Insiden Aneh yang Bikin Modric Dikartu Kuning Wasit

Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-1 saat bertandang ke Signal Iduna Park menghadapi Borussia Dortmund di fase grup Liga Champions, Rabu dini hari, 27 September 2017.

Tiga gol Madrid dicetak Gareth Bale (18) dan Cristiano Ronaldo (49, 79). Sementara gol hiburan Dortmud dibukukan Pierre Aubameyang di menit 54.

Ada kejadian unik di laga ini. Gelandang El Real, Luca Modric mendapat kartu kuning karena mengukur jarak posisi tendangan bebas pemain Dortmund.

Seperti dilansir Marca, insiden ini terjadi di menit 40. Berawal dari wasit Bjorn Kuipers yang memberikan tendangan bebas kepada Dortmund karena pelanggaran Madrid.

Saat akan dilakukan tendangan bebas oleh pemain Dortmund di depan kotak penalti Madrid, Modric ragu jarak antara pagar hidup dengan titik tendangan bebas, sesuai aturan, yaitu 10 yard (9,15 meter).

Modric pun mencoba mengukur dengan menggunakan langkahnya. Tapi aksinya itu malah berbuah kartu kuning dari wasit karena dia dianggap menunda-nunda laga.

Sementara itu, Modric sendiri tampil apik di laga ini. Dia menyumbang satu assist pada menit 79 yang membantu Ronaldo mencetak gol ketiga Madrid di laga ini.

Gerrard Blak-blakan Soal ‘Kebenciannya’ dengan Coutinho

Legenda Liverpool, Steven Gerrard telah mengakui bahwa dirinya kerap tak nyaman jika harus berlatih dalam sesi game bersama Philippe Coutinho. Hal ini menurutnya disebabkan pemain asal Brazil tersebut “tak mungkin bertahan”.

Coutinho menyumbang gol kedua untuk The Reds usai tendangan bebasnya membobol gawang Leicester City. Liverpool pun menorehkan kemenangan 3-2 pada akhir pekan lalu.

Playmaker incaran Barcelona itu rupanya juga pernah menyisakan cerita unik yang masih begitu diingat oleh Gerrard selama menjadi rekan setimnya di Anfield.

“Dia tak mungkin bermain bertahan, ketika saya biasa berlatih dengannya, saya akan membencinya saat berada di tim lima lawan satu,” ungkap Gerrard dilansir BT Sport.

Menurut pemain yang kini merumput di LA Galaxy itu, menjadi rekan Coutinho dalam sesi game di suasana latihan merupakan sebuah hal yang tak diharapkan.

“Saya tidak akan mendekatinya dan terkadang saya menyuruhnya untuk menjauhkan diri dari saya karena dia bisa mempermalukan Anda,” tambahnya.

“Dia memiliki kesadaran untuk bertahan yang rendah. Tapi dia sangat tajam, sangat cepat dan dia selalu dua atau tiga langkah di depan bek. Dia sangat pintar,” tegas Gerrard.

Morata Buktikan Bahwa Bukan Kepalanya Saja yang ‘Tajam’

Alvaro Morata menjadi bintang lapangan, ketika Chelsea melahap Stoke City 4-0 di Bet365 Stadium, Sabtu 23 September 2017. Mantan bintang Juventus dan Real Madrid itu mencetak hattrick.

Penampilan apik Morata itu seolah menjawab keraguan publik, bahwa dia sanggup menggantikan peran Diego Costa sebagai mesin gol The Blues.

Total, kini Morata sudah membukukan enam gol bersama Chelsea. Semuanya di kancah Premier League.

Di laga melawan Stoke, Morata juga seperti menjawab tantangan dari rekan setimnya, Eden Hazard. Winger asal Belgia itu sebelumnya meminta dia mencetak gol dengan kaki, karena tiga lesakan terdahulu dibuat melalui kepala semua.

