Posts

Jese: Madrid Selalu Ada di Hati Saya

Jese: Madrid Selalu Ada di Hati Saya

Striker Stoke City, Jese Rodriguez, mengatakan bahwa mantan klubnya, Real Madrid dan Las Palmas, akan selalu mendapat tempat istimewa di hatinya.

Meski harus dipaksa meninggalkan kedua klub tersebut dengan catatan prestasi yang kurang mengesankan di beberapa tahun terakhir, pemain Spanyol mengakui bahwa ia masih memiliki kenangan istimewa dengan dua tim tersebut.

Jese pun mengharap baik Madrid maupun Las Palmas akan bisa terus mendapatkan hal-hal positif dalam perjalanan mereka sebagai klub dan tim.

“Saya menjalani tahun yang fantastis selama berada di Madrid, begitu pula dengan Gran Canaria, dan saya mengharap kedua klub akan selalu diberikan yang terbaik. Mereka adalah dua tim yang akan selalu mendapat tempat istimewa di hati saya,” tutur Jese menurut Sportsmole.

“Namun sekarang, saya memikirkan masa kini, dan juga pertandingan berikutnya melawan Newcastle, kesempatan baru untuk membuktikan kemampuan saya.”

“Saya harus terus bekerja keras dan terus berkembang di kompetisi ini. Di masa depan, saya tidak tahu. Saya tak ingin menutup pintu apapun.”

Jese sempat mencuri perhatian The Potters ketika gol tunggalnya memastikan tim menang atas Arsenal di laga pekan kedua Premier League 17/18.

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Mantan pemain Chelsea, Frank Lampard mengungkapkan keyakinannya bahwa dua rekrutan anyar The Blues, Tiemoue Bakayoko dan Danny Drinkwater bisa mengisi peran yang ditinggalkan Nemanja Matic.

Pelatih Antonio Conte disebut frutrasi di sebagian besar musim panas ini dalam hal aktivitas transfer Chelsea. Tapi pada akhirnya mereka menambahkan Davide Zappacosta dan Danny Drinkwater di hari terakhir bursa transfer.

Drinkwater yang didatangkan dari Leicester City menjadi gelandang kedua yang didatangkan setelah Tiemoue Bakayoko datang lebih dahulu dari AS Monaco.

Dan mantan gelandang The Blues, Frank Lampard menilai dua gelandang baru itu bisa menggantikan Nemanja Matic yang hijrah ke Manchester United.

“Saya tahu mereka kehilangan Nemanja Matic, tapi Tiemoue Bakayoko dan Danny Drinkwater memberi mereka kedalaman tim,” ujarnya kepada London Evening Standard.

Chelsea sendiri saat ini tengah bersiap melawan Arsenal di akhir pekan ini setelah sebelumnya mengalahkan Qarabag enam gol tanpa balas di pertandingan pertama Liga Champions

 

 

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara

Josep Guardiola mengaku masih belum yakin apakah Manchester City akan sanggup memenangkan Premier League di musim kompetisi kali ini.

City sudah menghabiskan dana lebih dari 200 juta poundsterling untuk membeli pemain anyar musim ini. Di antara nama-nama yang mendarat ke Etihad, beberapa yang menjadi sorotan antara lain Kyle Walker, Danilo, dan Ederson.

Klub Manchester Biru juga sudah mencatat start apik dengan menang telak 5-0 atas Liverpool di kandang sendiri pekan lalu. Ekspektasi pun kian tinggi, untuk klub yang musim lalu hanya mampu finish di peringkat tiga.

Namun demikian, Guardiola mengaku enggan menunjukkan optimisme berlebih terkait kans juara City di Liga Primer 17/18.

“Saya puas dengan bursa transfer City, namun saya tidak tahu. Percayalah, saya tidak tahu apakah kami mampu bersaing untuk merebut gelar juara karena kami masih dalam proses untuk terus berkembang,” tutur Guardiola menurut Sportsmole.

“Kami bahagia dengan pemain yang kami punya, mereka bisa membayangkan ‘kami bisa bermain bagus, lebih baik dari musim lalu’, namun serius, saya tidak tahu.”

“Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.”

City akan menghadapi Feyenoord tengah pekan ini di laga perdana mereka di Liga Champions, sebelum meladeni perlawanan Watford di hari Sabtu.

 

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara

Mourinho Minta Lindelof Teladani Bek Legendaris Chelsea Ini

Mourinho Minta Lindelof Teladani Bek Legendaris Chelsea Ini

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho meminta Victor Lindelof untuk bersabar dengan proses adaptasinya di Inggris. Mourinho menyebut ia harus meneladani mantan bek Chelsea, Ricardo Carvalho yang sukses menjadi bek top EPL setelah datang dari Portugal.

Lindelof merupakan pembelian pertama Jose Mourinho pada musim panas ini. Ia didatangkan dari Benfica dengan nilai transfer mencapai 34 Juta pounds.

Sempat dipercaya tampil di beberapa laga pra musim, namun Lindelof tidak kunjung dimainkan di partai EPL oleh Mourinho. Ia diparkir setelah tampil kurang memuaskan saat MU dikalahkan Real Madrid di Piala Super Eropa awal musim kemarin.

Mourinho sendiri meminta Lindelof untuk bersabar dengan kondisinya saat ini. “Victor adalah anak yang cerdas. Dia sangat tenang dan tentu saja ia ingin bermain,” buka Mourinho kepada website resmi MU.

“Dia harus menjalani proses ini selangkah demi selangkah. Di Chelsea, kami pernah memiliki salah satu bek terbaik di Premier League dalam satu dekade terakhir, Ricardo Carvalho. Dia juga sempat mengalami kesulitan untuk beradaptasi ketika ia pertama kali datang dari Portugal.”

“Setelah itu semua berlalu, ia menjalani karir yang luar biasa di Premier League dan saya yakin Victor juga akan menempuh jalan yang sama. Jadi saya rasa cukup baik baginya untuk bermain di Liga Champions dan kemungkinan ia tidak akan bermain di akhir pekan nanti. Namun ia akan bermain Minggu depan di Carabao Cup dan masih ada banyak pertandingan yang bisa ia mainkan.” tandas mantan pelatih Chelsea tersebut.

 

Mourinho Minta Lindelof Teladani Bek Legendaris Chelsea Ini

 

Gagal Ke Barca, Coutinho Diminta Tiru Suarez

Gagal Ke Barca, Coutinho Diminta Tiru Suarez

 

Mantan pemain Liverpool,Paul Ince baru-baru ini memberikan nasehat kepada Philippe Coutinho. Ince meminta Coutinho untuk meniru langkah Luis Suarez yang tetap bermain sepenuh hati bagi The Reds kendati ia gagal pindah.

Seperti yang sudah diketahui, pada musim panas ini Coutinho santer dikabarkan akan bergabung dengan Barcelona. Ia bahkan disebut sudah mengajukan transfer request agar bisa mewujudkan kepindahannya ke Camp Nou, kendati kepindahan itu gagal terwujud.

Situasi Coutinho ini mirip dengan situasi Luis Suarez pada tahun 2013 silam. Sang striker juga disebut mengajukan transfer request kepada manajemen Liverpool agar bisa pindah ke Barcelona, kendati ia baru bisa mewujudkan kepindahannya pada tahun 2014 silam.

Ince sendiri menyarankan agar Coutinho tetap bermain dengan sepenuh hati seperti Luis Suarez kendati gagal pindah. “Philipe harus meniru situasi Luis satu musim setelah ia diberitahu tidak bisa pindah [Ke Barcelona],” buka Ince kepada The Daily Mail.

“Satu hal yang perlu ia tahu dari para fans Liverpool, asalkan Coutinho tetap bermain dengan bagus, maka para fans akan tetap mencintainya.”

“Para fans memahami bahwa Barcelona memiliki daya pikat yang besar dan mereka tidak akan menghalanginya untuk pergi, asalkan dia tidak menghabiskan waktunya di klub dengan menunjukan gestur tubuh seperti yang dilihat para fans Arsenal pada diri Alexis Sanchez.” tutup mantan pemain Timnas Inggris tersebut.

 

Gagal Ke Barca, Coutinho Diminta Tiru Suarez

Gara-gara Barca, Juve Turunkan Tim Pelapis Lawan Chiveo

Gara-gara Barca, Juve Turunkan Tim Pelapis Lawan Chiveo

Juventus akan bertandang ke Camp Nou pada hari Rabu (13/9) tengah pekan depan pada matchday pertama Liga Champions. Empat haru sebelum berjumpa Barca, Juve akan lebih dulu berjumpa Chievo di giornata ke-4 Serie A.

Pelatih Juve, Massimiliano Allegri, melihat padatnya jadwal tersebut, tidak memaksa untuk menurunkan skuat yang sama. Laga melawan Barca jadi prioritas dan akan ada rotasi saat melawan Chievo.

“Tapi bukan rotasi pemain yang lengkap,” ucap Allegri dikutip dari Football Italia.

“Karena besok adalah pertandingan paling penting, kita harus bisa mengambil tiga poin saat melawan Chievo. Kami baru akan memikirkan Barcelona setelah laga besok,” sambung mantan pelatih AC Milan ini.

Bagi Allegri, laga melawan Barca bukan final atau laga penting lain. Baginya ini hanyalah satu dari enam laga di babak penyisihan grup. Tapi, melewatkan begitu saja laga melawan Barca tentu akan membuat Juve sangat dirugikan.

“Ini hanyalah satu dari enam pertandingan yang harus kita mainkan di fase grup, sebuah grup dimana yang paling penting kami bisa lolos,” tandas Allegri

 

Gara-gara Barca, Juve Turunkan Tim Pelapis Lawan Chiveo

Koeman Tak Tutup Masa Depan Barkley di Everton

Koeman Tak Tutup Masa Depan Barkley di Everton

 

Ross Barkley masih punya masa depan di Everton meski ia hampir pergi dari Goodison Park di musim panas ini.

Kontrak Barkley di Everton akan habis di akhir musim dan ia sebelumnya sempat hampir pindah ke Chelsea, meski akhirnya gagal.

Beberapa laporan mengatakan Barkley bahkan sudah melakukan tes medis di klub juara Premier League, sebelum akhirnya menolak datang ke

 

Stamford Bridge.

Pemain 23 tahun membantah klaim tersebut dan berkeras bahwa ia memang memilih bertahan di

 

Everton hingga kembali fit, sekaligus mengindikasikan transfer di Januari mendatang.

Dan manajer Ronald Koeman mengaku tak ragu memainkan Barkley jika memang sang pemain sudah sepenuhnya pulih.

“Tentu saja itu adalah hari yang aneh di penutupan bursa, namun saya kira itu tak hanya terjadi di Everton namun di hampir semua klub Premier League. Ross menemui saya kemarin dan dia menjelaskan mengapa ia menolak Chelsea. Itu sifatnya pribadi,” tutur Koeman di FFT.

“Dia siap pindah ke tim lain dan saya dengar dari manajemen bahwa sempat ada kesepakatan antara Chelsea dan Everton. Namun keputusan akhir ada di pemain dan itulah yang terjadi.”

Ketika ditanya apakah karir Barkley di Everton berakhir, sang manajer menambahkan: “Tidak, karena dia masih pemain Everton. Hingga akhir musim dia masih punya kontrak. Dia sekarang cedera, dan akan butuh dua bulan sebelum dia pulih. Jadi kita lihat saja apa yang terjadi nanti.”

Koeman Tak Tutup Masa Depan Barkley di Everton

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

 

David Villa harus menerima kenyataan dicoret dari skuad tim nasional Spanyol untuk pertandingan melawan Liechtenstein. Federasi sepakbola Spanyol, RFEF, memberikan konfirmasi karena mantan bintang Valencia dan Barcelona ini mengalami cedera paha.

Villa untuk pertama kalinya dipanggil setelah terakhir kali membela La Furia Roja pada Piala Dunia 2014. Dia sempat mendapat jatah bermain saat Spanyol mengalahkan Italia 3-0 di Santiago Bernabeu, Sabtu (2/9/2017) atau Minggu dini hari WIB.

Namun, penampilannya yang sesaat setelah masuk menggantikan Isco pada menit ke-90, menjadi yang terakhir. Dia dibekap cedera paha sehingga tak bisa turut serta bersama para pemain lain untuk pertandingan di kandang Liechtenstein pada Selasa (5/9/2017).

“Setelah memantau perkembangan cedera otot yang diderita David Villa pada latihan Minggu pagi, diputuskan bahwa pemain tersebut akan meninggalkan skuad dan tidak akan pergi ke Liechtenstein,” demikian pernyataan RFEF.
“Layanan medis tim nasional sudah memberikan informasi ini kepada klubnya.”

Selama kariernya, Villa tampil dalam 98 laga bersama timnas Spanyol dengan kontribusi 59 gol. Torehan tersebut membuat Villa sebagai top scorer sepanjang masa bagi timnas Spanyol.

Pelatih Julen Lopetegui memanggil kembali Villa karena performanya yang impresif bersama New York City pada MLS musim lalu. Dia mencetak 19 gol dan membuat sembilan assist sehingga layak dipilih sebagai pengganti Diego Costa.

Spanyol saat ini memuncaki klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa. La Roja mengumpulkan total 19 poin dari tujuh laga yang sudah dimainkan, unggul tiga angka atas Italia di urutan kedua.

 

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol

David Villa memang hanya dimainkan beberapa menit saja saat membantu Spanyol menaklukkan Italia. Namun, kesempatan itu tetap ia tanggapi positif karena bukan tugas mudah untuk bisa terpilih membela timnas negaranya.

Setelah tiga tahun absen, Villa akhirnya bisa kembali membela Spanyol unutk mengarungi sisa laga Kualifikasi Piala Eropa 2018. Kesempatan itu sudah lama tidak didapat karena penampilan terakhirnya adalah ketika Piala Dunia 2014.

Meski masuk dalam jajaran skuat Spanyol, Villa tetap harus bersaing dengan penyerang lain yang lebih muda. Oleh karena itu, ia hanya dimainkan beberapa menit saja ketika Spanyol menaklukkan Italia pada dini hari tadi.

Villa yang saat ini berusia 35 tahun baru tampil untuk menggantikan Isco yang sudah mencetak sepasang gol pada menit ke-89. Kesempatan untuk menginjak rumput Stadion Santiago Bernabeu itu tetap dirasa istimewa bagi Villa.

“Saya sudah sering bilang bahwa bukan perkara mudah untuk kembali lagi ke timnas. Tapi, saya tidak pernah berhenti bermimpi. Itulah yang membuat saya tetap senang berada di sini,” kata Villa seusai laga.

“Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk kembali ke sini (timnas Spanyol). Pertandingan tadi adalah momen penting untuk melewati kualifikasi,” tambahnya.

Dengan digantikannya Isco pada menit terakhir, artinya Villa sudah tampil sebanyak 98 kali untuk timnas Spanyol. Torehan itu membuatnya semakin dekat menuju penampilannya yang ke-100 meskipun usianya sudah menginjak 35 tahun.

“Sulit untuk menggambarkan perasaan saya saat ini, namun yang pasti saya sangat bahagia. Terima kasih semuanya. Saya tak menyadari jika disukai orang seperti ini,” kata Villa menanggapi penampilannya.

“Anda harus bertanding selangkah demi selangkah. Sekarang adalah waktunya untuk istirahat. