Permainan Terburuk Wayne Rooney Saat Melawan Watford

Liga108Wayne Rooney tampil mengecewakan di laga kontra Watford. Manchester United sendiri harus mengakhiri laga dengan hasil memalukan di Stadion Vicarage Road, Senin (19/09/16). Manchester United menelan hasil pahit saat laga kontra Watford. Kekalahan 3-1 ini menjadi kekalahan ketiga beruntun yang dicatat Setan Merah musim ini. Permainan Terburuk Wayne Rooney Saat Melawan Watford.

VIDEO

Kapten MU, Wayne Rooney, tampil buruk di laga ini. Rooney seperti kehilangan arah dan tak tahu harus mengirimkan bola pada siapa. Selain aliran bola yang tak terarah, penguasaan bolanya juga lemah. Di laga ini, Rooney benar-benar kehilangan identitasnya sebagai pemain no 10 United.

Manajer Jose Mourinho sendiri mengakui penampilan para pemainnya tak sesuai harapan. Tentu sang pelatih harus segera membenahi hal ini agar United kembali ke jalur positif.

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City, Ilkay Guendogan memberi pujian pada manajer barunya Josep Guardiola. Membandingkannya dengan Juergen Klopp, Guendogan menyebut Guardiola sebagai seorang genius.

Guendogan Memberi Pujian Pada Manajer Barunya di City

Guendogan sudah melakoni laga debut bersama The Citizens. Dia tampil di laga melawan Bournemouth di akhir pekan lalu.

City memetik kemenangan dengan skor akhir 4-0, Guendogan mencetak satu gol dalam pertandingan itu. Tiga gol lainnya dilesakkan oleh Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, dan Kelechi Iheanacho.

Guendogan bermain selama 72 menit di laga melawan Bournemouth. Ia ditarik digantikan oleh Leroy Sane.

Guendogan yang belum genap empat bulan bekerja sama dengan Guardiola, lantas memberikan pujian. Dia juga menyebut-nyebut nama Klopp, pelatihnya saat masih memperkuat Dortmund.

“Keduanya merupakan manajer kelas dunia dengan kualitasnya masing-masing,” kata Guendogan di Express.

“Tak akan adil untuk bilang bahwa Juergen lebih emosional, tapi saat Anda melihat dia di pinggir lapangan di setiap menit, tak sulit untuk mengerti mengapa Dortmund begitu sukses di bawah asuhannya.”

“Pep sangat bersemangat, tapi dalam cara yang berbeda. Dia lebih seperti seorang genius yang membaca pertandingan dan bisa menutupi situasi yang bisa dibayangkan. Dia menunjukkan pada kami bagaimana untuk menciptakan ruang dan menemukan solusi, serta tak ada manajer seperti dia yang membuat dia mungkin sebagai yang terbaik dunia,” imbuhnya.

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia, Claude Makelele berharap N’Golo Kante bisa menjadi gelandang bertahan terbaik dunia saat ini, juga melampaui performa dirinya dulu di posisi itu.

Kante Diharapkan Bisa Menjadi Gelandang Terbaik di Dunia

Pada satu waktu di puncak kariernya Makelele pernah digadang sebagai salah satu gelandang terbaik dunia, dengan melapis barisan bertahan dan mendistribusikan bola kepada rekan-rekan satu timnya yang lebih kreatif di Real Madrid dan Chelsea.

Pria Prancis berusia 43 tahun, yang mengawali karier di Nantes dan juga sempat main untuk Marseille dan Celta Vigo itu kini sudah pensiun dan belakangan nama Kante didengung-dengungkan sebagai suksesornya sebagai pemain top di posisi gelandang bertahan.

“Itu merupakan sebuah posisi yang sulit untuk dimainkan. Anda harus menjadi seorang pemimpin. Anda harus bekerja sama dengan rekan-rekan setim di lini tengah,” ucap Makelele seperti dilansir Soccerway.

“Saya menyukai N’Golo Kante, tapi apa ia lebih baik daripada saya di posisi itu? Saya tak tahu. Ia masih butuh waktu untuk sepenuhnya mempelajari tugas di posisi tersebut, mengenai sepakbola,” sebutnya.

