Ronaldo selalu kesusahan menembus gawang Perancis

Ronaldo selalu kesusahan menembus gawang Perancis

Ronaldo selalu kesusahan menembus gawang Perancis, hal ini terjadi di beberapa pertandingan sebelumnya Perancis vs Portugal dan pada final Piala Eropa di Stade de France, Minggu ini pada tanggal 10-07-2016 akan menjadi sebuah misteri pada pertandingan tersebut.

Sebab, kapten Portugal itu selalu tampil melempem ketika bersua dengan Perancis. Dalam tiga pertemuan, Ronaldo tidak pernah mencetak gol dan Portugal selalu kalah.

Pertemuan pertama antara Ronaldo dan Perancis terjadi pada semifinal Piala Dunia 2006 di Stadion Allianz Arena, 5 Juli 2006. Ketika itu, tim berjulukan Seleccao takluk 0-1 akibat gol penalti Zinedine Zidane.

Ronaldo selalu kesusahan menembus gawang Perancis

Dalam turnamen tersebut, Ronaldo memang tampil tumpul. Dia cuma mencetak satu gol ke gawang tim non-unggulan, Iran, pada fase grup, 21 Juni 2006.

Setelah itu, ada dua partai kontra Perancis dijalani Ronaldo bersama Portugal. Semuanya berlangsung dalam rangka uji coba.

Salah satunya juga terjadi di Stade de France, yaitu pada 11 Oktober 2014. Perancis menang 2-1 berkat gol Karim Benzema dan Paul Pogba. Adapun Portugal membalas lewat Ricardo Quaresma, bukan Ronaldo.

Berpindah ke Estádio José Alvalade, 4 September 2015, peruntungan Ronaldo tidak berubah. Kali ini, gol tunggal Mathieu Valbuena dari tendangan bebas memaksa Portugal takluk.

Apabila mengulang catatan buruknya dengan Perancis, Ronaldo sekaligus menutup peluang untuk melampaui Michel Platini dalam daftar pencetak gol Piala Eropa sepanjang masa.

Keduanya kini memuncaki tabel dengan koleksi 9 gol. Perbedaannya, Platini hanya membutuhkan satu edisi Piala Eropa untuk mengukir catatan tersebut, sedangkan Ronaldo harus menempuh empat turnamen.

Ronaldo selalu kesusahan menembus gawang Perancis

Cristiano Ronaldo mengatakan Prancis akan menjadi tim yang difavoritkan untuk menjadi juara Euro 2016 karena posisinya sebagai tuan rumah. Namun demikian, Ronaldo yakin Portugal yang akan keluar sebagai juara.

Portugalpernah mengalami pengalaman buruk padaEuro 2004. Waktu itu, mereka menjadi tuan rumah dan difavoritkan juara. Tapi kenyataannya, Portugal justru kalah 1-0 dari Yunani. Fakta itu membuktikan bahwa tak ada ketentuantuan rumah akan menang dengan mudahdi laga final.

“Prancis akan sedikit difavoritkan daripada kami, tapi saya rasa Portugal akan menang,” ujar RonaldopadaUEFA.com.

Portugal melaju ke final ini setelah mengalahkan Wales dengan skor 2-0 di semi final. Sementara itu,Prancis mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 juga.

Ini kalimat yang di ucap Deschamps setelah menang melawan Jerman

Ini kalimat yang di ucap Deschamps setelah menang melawan Jerman

Ini kalimat yang di ucap Deschamps setelah menang melawan Jerman, Pelatih Perancis, Didier Deschamps, mengapresiasi performa Antoine Griezmann dan Hugo Lloris ketika mengalahkan Jerman di Stade Velodrome, Kamis (7/7/2016).

Perancis memenangi partai semifinal Piala Eropa itu berkat eksekusi penalti dan sontekan Griezmann. Nama terakhir sudah mencetak enam gol di turnamen.

