis)
30= Georges-Kévin N’Koudou (Marseille & Prancis)
30= Jan Oblak (Atlético Madrid & Slovenia)

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike akibat logo tiga bintang yang dipasang di jersey-nya. Bianconeri pun dituntut membayar sejumlah ganti rugi.

Permasalahan hukum antara Nike dengan Juventus terkait dengan penolakan perusahaan aparel asal Amerika Serikat itu untuk memasang logo tiga bintang pada tahun 2012 lalu. Ketika itu Juventus memenangi Scudetto untuk kali ke-30, namun otoritas Liga Italia menegaskan mereka baru punya 28 titel lantaran dua yang diraih pada 2004/2005 dan 2005/2006 dicoret karena kasusCalciopoli.

Juventus terlibat masalah hukum dengan Nike

Sebagai ganti tiga bintang, Nike dan Juventus sepakat menambahkan teks ’30 di atas lapangan” pada sisi bawah logo klub di dada kiri jersey. Tapi Nike kemudian menemukan kalau Juventus melanggar kesepakatan tersebut dan telah menjual jersey serta merchandise dengan logo tiga bintang.

Pada Minggu (16/7/2016) kemarin di Italia beredar kabar kalau pengadilan telah menyatakan Juventus bersalah. Sebagai konsekuensinya mereka diwajibkan membayar denda sebesar 2 juta euro, jauh lebih rendah dari yang sebelumnya sempat diminta Nike yakni 50 juta Euro.

Nike merasa pihak Juventus sudah gagal mematuhi kesepakatan bersama dan tidak memiliki niatan baik atas kerjasama yang dijalin.

Pihak Juventus kemudian mengeluarkan pernyataan resmi soal kasus tersebut. Mereka tidak membantah pemberitaan yang berkembang, namun menyangkal jumlah uang denda yang diwajibkan oleh pengadilan. Berikut poin-poin pernyataan Juventus, dikutip dari situs resmi mereka:

– Jumlah uang yang harus dibayarkan jauh di bawah dua juta euro

– Jumlah uang tersebut tidak ada kaitannya dengan (kalimat) ’30 di atas lapangan’, yang menghasilkan keuntungan komersial untuk Nike sebagaimana diketahui oleh pengadilan arbitrasi.

– Juventus masih memegang semua hak, termasuk banding yang diajukan ke pengadilan arbitrasi.

Juventus saat ini sudah tidak lagi disponsori Nike. Dalam dua musim terakhir mereka beralih dapat dukungan dari Adidas. Terlepas dari dua gelar yang dicabut, mereka kini sudah mengumpulkan 30 titel Serie A.

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman, Bintang Barcelona Lionel Messi kemungkinan batal tampil pada laga amal di Turki. Messi membatalkan penerbangan ke Turki pada hari Sabtu (16/7/2016) pagi akibat adanya kudeta militer di negara tersebut.

Messi bersama sejumlah pesepakbola ternama seperti Eden Hazard, Luis Suarez, Andres Iniesta, Neymar, Jay Jay Okocha hingga Diego Maradona seharusnya tampil pada laga amal di Antalya pada hari Sabtu ini.

Laga amal tersebut digagas mantan penyerang Barcelona Samuel Eto’o dengan mempertemukan tim Bintang Dunia melawan Bintang Turki. Penghasilan dari pertandingan ini akan dipakai untuk yayasan amal milik Eto’o.

Namun situasi yang tidak jelas di Turki akibat kudeta militer pada Jumat malam membuat Messi dan Iniesta kemungkinan membatalkan kehadirannya.

Messi dan Iniesta batal tampil, Arda dan Puyol dalam posisi aman

Barcelona mengumumkan Messi dan Iniesta masih berada di Spanyol pada Sabtu pagi. Padahal keduanya seharusnya sudah terbang ke Turki.

Beberapa pemain dan eks pemain Barcelona sudah berada di Turki seperti Arda Turan, Carles Puyol, Deco dan Erick Abidal. Untungnya mereka semua tidak menjadi korban kudeta militer yang menewaskan 42 orang.