Kante meroket di Leicester City musim lalu, memberikan luapan tenaga dalam tim besutan Claudio Ranieri yang secara mengejutkan menjuarai Premier League setelah direkrut dari Caen.

Performa Kante bersama The Foxes membuka jalan pemain berusia 25 tahun ke tim nasional Prancis di Piala Eropa 2016 dan juga kepindahan ke Chelsea musim panas ini.

“Ia seorang pemain muda yang benar-benar saya gemari dan saya harap ia akan jadi lebih baik daripada saya dulu,” kata Makelele.

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland, Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan kala Tottenham Hotspur menjamu Sunderland. Gol tunggalnya memastikan Spurs menang 1-0.

Harry Kane Jadi Pahlawan Kemenangan Tottenham atas Sunderland

Menjamu Sunderland di White Hart Lane, Minggu (18/9/2016) malam WIB, Spurs bermain sangat dominan. ESPN mencatat anak asuh Mauricio Pochettino punya persentase penguasaan bola hingga 74%.

Dari tigginya penguasaan bola itu, Spurs melepaskan 39 tembakan dengan sembilan yang tepat sasaran. Sunderland di lain sisi, terbatasi hingga hanya punya enam upaya di mana dua yang mengarah ke gawang.

Meski demikian, Spurs harus menunggu hingga menit ke-59 untuk memecah kebuntuan. Kane mencetak gol dari jarak dekat usai meneruskan umpan dari Dele Alli.

Dengan kemenangan ini, Spurs menempati posisi tiga klasemen sementara dengan nilai 11 dari lima pertandingan. Mereka belum terkalahkan sejak start musim ini. Sedang Sunderland belum beranjak dari papan bawah, menempati urutan 19 dengan baru mengoleksi satu poin.

Susunan pemain:

Tottenham Hotspur: Lloris, Walker, Alderweireld, Dier (Davies 77′), Vertonghen, Dembele (Lamela 74′), Wanyama, Sissoko, Alli, Son, Kane (Janssen 88′)

Sunderland: Pickford, Manquillo, Kone, Djilobodji, Denayer (McNair 90′), Januzaj, Kirchhoff (Khazri 79′), Cattermole, Ndong, Pienaar (Watmore 63′), Defoe

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford, Manchester United menderita tiga kekalahan beruntun setelah tumbang di markas Watford. Hasil mengecewakan itu turut meninggalkan sejumlah catatan buruk.

MU Tambah Catatan Buruknya Usai Ditumbangkan Watford

Misi bangkit MU gagal total. Bertandang ke Vicarage Road, Minggu (18/9/2016), ‘Setan Merah’ takluk dengan skor 1-3.

Wayne Rooney dkk. tertinggal saat laga berjalan 34 menit lewat gol Etienne Capoue. Usai turun minum, penyerang muda Marcus Rashford menghidupkan asa dengan mencetak gol balasan di menit 62.

Watford memberi pukulan telak kepada MU setelah Juan Zuniga mencetak gol di 10 menit terakhir. MU semakin terpuruk usai wasit menunjuk titik penalti menyusul pelanggaran Marouane Fellaini terhadap Zuniga. Hadiah penalti itu dieksekusi dengan sempurna oleh Troy Deeney.

Sebelumnya, MU juga kandas di markas Feyenood 0-1 dalam laga penyisihan grup Liga Europa pada tengah pekan ini dan dipermalukan rival sekotanya Manchester City 1-2 di Old Trafford, akhir pekan lalu.

Menurut GracenoteLive, kekalahan MU di markas Watford adalah yang pertama dalam 30 tahun. Kemenangan terakhir the Hornets atas mereka terjadi dua bulan sebelum MU menunjuk Sir Alex Ferguson sebagai manajer [November 1986].

Bukan hanya klub, sang manajer Jose Mourinho juga mengukir torehan buruk. Mourinho kalah di tiga pertandingan beruntun dalam satu musim untuk kali pertama kalinya sejak 2002, ketika melatih Porto.

Dengan baru sembilan poin yang dikumpulkan MU dalam lima pertandingan pertama Premier League, Mourinho lebih buruk dari manajer yang digantikannya Louis van Gaal. Di 2015-16, Van Gaal mengumpulkan 10 poin dari lima pertandingan.

Bocah Ajaib Dari Juventus Diincar Manchester Dan Klub Besar Lainnya

Liga108Grigoris Kastanos, pemain muda Juventus yang diincar banyak klub EropaRegenerasi merupakan hal yang kerap terjadi dan jadi bagian sirkulasi perkembangan sepakbola. Banyak klub-klub yang sudah melakukannya, demi mencari pengganti pemain senior yang mulai termakan usia, seperti halnya Juventus yang memiliki Kastanos, Sabtu (17/09/16). Investasi besar klub kepada pemain tak hanya dilakukan kepada pemain yang sudah matang, atau sarat pengalaman. Namun juga kepada pemain muda yang memiliki potensi untuk jadi aset jangka panjang. Bocah Ajaib Dari Juventus Diincar Manchester Dan Klub Besar Lainnya.

Video

Saat ini, ada satu pemain muda yang tengah menjadi komoditas panas bursa transfer. Dia adalah pemain muda Juventus berusia 18 tahun, Kastanos, dan berposisi sebagai gelandang serang, yang dapat bermain sebagai gelandang tengah dan penyerang sayap kiri.

Kastanos disinyalir diminati Everton dan Manchester United yang mengirim pemantau bakat, untuk melihatnya langsung di tim primavera Juventus. Namun kabar itu dibantah agen Kastanos, Yanni Evangelopoulos.

“Saya sama sekali tidak tahu ada ketertarikan dari Manchester United dan Everton, hanya mengetahuinya dari media. Grigoris, meski masih muda, pesepakbola professional yang dikontrak Juventus dan dia berada di tim utama pada pramusim musim panas tim,” ucap Evangelopoulos, diberitakan ESPN.

Evangelopoulos pun menegaskan bahwa kliennya itu akan tetap bersama Bianconeri untuk mengembangkan kariernya. Menurutnya Kastanos tak perlu hengkang, karena berada di salah satu klub terbaik dunia.

“Menyenangkan mendengar ketertarikan dari klub lain, tapi Juventus juga salah satu klub besar – menurut saya salah satu dari 10 tim besar Eropa. Grigoris sangat fokus mengembangkan kariernya di Juventus dan mencoba yang terbaik untuk mereka,” tegas Evangelopoulos.

Kastanos merupakan pemain timnas Siprus yang sudah bermain dua kali dan baru-baru ini memainkan laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Belgia. Ia bergabung dengan tim muda Juventus dari Enosis Neon Paralimni pada 2014, dan memiliki kemampuan dalam mendribel bola dengan kekuatan yang terletak di kaki kiri.

Posted By Agen Bola

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan, Bayern Munich memetik kemenangan atas Ingolstadt di lanjutan Liga Jerman. Sempat ketinggalan lebih dulu, Die Roten memetik kemenangan dengan skor 3-1.

Bayern Petik Kemenangan atas Ingolstadt Meski Sempat Ketinggalan

Saat melakoni pertandingan di Allianz Arena, Sabtu (17/9/2016) malam WIB, Bayern mampu tampil dominan. Dalam data yang dilansir Sport Radar, mereka melakukan ball possession 60 persen.

Bayern sempat kecolongan lebih dulu saat pertandingan baru berjalan delapan menit. Ingolstadt mencuri gol lewat Dario Lezcano.

Lewat sebuah serangan cepat, Mathew Leckie bisa mengirim umpan terobosan yang bisa dikejar Lezcano. Dia tinggal berhadapan dengan kiper Bayern, Manuel Neuer, lalu bisa mengirim bola masuk ke dalam gawang.

Dua menit berselang, Lezcano mengancam lagi. Kali ini, dia gagal memanfaatkan bola umpan silang dari Pascal Gross.

Gol itu mendapatkan respons yang cukup bagus dari Bayern. Mereka membalas gol itu empat menit berselang, Robert Lewandowski yang mencatatkan namanya di papan skor.

Meneruskan umpan silang Ribery, Lewandowski mengirim bola masuk dengan sepakan kaki kiri dari sisi kiri kotak penalti Ingolstadt. Kiper Ingolstadt, Orjan Nyland, maju untuk mempersempit ruang tembak, tapi pemain asal Polandia itu sukses menjaringkan bola.

Di babak pertama Bayern mampu mencatatkan lima kali percobaan, tiga menemui bidang. Sementara itu, tim tamu cuma dua kali melepaskan attempt, satu tepat sasaran.

Di babak kedua, Bayern bisa menambah dua gol lagi. Xabi Alonso yang membawa Bayern berbalik unggul saat babak kedua baru berjalan lima menit.

Ribery memberikan umpan dari dalam kotak penalti, yang bisa diselesaikan oleh Alonso dengan tendangan kaki kiri.

Satu lagi gol Bayern di pertandingan ini dikemas oleh Rafinha di menit 84. Tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti yang dia lakukan menghujam deras ke gawang Ingolstadt.

Di sisa pertandingan tak ada gol tambahan, Bayern menang 3-1. Dengan tambahan tiga angka ini, Bayern ada di posisi satu dengan nilai sempurna sembilan dari tiga kali bermain. Sementara itu, Ingolstadt ada di posisi 15 dengan raihan satu angka.

Susunan Pemain

Bayern: Neuer, Martinez, Kimmich, Bernat, Rafinha, Alonso, Vidal, Sanches (Alcantara 61), Lewandowski, Ribery, Coman (Costa 46) (Boateng 83)

Ingolstadt: Nyland, Tisserand, Matip, Suttner, Levels, Hartmann (Lex 71), Bernardo, Gross, Lezcano, Morales (Hinterseer 63), Leckie (Cohen 81)

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley, Leicester City memetik kemenangan saat menjamu Burnley di lanjutan Liga Inggris. Islam Slimani mencetak dua gol, The Foxes menang tiga gol tanpa balas.

Leicester Kembali Melanjutkan Trend Positifnya Usai Menang 3-0 Atas Burnley

Saat melakoni pertandingan di King Power Stadium, Sabtu (17/9/2016) malam WIB, Leicester sempat kesulitan membongkar pertahanan Burnley. Tak ada shot on target hingga menit ke-20. Leicester dicatat oleh Sport Radar mampu melakukan penguasaan bola 67 persen di sepanjang pertandingan.

Tim besutan Claudio Ranieri itu baru bisa mencetak gol di masa injury time babak pertama lewat sundulan Slimani. Di babak kedua, Slimani menambah gol lagi juga lewat sundulan kepala di menit 48.

Gol bunuh diri dari Ben Mee membuat Leicester memetik kemenangan dengan skor akhir 3-0. Mahrez yang berperan besar atas gol itu, dengan umpan silang dari sayap kanan.

Tambahan tiga angka ini, Leicester saat ini ada di posisi sembilan dengan raihan tujuh poin. Sementara itu, Burnley ada di posisi 16 dengan raihan empat poin.

Susunan Pemain:

Leicester: Zieler; Simpson, Huth, Morgan, Fuchs; Mahrez (Gray 85), Drinkwater (King 79), Amartey, Albrighton; Slimani, Vardy

Burnley: Heaton; Lowton, Keane, Mee, Ward; Defour (Vokes 64), Marney, Hendrick; Boyd, Arfield (Gudmundsson 57), Gray (Bamford 79)

JADWAL PERTANDINGAN DAN PASARAN BOLA 17 – 18 SEPTEMBER 2016

 

JADWAL PERTANDINGAN DAN PASARAN BOLA 17 – 18 SEPTEMBER 2016

English Premier League

21:00 Hull (1 : 0) Arsenal
21:00 Leicester (0 : 1) Burnley
21:00 Manchester City (0 : 1 3/4) Bournemouth
21:00 West Brom (0 : 0) West Ham
23:30 Everton (0 : 1) Middlesbrough

La Liga

18:00 Leganes (1 3/4 : 0) Barcelona
21:15 Atl. Madrid (0 : 1 3/4) Sporting Gijon
23:30 Eibar (0 : 0) Sevilla
01:45 Las Palmas (0 : 1/4) Malaga

Serie A

23:00 Lazio (0 : 1) Pescara
01:45 Napoli (0 : 1 3/4) Bologna

Bundesliga

20:30 Dortmund (0 : 2 1/2) Darmstadt
20:30 Bayern Munchen (0 : 2 1/2) Ingolstadt 04
20:30 Frankfurt (1/2 : 0) Leverkusen
20:30 Hamburg (0 : 0) RB Leipzig
20:30 Hoffenheim (1/4 : 0) Wolfsburg
23:30 Monchengladbach (0 : 1 1/4) Werder Bremen

Ligue 1

22:00 Monaco (0 : 3/4) Rennes
01:00 Bordeaux (0 : 1/2) Angers
01:00 Dijon (0 : 1/4) Metz
01:00 Lorient (1/4 : 0) Lille
01:00 Nancy (0 : 1/4) Nantes
01:00 Toulouse (0 : 1/2) Guingamp

===========================

Ayo dukung Team Kesayangan anda dengan bermain bersama kami.
Hanya dengan minimal Deposit 50 ribu anda sudah bisa mendukung team kesayangan anda.
Segera Bergabung Bersama Kami di www.108cash.com

 

Posted By Agen Bola

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba, Sejauh ini Paul Pogba belum bisa tampil oke bersama Manchester United. Ada baiknya Michael Carrick dimainkan agar Pogba bisa tampil dalam bentuk terbaiknya.

Scholes Sarankan MU untuk Mainkan Carrick Untuk Asah Pogba

Saran itu diberikan oleh eks gelandang ‘Setan Merah’, Paul Scholes, terkait penampilan Pogba yang relatif biasa-biasa saja sejak didatangkan dari Juventus musim panas lalu.

Sudah empat pertandingan dilewati Pogba, tiga di Premier League dan satu di Liga Europa, tapi belum satupun gol atau assist dibuat olehnya. Sejak Pogba main, MU sudah meraih dua kemenangan dan dua kekalahan.

Dua kekalahan itu diderita dalam rentang sepekan ini setelah dikalahkan Manchester City di laga derby, Pogba gagal membawa MU meraih hasil positif di kandang Feyenoord semalam dalam laga Liga Europa dan malah kalah 0-1.

Performa Pogba sendiri mulai dipertanyakan mengingat dia punya beban untuk menjawab harga mahalnya. Jika ditilik dari statistik Whoscored, penampilan Pogba tidak jelek-jelek amat.

Dari sisi defensif, Pogba membuat rataan 1,3 tekel dan 2,3 intersep laga. Sementara di sisi ofensif, Pogba melepaskan 3,7 percobaan per pertandingan, lima kali dribel melewati lawan, dan 1,3 umpan kunci.

Untuk akurasi umpannya pun lumayan dengan 83,7 persen serta 4,3 kali melepaskan umpan panjang. Tapi yang membuat Pogba sulit tampil lepas adalah partnernya di lini tengah.

Bukan Morgan Schneiderlin atau Marouane Fellaini, tapi Carrick-lah yang dianggap pantas mendampingi Pogba. Dengan keahlian Carrick dalam menjaga tempo serta mendistribusikan bola, maka Pogba bisa leluasa untuk membantu lini serang MU.

“Dia bukan pemain yang paling hebat dalam menguasai bola,” ujar Scholes seperti dikutip Soccerway.

“Anda harus ingat bahwa dia dibeli dari Juventus yang punya tim luar biasa. Andrea Pirlo dan Claudio Marchisio bisa mengontrol permainan dan membuatnya bisa tampil bebas di lapangan serta memperlihatkan kemampuannya,” sambungnya.

“Saya ingin melihat Michael Carrick bermain bareng dengannya. Dia bisa mengatur serta mengarahkan Pogba harus bermain di mana,” tutup Scholes.

Sayangnya Carrick baru bermain sekali di awal musim ini, yakni di Community Shield dan setelah itu hanya duduk di bangku cadangan atau bahkan tidak masuk tim.