Selain itu, Griezmann juga menciptakan 6 tembakan, 2 peluang, 5 umpan silang, dan 5 kali menggiring bola selama 90 menit.

Terkait penampilan Griezmann, Deschamps menyatakan, “Dia bekerja sangat keras bersama Olivier Giroud. Bahkan dari sudut pandang defensif, dia membantu kami bermain rapat.”

“Griezmann memanglah sosok sangat penting. Seperti ketika membela Atletico Madrid, dia mencetak beberapa gol dan membuat rekan-rekannya tampil baik di Piala Eropa,” kata Deschamps.

Ini kalimat yang di ucap Deschamps setelah menang melawan Jerman

 

Deschamps tidak cuma menunjuk Griezmann sebagai sosok protagonis, tetapi juga Lloris. Sejumlah aksi heroik diperagakan sang kapten saat melawan Jerman.

Dicatat UEFA, Lloris melakukan blok terhadap lima tembakan dan memotong empat serangan berbahaya dari Jerman.

“Lloris tampil sangat bagus dan memiliki peran krusial dalam pertandingan ini,” ucap sang pelatih.

Partai kontra Jerman sekaligus mendongkrak statistik Griezmann dan Lloris secara keseluruhan di Player Barometer.

Griezmann naik dari posisi ketiga ke puncak. Adapun Lloris mengalami lonjakan lima posisi sehingga masuk tiga besar penjaga gawang terbaik di turnamen.

Prancis berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di babak semifinal Euro 2016. Dua gol Antoine Griezmann ke gawang Manuel Neuer memastikan langkah tuan rumah ke final.

Pelatih Les Bleus Didier Deschamps mengakui bahwa pertandingan melawan Jerman bukanlah pertandingan yang mudah. Namun, ia merasa senang karena telah sukses menundukkan sang juara dunia.

“Pertandingan yang sulit karena melawan tim besar yang juara dunia,” kata Deschamps kepada TF1.

“Ini pertandingan sulit mengingat kualitas yang dimiliki lawan, tapi kami tahu rasanya menderita dan menang.”

Di partai final nanti, Prancis akan berhadapan dengan Portugal yang sebelumnya telah berhasil mengalahkan tim kejutan Wales.

Gol Griezmann Bawa Perancis Tampil di Final Piala Eropa 2016

Gol Griezmann Bawa Perancis Tampil di Final Piala Eropa 2016

Gol Griezmann Bawa Perancis Tampil di Final Piala Eropa 2016

Gol Griezmann Bawa Perancis Tampil di Final Piala Eropa 2016, Antoine Griezmann kembali mencetak gol untuk Prancis. Kini, Les Bleus unggul 2-0 atas Jerman dan semakin dekat untuk menjejak final.

Gol Griezmann Bawa Perancis Tampil di Final Piala Eropa 2016

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Stade Velodrome, Marseille, Jumat (8/7/2016) dini hari WIB, berlangsung seru sedari awal. Baik Jerman maupun Prancis sama-sama tampil ofensif dengan tempo tinggi. Prancis, mengandalkan kecepatan dan kelincahan pemain-pemain seperti Antoine Griezmann dan Dimitri Payet, sempat beberapa kali mengancam gawang Jerman di menit-menit awal.

Sekitar lima menit pertandingan berjalan, Prancis membangun serangan dengan ciamik dari sisi kiri lapangan. Griezmann menjadi salah satu inisiatornya. Serangan tersebut berakhir dengan sepakan Griezmann dari jarak dekat, tetapi sepakan tersebut masih bisa ditepis oleh kiper Jerman, Manuel Neuer.

Tapi, setelahnya Jerman benar-benar mengurung Prancis. Para pemain Jerman naik tinggi hingga memenuhi area lapangan Prancis, termasuk Jerome Boateng yang berposisi sebagai bek tengah. Tidak jarang, Boateng langsung melakukan pressing ketika pemain-pemain Jerman kehilangan bola di area lapangan Prancis.

Pergerakan cair pemain Jerman juga menyulitkan Prancis. Tidak jarang perubahan posisi para pemain Jerman membuat Prancis kesulitan untuk menghentikan aliran bola. Di periode-periode inilah Jerman menciptakan sejumlah peluang.

Pada menit ke-12, Jerman mendapatkan peluang lewat usaha Thomas Mueller, tetapi usahanya masih melebar. Semenit kemudian gantian Mesut Oezil yang mendapatkan kans, tetapi tembakannya masih bisa ditepis oleh kiper Prancis, Hugo Lloris.

Sementara itu, pada menit ke-25 gantian Bastian Schweinsteiger mendapatkan peluang. Kapten timnas Jerman itu melepaskan tendangan dari luar kotak penalti dari luar kotak penalti. Tapi, tendangannya masih bisa ditepis oleh Lloris.

Prancis sempat beberapa kali membalas lewat tendangan bebas Payet. Tetapi, tendangan bebas gelandang milik West Ham United itu juga masih bisa dihentikan oleh Neuer.

Menjelang berakhirnya babak pertama, Prancis jadi lebih sering mengancam gawang Jerman. Olivier Giroud mendapatkan kans bagus ketika ia merebut bola dari penguasaan Boateng. Giroud lalu menggiring bola hingga ke dalam kotak penalti Jerman. Namun, belum sempat ia melepaskan tembakan, Benedikt Howedes sudah memblok dengan tekelnya.

Griezmann juga sempat mendapatkan kans lewat tendangan kaki kirinya dari dalam kotak penalti. Tapi, sial baginya, tendangannya hanya menerpa jaring gawang.

Prancis akhirnya unggul di menit ke-45 ketika Schweinsteiger melakukan handball. Schweinsteiger mendapatkan kartu kuning dan Prancis mendapatkan penalti. Griezmann yang menjadi eksekutornya tidak membuang percuma kesempatan. Sepakannya keras mengarah ke sudut atas dan membawa ‘Tim Ayam Jantan’ unggul 1-0.

Keunggulan Prancis bertambah ketika pertandingan memasuki menit ke-72. Lagi-lagi Griezmann yang jadi pencetak golnya. Gol itu sendiri menunjukkan kesalahan lini belakang Jerman yang panik ketika ditekan pemain-pemain Prancis.

Bola yang direbut dari kaki pemain Jerman lantas diberikan kepada Paul Pogba di sisi kanan. Pogba lantas mengecoh Joshua Kimmich dan melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Umpan Pogba masih bisa di potong Neuer, tetapi bola langsung disambar oleh Griezmann. 2-0.

Susunan Pemain

Jerman: Neuer, Kimmich, Boateng (Mustafi 61), Howedes, Hector, Can (Goetze 66), Schweinsteiger, Kroos, Draxler, Oezil, Mueller.

Prancis: Lloris, Sagna, Umtiti, Koscielny, Evra, Matuidi, Pogba, Sissoko, Payet, Griezmann, Giroud.

Messi dijatuhi hukuman penjara atas kasus penggelapan pajak

Messi dijatuhi hukuman penjara atas kasus penggelapan pajak

Messi dijatuhi hukuman penjara atas kasus penggelapan pajak, Pengadilan telah memutuskan dan membuktikan bahwa Lionel Messi, dan ayahnya, Jorge Horacio Messi, bersalah dalam penggelapan pajak dan telah dijatuhi hukuman 21 bulan penjara.

Dalam sebuah pernyataan, pengadilan juga mengatakan bahwa kalimat dapat mengajukan banding melalui pengadilan tertinggi Spanyol. Di bawah hukum Spanyol, hukuman penjara pajak di bawah dua tahun dapat dilayani di bawah masa percobaan, berarti Messi dan ayahnya sangat tidak mungkin untuk masuk penjara.

Pengadilan juga telah memerintahkan Messi membayar denda sekitar € 2.000.000 ($ 2.200.000), sementara ayahnya ditangani € 1.5m baik untuk penggelapan pajak.

Messi dijatuhi hukuman penjara atas kasus penggelapan pajak


Pengadilan telah mendengar kasus yang dibawa oleh jaksa yang berpendapat bahwa Messi dan ayahnya, Jorge, yang digunakan bebas pajak di Belize dan Uruguay serta perusahaan shell di Inggris dan Swiss untuk menghindari membayar pajak sebesar € 4,1 juta pada pendapatan dari hak citra 2007-2009.

Barcelona pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan mendukung bintang mereka ke depan, mengatakan bahwa mereka merasa Messi tidak bertanggung jawab pidana untuk penipuan pajak.

“FC Barcelona memberikan semua dukungannya kepada Leo Messi dan ayahnya dengan menghindari pajak yang diberikan oleh Pengadilan Provinsi di Barcelona hari ini,” kata pernyataan itu. “perjanjian dengan kejaksaan Pemerintah, menganggap bahwa pemain, yang telah diperbaiki posisinya dengan Kantor Pajak Spanyol, sama sekali tidak bertanggung jawab pidana berkaitan dengan fakta-fakta digarisbawahi dalam hal ini.

Messi dijatuhi hukuman penjara atas kasus penggelapan pajak

“FC Barcelona terus berada di pembuangan Leo Messi dan keluarganya untuk mendukung dia dalam tindakan apa pun yang ia memutuskan untuk mengambil membela kejujuran dan kepentingan hukumnya.”

Lionel Messi mengaku di pengadilan bulan lalu bahwa ia menandatangani banyak dokumen tanpa membaca isinya dan bahwa ia mengunjungi kantor notaris untuk pergi melalui dengan mendirikan sebuah perusahaan untuk menangani keuangan tanpa memahami apa yang sedang terjadi.

Pada tahun 2013, pemain Barcelona ditetapkan untuk menghindari menghadapi tuduhan apapun, sebagai layanan pendapatan Spanyol awalnya menerima bahwa ia tidak memiliki pengetahuan tentang kesalahan dan bukannya menekan semua tuduhan terhadap ayahnya.
Namun, pada Oktober 2014 jaksa penuntut memutuskan untuk melanjutkan dengan tuduhan, dan selama kasus pengadilan bulan Juni yang mewakili, Mario Maza, mengatakan bahwa klaim kapten Argentina tidak memahami bagaimana sistem bekerja tidak dapat diterima, karena bahkan anak-anak tahu bahwa pajak harus harus dibayar penuh.

Ketika berita tentang penyelidikan pertama pecah pada musim panas 2013, Messis membayar lebih dari € 5m tunggakan dan biaya tambahan. Mereka juga diyakini telah membayar € 10 juta pajak yang terutang atas penghasilan gambar-hak untuk tahun 2010 dan 2011.

Pada bulan Februari, rekan setimnya Messi, Javier Mascherano diberi satu tahun penjara karena tidak benar membayar pajaknya. Kalimat itu ditangguhkan selama dua tahun setelah tim kuasa hukumnya menolak opsi untuk membayar baru € 280,000 ($ 312,000) baik-baik saja, yang dianggap berlebihan.

Menurut majalah Forbes, Messi mendapatkan total $ 81.400.000 per tahun, membuatnya No 2 di daftar mereka atlet dengan bayaran tertinggi di dunia untuk 2016.

Portugal Lolos ke Final Piala Eropa 2016

Portugal Lolos ke Final Piala Eropa 2016

Portugal Lolos ke Final Piala Eropa 2016 , Portugal jadi tim pertama yang lolos ke final Piala Eropa 2016. Cristiano Ronaldo dan Nani jadi bintang dalam kemenangan 2-0 mereka atas Wales.

Portugal Lolos ke Final Piala Eropa 2016

Bagi Portugal sendiri, ini adalah kemenangan pertama mereka dalam 90 menit selama perhelatan Piala Eropa 2016 ini. Setelah mendominasi babak pertama, Portugal tampil agresif di babak kedua. Hasilnya, mereka mencetak dua gol dalam selang waktu tiga menit; dari Ronaldo di menit ke-50 dan Nani di menit ke-53.

Wales, yang tampil tanpa salah satu gelandang andalannya, Aaron Ramsey, kesulitan untuk membangun serangan di babak kedua. Gareth Bale sempat mendapatkan beberapa peluang lewat tendangan dari luar kotak penalti, tapi gagal menghasilkan gol.

Dengan begini, Portugal tinggal menanti pemenang dari duel Jerman vs Prancis. Final akan dihelat pada Senin (11/7/2016) dini hari pukul 02.00 WIB.

Jalannya pertandingan di babak pertama begitu membosankan. Kedua tim tak banyak menciptakan peluang. Bahkan, cuma ada satu tembakan ke gawang. Skor 0-0 menutup paruh pertama.

Pada babak kedua, Portugal mengubah cara bermain mereka. Hasilnya terlihat efektif.

Menit 50, Ronaldo mencetak gol lewat sundulannya usai memanfaatkan umpan dari Raphael Guerreiro. Berselang tiga menit, Seleccao das Quinas menggandakan skor lewat sontekan Luis Nani.

Tertinggal, Wales mencoba menaikkan tempo permainan dengan menarik Joe Ledley dan memasukkan Sam Vokes. Sayang, kebijakan tersebut tak membuahkan hasil.

Meski beberapa kali mengancam gawang Portugal, Wales gagal mencetak gol hingga peluit akhir berbunyi. Justru, Wales hampir saja kebobolan untuk ketiga kali di menit 78.

Bola sepakan Joao Mario berhasil ditepis oleh kiper Wales, Wayne Hennessey. Tepisan Hennessey tak sempurna dan membuat bola terus bergulir ke arah gawang. Beruntung, Hennessey masih mampu menghentikan laju bola.

Portugal tak mampu mencetak gol tambahan di sisa waktu yang ada. Alhasil, Portugal menghentikan kejutan Wales, setelah menang dengan skor 2-0, dan melangkah ke final. Kini, Portugal hanya tinggal menunggu pemenang antara Jerman versus Prancis.

Susunan Pemain :
Portugal: Rui Patricio (GK); Raphael Guerreiro, Jose Fonte, Bruno Alves, Cedric; Joao Mario, Danilo, Adrien Silva (Joao Moutinho 79′); Renato Sanches (Andre Gomes 74′); Cristiano Ronaldo, Nani (Ricardo Quaresma 86′).

Wales: Wayne Hennessey (GK); Ashley Williams, James Chester, James Collins (Jonathan Williams 66′); Neil Taylor, Joe Ledley (Sam Vokes 58′), Chris Gunter, Joe Allen, Andy King; Hal Robson-Kanu (Simon Church 63’), Gareth Bale.

Pernyataan yang di ucpakan Mourinho pada jumpa pers pertamanya

Pernyataan yang di ucpakan Mourinho pada jumpa pers pertamanya

Pernyataan yang di ucpakan Mourinho pada jumpa pers pertamanya, Jose Mourinho mantan pelatih FC Porto, Inter Milan, dan Chelsea itu mengaku bangga bisa jadi pelatih MU. Kepada wartawan, dia pun buka-bukan, mengungkapkan visi-misinya bersama MU.

“Saya berada di tempat yang memang saya inginkan,” ujar Mourinho, 53 tahun. “Ini pekerjaan yang diinginkan semua pelatih. Namun, tak semua pelatih mendapat kesempatan seperti ini.”

Mourinho pun berjanji bakal memberikan yang terbaik bagi MU. Dia bahkan berambisi menuai sukses melewati Alex Ferguson, pelatih legendaris MU.

Pernyataan yang di ucpakan Mourinho pada jumpa pers pertamanya

Soal Pemain Baru
Mourinho menyebut, di MU, dia mengincar empat pemain baru. Tiga di antaranya telah berhasil diamankan pihak klub.

Orang pun berhitung, ada Eric Bailly dan Zlatan Ibrahimovic yang sudah dikontrak MU. Bailly direkrut dari Villarreal, sementara Ibrahimovic datang setelah kontraknya berakhir di Paris Saint Germain.

Ada satu pemain lagi,  Henrikh Mkhitaryan, yang kemungkinan besar akan jadi rekrutan ketiga MU. Pasalnya, pihak Setan Merah telah bersepakat soal harga Mkhitaryan dengan Borussia Dortmund.

Lalu, siapa rekrutan keempat? Nama Paul Pogba mencuat, karena memang sudah lama MU menginginkan pemain Juventus itu. Namun, Mourinho enggan menyebut nama. “Kami sedang bekerja keras untuk mendatangkan pemain keempat itu,” ujarnya, tersenyum.

Soal Giggs
Ryan Giggs sudah jadi legenda bagi MU. Pria asal Wales itu jadi pemegang rekor penampilan terbanyak bersama MU, 963 laga.

Ada kabar angin yang mengatakan kepergiannya tersebut dikarenakan oleh Mounrinho.
Namun, Mourinho menolak bertanggung jawab. “Perginya Giggs bukan salah saya. Dia menginginkan pekerjaan yang diberikan klub kepada saya. Dia ingin jadi pelatih utama di klub,” ujar Mourinho.

Pernyataan yang di ucpakan Mourinho pada jumpa pers pertamanya

Soal Rooney
Wayne Rooney pernah dikenal sebagai penyerang jempolan. Saat ini, dia bahkan hanya terpaut empat gol, dari total 249 milik Bobby Charlton, pencetak gol terbanyak sepanjang masa MU.

Namun, sepanjang musim lalu, dia lebih sering bermain sebagai gelandang. Posisi yang sama dia mainkan bersama Inggris di Euro 2016.

Mourinho berjanji, di bawah asuhannya, Rooney akan kembali bermain sebagai penyerang.Mourinho pun yakin, suami Collen McLoughlin itu akan kembali menemukan ketajamannya.

“Bersama saya, Rooney tak akan lagi memainkan peran sebagai ‘pemain nomor 6’. Dia akan bermain lebih dekat dengan gawang lawan. Tidak seperti sekarang,” Mourinho menegaskkan.

Soal Pemain Muda
Mourinho sempat dituding sebagai pelatih yang tidak menyukai pemain muda. Pasalnya, timnya selalu diisi oleh pemain-pemain senior dan berpengalaman.

Maka itu, publik Old Trafford sempat khawatir akan kehadiran Mourinho. Maklum, MU sejak lama dikenal sebagai klub yang sangat peduli terhadap pemain muda.

Mourinho sendiri mengaku kaget mendengar asumsi ini. “Anda tahu berapa banyak pemain dari akademi yang sudah saya promosikan? Empat puluh delapan! Sebagian dari mereka sekarang jadi pemain besar, pemenang Liga Champions dan bermain di tim nasional,” ujar Mourinho.

Mourinho pun menuding, asumsi bahwa dia tak suka pemain muda diembuskan pihak yang tidak suka dirinya. “Itu seperti kebohongan yang sudah mendarah daging,” ujarnya.

Akan kita lihat dari perkembangan MU di tangan Mounrinho seiring waktu yang akan di lewati.

Martino Memutuskan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Pelatih Argentina

Martino Memutuskan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Pelatih Argentina

Martino Memutuskan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Pelatih Argentina, Gerardo Martino meletakkan jabatannya sebagai pelatih timnas Argentina. Pelatih berusia 53 tahun itu baru saja gagal mengantarkan Argentina menjuarai Copa America Centenario.

Martino Memutuskan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Pelatih Argentina

Martino menangani Argentina selama dua tahun, terhitung sejak 2014 lalu, tidak lama setelah Alejandro Sabella mundur. Ia kemudian mengantarkan ‘Tim Tango’ ke final Copa America 2015, di mana Argentina kalah di tangan Chile.

Pada Juni 2016, ia kembali mengantarkan Argentina ke final turnamen besar, yakni ke laga puncak Copa America Centenario. Tetapi, lagi-lagi Martino gagal memberikan gelar juara. Argentina kembali takluk di tangan Chile.

Kekalahan dari Chile itu meninggalkan luka cukup dalam untuk beberapa pemain Argentina. Bintang mereka, Lionel Messi, memutuskan pensiun dari tim nasional tak lama setelahnya. Selain Messi, ada beberapa pemain lainnya yang dikabarkan tengah mempertimbangkan diri untuk ikut pensiun juga.

Martino kemudian diserahi tugas untuk menyusun tim untuk Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil. Namun, Reuters mengabarkan bahwa Martino kesulitan untuk menyusun skuat dan akhirnya memilih untuk mundur. Selain itu, minimnya kejelasan dan kekacauan di dalam tubuh federasi sepakbola Argentina juga menjadi alasannya.

“Karena minimnya kejelasan dalam jajaran otoritas Federasi Sepakbola Argentina (AFA) dan kesulitan untuk menyusun skuat untuk Olimpiade mendatang, pelatih memutuskan untuk mundur,” demikian pernyataan dari federasi sepakbola Argentina.

Martino memimpin Argentina dalam 29 pertandingan. Dalam 29 laga itu, ia membawa Argentina meraih 19 kemenangan, 7 hasil imbang, dan tiga kali kalah.

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona, Penjaga gawang legendaris asal Denmark, Peter Schmeichel, membandingkan penyerang anyar Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, dengan striker bengal yang juga legenda Setan Merah, Eric Cantona. Menurut pria 52 tahun itu, Ibra sama seperti Cantona.

Ibrahimovic resmi bergabung dengan Manchester United secara gratis pada Sabtu (2/7/2016) waktu setempat. Ternyata, mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG) ini merupakan pemain yang Schmeichel harapkan selama ini untuk berkostum Setan Merah.

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona

“Saya sudah bilang hal ini sejak awal. Manchester United memang membutuhkan pemain yang memiliki pengaruh di lapangan dan dapat mengubah hasil pertandingan,” ucap Schmeichel.

“Kami pernah memiliki (Eric) Cantona. Pada medio 90-an, dia merupakan pemain penting untuk kami. Saat itu, kami sulit memenangkan laga tanpanya,” ucap ayah kiper Leicester City, Kasper Schemeichel, itu.

Selanjutnya, Schmeichel pun menyakini bahwa Ibra akan tetap menunjukkan tajinya bersama Manchester United, meskipun penyerang asal Swedia itu kini sudah memasuki usia 34.

“Zlatan (Ibrahimovic) adalah pemain yang setipe dengan Cantona. Saya yakin dia akan cocok dan bisa membawa Manchester Unitedmeraih banyak gelar”, katanya.

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona

Mengamini pernyataan Schmeichel, legenda lainnya Manchester United, Paul Scholes, mengungkapkan kegembiraannya usai Setan Merah resmi mengikat jasa Ibra. Menurut Scholes, sosok dan karisma yang dimiliki Ibra sangat vital untuk setiap tim yang dibelanya.

Memang, Ibra tak pernah lepas dari gelar domestik bersama setiap klub yang dibelanya, mulai dari Ajax Amsterdam, Inter Milan, AC Milan, Juventus, FC Barcelona dan PSG. Sayang, Ibra belum pernah merasakan gelar Liga Champions.

Ibra juga baru saja menelan kegagalan bersama tim nasional Swedia pada ajang Piala Eropa 2016 yang tengah berlangsung di Perancis. Swedia gagal melewati fase penyisihan grup karena menjadi juru kunci. Alhasil, Ibra pun memutuskan pensiun dari timnas.

Ini kata Peter Schmeichel perbedaan Ibrahimovic dan Eric Cantona

Atletico Positif Pertahankan Torres

Atletico Positif Pertahankan Torres

Atletico Positif Pertahankan Torres, Berakhir sudah spekulasi masa depan Fernando Torres. Torres masih akan bertahan di Atletico Madrid setelah menandatangani kontrak baru berdurasi setahun.

Atletico Positif Pertahankan Torres

Striker berusia 32 tahun itu sesungguhnya akan menjadi free agent di musim panas ini. Atletico pada awalnya tidak berminat untuk menambah masa kerja Torres.

Akan tetapi, Torres tampil cemerlang usai pergantian tahun. Mantan bintang Liverpool dan Chelsea itu akhirnya sukses mencetak 12 gol dan lima assist dalam 44 penampilan di sepanjang 2015-16 untuk meyakinkan Los Rojiblancos untuk mempertahankan dia.

“Aku bahagia bisa berada di sini,” ucap Torres di situs resmi klub yang dikutip ESPNFC.

“Aku tidak pernah ragu mengenai di mana tempat yang kuinginkan selama proses ini — bahkan kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada akhirnya, hal yang penting adalah aku mendapatkan apa yang kuharapkan.”

Atletico berharap Torres akan menambah pengalaman di skuat. “Ini adalah sebuah berita bagus buat kami karena Fernando berada di sini dan seluruh fans Atletico gembira dia akan terus bersama kami,” ujar direktur olahraga Atletico Jose Luiz Perez Caminero.

“Dia mengenal klub kami dengan sempurna. Para pemain yang muncul dari akademi kami memiliki pemain untuk dicontoh dan dia selalu memiliki nasihat bagus untuk mereka. Dia adalah pemain dengan pengalaman besar, terbiasa memenangi titel juara dan bersaing di level tertinggi.”

Simeone Mengkonfirmasi Masa Depan nya di Atletico

Simeone Mengkonfirmasi Masa Depan nya di Atletico

Simeone Mengkonfirmasi Masa Depan nya di Atletico, Diego Simeone akhirnya mengklarifikasi komentarnya usai final Liga Champions musim 2015-16 pada Mei lalu. Ini terkait dengan masa depannya bersama Atletico Madrid.

Simeone Mengkonfirmasi Masa Depan nya di Atletico

Pada final tersebut, Atletico kalah dari Real Madrid dan Simeone sangat kecewa akan kekalahan tersebut. Kemudian, pelatih asal Argentina itu menyatakan akan mempertimbangkan masa depannya di Atletico.

Komentarnya tersebut seolah mengisyaratkan Simeone akan meninggalkan Los Rojiblancos dalam waktu dekat ini. Terlebih, pelatih berusia 46 tahun itu dikaitkan dengan timnas Argentina.

Namun, Simeone mengaku telah terbawa emosi habis pertandingan tersebut dan mengeluarkan komentar yang cukup gegabah. Kini, dia menegaskan komitmennya untuk terus melatih Atletico.

“Saya berbicara seperti itu karena suasana hati sedang panas. Kami, orang-orang Argentina, memang sering seperti itu,” kata Simeone.

“Seiring bejalannya waktu, saya belajar bahwa tidak perlu untuk mencari-cari kesalahan orang lain jika Anda mengalami kekalahan. Anda harus merasakan rasa sakit dan penderitaan [dari kekalahan], karena terkadang itu berguna. Kemudian Anda terus beranjak dan menatap ke depan,” sambungnya.