“Messi dan Iniesta masih berada di Spanyol. Turan, Puyol, Deco dan Abidal berada jauh dari lokasi berbahaya dan sudah menghubungi klub,” demikian rilis resmi Barcelona.

Status laga amal yang digagas Eto’o sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum jelas. Media Spanyol Marca menduga laga tersebut akan dibatalkan.

Belum jelas apakah pertandingan amal yang direncanakan, yang akan berlangsung pada Sabtu di Antalya, kira-kira 500 kilometer dari Istanbul, akan masih dilangsungkan atau tidak.

“Pertandingan ini didukung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan bisa disaksikan oleh 33.00 penonton,” demikian tulis pernyataan resmi Eto’o, pekan lalu.

Akan tetapi, kudeta militer di Turki bisa mengacaukan jadwal tersebut. Dilansir dari Foxsports, Messi telah membatalkan penerbangannya ke Turki lantaran adanya kudeta terhadap pemerintah tersebut.

Kondisi saat ini di Turki memang tengah tak menentu. Upaya kudeta dari pihak militer direspons negatif oleh rakyat Turki. Mereka turun ke jalan untuk melakukan protes.

Kejadian tersebut memang berpusat di Istanbul. Namun, bisa saja berimbas pada laga amal yang digagas Samuel Eto’o.

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi, belakangan ini publik seakan lupa dengan pencapaian-pencapaian hebat Messi itu. Kini, Messi lebih banyak dibicarakan akibat hal-hal negatifnya. Saking hebohnya,Sportskeeda melansir lima masalah yang kini membelit pemain berjulukan La Pulga alias “Si Kutu” itu.

1. Pajak
Sejatinya, permasalahan pajak sudah menimpa Messi selama beberapa tahun terakhir. Ia dan ayahnya, Jorge Horacio Messi, dituduh melakukan penipuan pajak di Spanyol dengan nilai mencapai 4 juta euro (sekitar Rp 61 miliar) antara 2007-2009.

Pihak berwenang menuduh mereka menggunakan perlindungan pajak di Belize dan Uruguay untuk menyembunyikan penghasilan mereka dari penjualan hak citra diri Messi. Bukti yang dibawa ke persidangan antara lain kontrak Messi dengan Banco Sabadell, Danone, Adidas, Pepsi-Cola, Procter and Gamble, dan Kuwait Food Company.

Akibatnya, Messi pun dijatuhi vonis hukuman 21 bulan penjara dan diwajibkan membayar denda 2 juta euro. Messi bisa lolos dari kurungan penjara jika mengajukan banding atas putusan pengadilan.

2. Bungkam Saat Bermasalah
Sejak kasus pajaknya kembali menyeruak, Messi belum sekali pun bicara di hadapan media. Ia mengambil sikap puasa bicara sambil menunjukkan sikap polosnya. Messi menyerahkan kewajibannya untuk memberikan keterangan kepada tim pengacaranya.

Ternyata, sikap puasa bicara itu membuat Messi banjir dukungan. Barca menjadi pihak yang paling menentang hal tersebut dan menyebut keputusan Pengadilan Spanyol sebagai serangan pribadi. Uniknya adalah alasan Barca melakukan pembelaan habis-habisan untuk Messi.

Beberapa hal yang berdampak negatif bagi Messi

3. Selalu Gagal di Timnas
Bicara mengenai prestasi Messi di Barca dan Argentina ibarat langit dan bumi. Ia adalah pemain yang bertabur prestasi kala berseragam Blaugrana. Sudah banyak gelar dan penghargaan yang didapat Messi berkat penampilannya di atas rumput hijau.

Namun, berbanding terbalik saat melihat perjalanan Messi bersama Argentina. Hingga kini, belum ada prestasi yang bisa diraih Messi bersama La Albiceleste. Padahal, pemain berusia 29 tahun itu sudah empat kali menjalani laga final dengan Argentina.

Kesempatan pertama didapat di Copa America 2007. Saat itu, Messi yang tampil sejak awal harus melihat Argentina kalah 0-3 dari Brasil. Kesempatan kedua didapat di Piala Dunia 2014. Meski melaju hingga final, Messi harus menerima kenyataan Argentina takluk 0-1 dari Jerman.

Dua kesempatan terakhir didapat Messi di Copa America 2015 dan 2016. Sialnya, kali ini Argentina harus kalah dari lawan yang sama dan lewat adu penalti pula, yakni Chile. Ironisnya, Messi menjadi salah satu eksekutor penalti yang gagal mencetak gol kala babak tos-tosan di final Copa America 2016.

4. Pensiun Cepat dari Timnas
Seakan lari dari masalah, Messi malah memutuskan pensiun seusai kegagalan Argentina di final CopaAmerica 2016. Seusai laga, Messi langsung memberikan pernyataan, “”Tim nasional berakhir untuk saya. Saya memutuskan ini (pensiun) untuk diri saya dan untuk banyak orang yang menginginkan jadi juara. Saya telah mencoba sangat keras, tapi tidak pernah meraihnya (juara).”

Keputusan tersebut mengundang pertanyaan dari banyak pihak. Pasalnya, usia Messi untuk memperkuat Argentina masih sangat produktif. Dan, kemampuan Messi juga masih sangat dibutuhkan Argentina.

Alhasil, banyak pihak yang meminta Messi untuk mengubah keputusannya. Bahkan, masyarakat Argentina beramai-ramai turun ke jalan untuk meminta pensiun urung pensiun. Sebuah surat mengharukan juga dikirimkan seorang guru agar Messi kembali berseragam timnas.

Mengenai hal itu, Messi sama sekali belum memberikan jawaban. Itu karena Messi sedang disibukkan dengan hal lain. Selain kasus pajak, Messi juga sedang menikmati waktu liburan bersama keluarganya di Ibiza.

5. Tidak Modis
Messi dikenal sebagai orang yang tak bisa memililih kostum tepat untuk menghadiri sebuah acara penting. Hal itu merujuk pada pemilihan kostum Messi dalam menghadiri beberapa edisi terakhir acara penerimaan Ballond’Or.

Pada pemilihan Ballon d’Or 2013, Messi mendapat hujatan di media sosial karena kostum merah mencolok yang dikenakannya. Saat para pemain mengenakan tuxedo hitam, Messi justru memilih kostum warna merah seperti gaun yang digunakan penyanyi wanita AS, Beyonce.

Kesalahan serupa juga sempat dilakukan Messi pada pemilihan Ballon d’Or 2012. Kala itu, Saat itu, ia mengenakan jas warna hitam dengan motif polkadot. Sebagian besar ada yang membela, tapi juga tak sedikit yang mengkritik pemilihan setelan tersebut.

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri Mauro Icardi

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri Mauro Icardi

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri  Mauro Icardi, Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini, tidak menghiraukan komentar istri Mauro Icardi, Wanda Nara, terkait ketidaknyamanan suaminya.

Wanda memang aktif bersuara dalam beberapa hari terakhir. Dia menyatakan bahwa Icardi tidak mendapatkan gaji yang sesuai dengan kontribusinya di Inter.

Bahkan, Wanda “membongkar” proposal dari sejumlah klub untuk kapten Inter Milan tersebut, salah satunya adalah Juventus yang notabene rival Inter.

Hanya, Mancini enggan membahas komentar Wanda dan lebih memilih menyoroti kiprah Icardi pada sesi pramusim.

“Dia bekerja keras dalam latihan. Begitu juga semua pemain yang menunjukkan komitmen,” tutur Mancini.

“Apa yang terjadi di luar, saya tidak peduli. Saya tidak membaca surat kabar atau menonton televisi,” kata sang pelatih.

Roberto Mancini cuek dengan komentar istri  Mauro Icardi

Apabila polemik ini berujung hengkangnya Icardi, Inter bakal merasakan kehilangan besar di lini depan. Catatan gol striker asal Argentina itu selalu di atas 15 dalam dua musim terakhir.

Icardi juga merupakan pencetak gol terbanyak Serie A 2014-2015 dengan koleksi 22 gol dari 36 pertandingan.

Sebelumnya Wanda mengatakan bahwa ada tawaran dari klub lain untuk meminang suaminya Icardi.

Wanda mengungkapkan bahwa Juventus telah mengajukan tawaran sekitar 50 juta euro (Rp 727 miliar) untuk memboyong Icardi.

“Orang-orang mencoba membuat saya terlihat seperti seorang yang agen gila. Ada banyak tawaran untuk Icardi, tetapi itu bukan tugas saya untuk bernegosiasi. Peran saya adalah membahas kontrak Icardi,” ujar Wanda kepada Corriere della Sera, Rabu (13/7/2016).

“Pekan lalu, Direktur Olahraga Juventus Fabio Paratici bertemu dengan Piero Ausilio (Direktur Olahraga Inter), dan menawarkan lebih dari 50 juta euro untuk memboyong Icardi,” kata Wanda.

“Kemudian, mereka mengatakan bahwa kabar itu tidak benar. Namun, itulah yang terjadi. Saya tidak berbohong terkait hal tersebut,” ucap model asal Argentina itu.

“Secepatnya saya akan berbicara dengan pemilik klub. Mereka tak ingin menjual Icardi. Dia adalah simbol Inter. Seperti halnya Paul Pogba di Juventus,” tutur Wanda.

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic, Sebelum dikenal sebagai salah satu pemain kontroversial karena berbagai tingkah laku dan perkataannya, Zlatan Ibrahimovic ternyata pernah menjadi seorang remaja yang kikuk.

Hal itu dikisahkan secara gamblang dan menarik dalam bentuk film dokumenter berjudul Becoming Zlatan (Menjadi Zlatan).

Proyek film Becoming Zlatan merupakan hasil karya Magnus Gertten dan Fredrik Gertten, sepasang kakak beradik asal Swedia yang pernah meraih penghargaan dalam bidang perfilman.

Dalam pengerjaannya, Becoming Zlatan menghabiskan waktu selama 17 tahun. Film dokumenter ini akan dirilis oleh Studio Canal dalam bentuk DVD dan digital download pada 15 Agustus 2016.

Film Becoming Zlatan yang menceritakan tentang Ibrahimovic

Becoming Zlatan tentunya akan menjadi film dokumenter yang layak dinantikan oleh para penggemar sepak bola. Pasalnya,Becoming Zlatan akan mengupas habis perjalanan karier Ibrahimovic.

Berdurasi 96 menit, Becoming Zlatan menampilkan sejumlah video Ibrahimovic yang belum pernah beredar sebelumnya, seperti aktivitasnya saat masih mengasah bakat di Malmo, hingga berada di klub sekelas Manchester United.

Pada dasarnya, Becoming Zlatan akan menunjukkan kerja keras Ibrahimovic dalam mencapai cita-citanya menjadi seorang pesepak bola besar di Eropa.

“Banyak orang membuat film tentang kehidupan dan uang saya. Jika subyek filmnya adalah saya, maka saya harus memiliki kontrol penuh,” ucap Ibra kepada media Swedia, Dagens Industri.

“Kami bisa membuat banyak film tentang saya. Seperti Rambo I sampai Rambo V, kami bisa bikin film Ibra-ca-da-bra satu sampai 10,” tutur kapten timnas Swedia tersebut.

Wajar apabila banyak produser yang ingin mengabadikan kisah Ibra ke dalam film. Pasalnya, ia memiliki karier yang unik.

Sejak meninggalkan klub pertamanya, Malmo FF, Ibrahimovic tak pernah gagal meraih gelar bersama tim yang ia bela. Kecuali trofi Liga Champions, Ibra mengantongi 2 titel Eredivisie, 6 scudetto, dan 4 kali juara Ligue 1. (Ade Jayadireja)

Penyerang andalan Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic, memiliki impian menjadi bintang layar lebar. Ia ingin mempunyai film berseri seperti Rambo yang diperankan oleh Sylvester Stallone.