“Saya pemain bagus. Saya sudah melihat Morata mencetak gol dengan kepala, sekaran saya ingin dia melakukannya dengan kaki,” kata Hazard beberapa waktu lalu, dikutip Metro.co.uk.

Melawan Stoke, Morata memborong tiga gol yang seluruhnya dibuat dengan tendangan. Dimulai ketika laga baru berjalan dua menit, lalu dia menambahkan di menit 77 dan 82.

Misteri Kartu Merah Mourinho Saat MU Kalahkan Southampton

Jose Mourinho berulah lagi. Dia diusir dari pinggir lapangan pada menit akhir pertandingan Manchester United melawan Southampton di St Mary’s Stadium, Sabtu 23 September 2017.

Pengusiran Mourinho oleh wasit banyak menimbulkan tanda tanya. Apalagi, ketika di minta pergi, The Special One tak menolak sedikit pun.

Metro.co.uk menulis, rupanya alasan pengusiran Mourinho karena dia bertindak konyol, memeluk wasit keempat, setelah mendapat peringatan untuk tidak melewati area teknis manajer.

Mike Jones, dirangkul dari belakang oleh pria asal Portugal itu. Bahkan, dia sempat harus memberontak untuk melepaskan diri dari Mourinho.

Usai terbebas dari Mourinho, Jones lalu melapor kepada wasit Craig Pawson. Dan, setelahnya mantan arsitek Inter Milan dan Real Madrid itu langsung diganjar kartu merah.

Ditanya selepas laga, Mourinho berkilah. Dia mengaku tak tahu apa yang terjadi. “Saya tidak tahu, tanya saja kepada wasit. Dia yang meminta saya meninggalkan bangku cadangan,” katanya.

Diyakini pertimbangan wasit mengusir Mourinho, karena tindakan kepada wasit empat bisa mengganggu laga. Pada pertandingan itu MU menang 1-0. Gol semata wayang dihasilkan bomber Romelu Lukaku.

Dybala Bikin Sejarah di Serie A

Paulo Dybala terus berkibar di awal musim ini. Sabtu 23 September 2017, dia kembali menyumbang gol bagi Juventus kalah menjalani Derby della Mole melawan Torino.

Dua gol dihasilkan penyerang asal Argentina itu. Sedangkan Juventus, menang 4-0 atas Torino yang bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.

Torehan Dybala itu melengkapi koleksi golnya menjadi 10 dalam enam pertandingan. Rekor yang luar biasa.

Menurut Opta, kini Dybala menjadi salah satu penyerang tertajam di lima liga besar Eropa. Bersaing dengan Radamel Falcao yang mencetak 11 gol dalam tujuh pertandingan dan Lionel Messi, sembilan gol dalam enam laga.

Kini, Dybala juga masuk buku sejarah Serie A, sebagai pemain pertama yang bisa mencetak gol sebanyak itu dalam enam laga, sejak 1994 silam.

Untuk Juventus, bersama Napoli mereka membuat catatan, dua tim mampu mencatat rekor 100 persen dalam enam laga awal kompetisi.

Kekecewaan Costa

Kekecewaan Costa

Diego Costa mengakui bahwa dia kecewa dengan caranya meninggalkan Chelsea, setelah menyelesaikan transfernya kembali ke Atletico Madrid.

Pemain berusia 28 tahun itu pergi ke Spanyol hari ini untuk menyelesaikan kepulangannya ke mantan klubnya. Sementara itu, Chelsea sendiri telah mengumumkan kemarin bahwa mereka dan Atletico telah mencapai kesepakatan mengenai kepindahan Costa.

Setelah dikerumuni oleh fans saat tiba di kota Madrid, Costa berterima kasih kepada Atletico karena telah membawa dia kembali, tapi selain itu dia mengakui bahwa dia menyesalkan caranya meninggalkan Chelsea.

“Saya sangat senang berada di rumah. Semua orang tahu bahwa saya ingin kembali ke Atletico Madrid,” kata Costa via Metro. “(Namun) Bukan seperti itu cara saya ingin pergi. Saya bukan orang yang akan meninggalkan hal buruk.”

Selain itu, dia juga sempat menambahkan bahwa, dia tidak menyisakan dendam dan kemarahan dengan siapapun yang berada di Chelsea.

“Tidak ada yang seperti itu di sana, saya tidak marah dengan siapa pun,” katanya. “Saya tidak memiliki kepahitan terhadap siapa pun. Semuanya keren. Semua orang tahu betapa saya mencintai para penggemarnya,” tutupnya.

Kekecewaan Costa

Kepergian Costa Tidak Akan Mempengaruhi Chelsea

Kepergian Costa Tidak Akan Mempengaruhi Chelsea

Mantan pemain Chelsea, Pat Nevin, menganggap bahwa kepergian Diego Costa ke Atletico Madrid tidak akan memberikan pengaruh besar kepada Chelsea. Pasalnya, mereka telah memiliki seorang pemain pengganti yang lebih baik, yakni Alvaro Morata.

Meski langkah tersebut tidak akan selesai secara formal sampai Januari, karena Atletico sendiri sedang berada di bawah larangan embargo transfer hingga Januari, namun kedua klub telah mencapai kata sepakat.

Morata yang telah melakukan peralihannya dari Real Madrid ke Stamford Bridge dengan biaya sebesar 58 juta Pound, telah mencetak tiga gol di Liga Premier Inggris musim ini untuk tim London barat. Dan Nevin menganggap bahwa keberadaan pemain yang berusia 24 tahun itu di Stamford Bridge tidak akan meninggalkan lubang yang ditinggalkan oleh Costa.

“Saya telah melihat cukup banyak penampilan Morata, dia adalah pemain berkualitas terbaik,” kata Nevin.

“Secara teknis dia mungkin pemain yang lebih baik. Apakah dia akan melakukan agresi Costa? Mungkin tidak. Pergerakannya berada di atas 10 striker teratas di dunia sepak bola.”

“Jika Anda memiliki pemain seperti Fabregas, Hazard and Pedro menciptakan peluang bagi Anda, Morata adalah yang terbaik. Mungkin terdengar seperti buah anggur asam, karena Costa sudah pergi.”

“Dia melakukan pekerjaan yang bagus, tapi Morata secara teknis adalah pemain yang lebih baik dan lebih muda. Saya pikir fans Chelsea mungkin kurang kecewa dari yang dipikirkan banyak orang,” tutupnya.

Kepergian Costa Tidak Akan Mempengaruhi Chelsea

Prediksi Neville Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini

Prediksi Neville Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini

Legenda Manchester United, Gary Neville memberikan prediksinya mengenai juara Liga Premier Inggris musim ini, setelah prediksinya tahun lalu meleset.

Untuk saat ini, Gary Neville yakin bahwa gelar Liga Premier Inggris akan datang ke kota Manchester, setelah kedua tim yang berasal dari kota tersebut, Manchester City dan Manchester United tampil mengesankan di awal musim.

Manchester United dan Manchester City berada di posisi yang sama, yang berarti hanya susunan alfabet yang memisahkan rival bersejarah itu, setelah keduanya menjalani lima pertandingan pertama Liga Premier Inggris.

Jose Mourinho dan Pep Guardiola tampil kurang sempurna pada tahun pertama mereka di United dan City. Meskipun begitu, Neville yakin kedua belah pihak telah berkembang sejak akhir musim lalu dan mereka memiliki kesempatan terbesar untuk menjadi juara liga musim ini.

Manchester United terakhir kali menjadi juara Liga Premier Inggris pada tahun 2013, saat Alex Ferguson masih menjabat di kursi kepelatihan. Sementara Manchester City terakhir menjuarainya pada tahun 2014, setelah Liverpool terpeleset dan harus puas di posisi kedua.

“Saya yakin juara Liga Inggris adalah tim dari Manchester. Saya juga mengatakan ini musim lalu, dan saya salah. Pep atau Jose pasti akan memenangkannya musim ini,” katanya.

“Tahun ini, saya pikir mereka akan melakukannya dengan baik. Salah satu dari mereka akan memenangkan Liga Premier dan itu akan menjadi mimpi buruk bagi tim lain,” ujarnya penuh percaya diri.

Prediksi Neville Siapa Juara Liga Inggris Musim Ini

Lukaku Bisa Lebih Baik Lagi

Lukaku Bisa Lebih Baik Lagi

Dwight Yorke memuji dampak Romelu Lukaku terhadap Manchester United di musim ini. Ia percaya bahwa sang pemain akan membantu The Red Devils meraih gelar juara Liga Premier Inggris musim ini.

Lukaku hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk memberikan dampak yang besar bagi United. Ia sudah mencetak 7 gol dari 7 penampilan di musim ini.

Menurut Yorke, performa mantan pemain Everton tersebut bisa memberikan ancaman persaingan yang sulit di lini serang United, terutama kepada Zlatan Ibrahimovic.

“Dia adalah satu-satunya [penandatanganan] yang selalu saya minta. Dia telah sangat konsisten dalam tiga tahun terakhir, dia telah kelaparan dan selalu ingin untuk bermain sepak bola, dan dia selalu menjadi ancaman setiap kali dia bermain,” kata Yorke kepada Alan Brazil Sports Breakfast.

“Dia telah memberikan kontribusi fantastis kepada tim dan apa yang telah dia bawa adalah ancaman pencetak gol yang telah kami rindukan. Zlatan [Ibrahimovic] melakukannya musim lalu bagi kami dalam banyak hal, tapi Lukaku lebih merupakan ancaman, karena dia mampu melewati para pemain bek lawan,” tutupnya.

Dengan performa Lukaku, United memang jauh lebih berbahaya pada kompetisi musim ini dan telah mencatatkan 16 gol hanya dalam lima pertandingan liga saja.

Lukaku Bisa Lebih Baik Lagi

 

Klub Liga Super Cina Menyerah Dalam Perburuan Aubameyang

Klub Liga Super Cina Menyerah Dalam Perburuan Aubameyang

Klub Liga Super Tiongkok (CSL), Tianjin Quanjian, telah membantah pernyataan yang mengatakan bahwa mereka akan kembali melakukan pengejaran terhadap bintang Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang.

Aubameyang memang sempat dikabarkan akan meninggalkan Dortmund pada bursa transfer lalu, setelah sang pemain memikirkan tawaran yang di terima dari klub asal Tiongkok tersebut. Pemain asal Gabon tersebut juga sempat dikaitkan dengan mantan klubnya, AC Milan, namun pada akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan di Bundesliga.

Pelatih Quanjian, Fabio Cannavaro, memang memiliki ketertarikan terhadap Aubameyang dan dikabarkan telah menyelesaikan kesepakatan pribadi dengan pemain berusia 28 tahun itu pada bursa transfer musim lalu.

Namun, pihak dari Quanjian telah menegaskan bahwa mereka tidak akan melakukan pengejaran lagi di bursa transfer bulan Januari yang akan datang.

“Itu jelas tidak mungkin. Kami sudah hampir mendapatkan Aubameyang, tapi itu gagal terwujud. Sangat memalukan memang. Kasus ditutup!” kata sang pemilik klub, Shu Yuhui.

“Merupakan hal yang tidak bermoral jika kita terus mendekati pemain andalan Dortmund itu ketika musim baru Bundesliga sudah berlangsung beberapa pekan lalu. Saya tentu tidak akan melakukan hal itu.”

“Selain itu, asosiasi sepakbola Tiongkok juga telah memberikan penekanan untuk melakukan investasi yang rasional (dalam hal merekrut pemain asing). Tentunya, kami akan menghormati saran yang telah mereka berikan,” tandasnya.

Klub Liga Super Cina Menyerah Dalam Perburuan Aubameyang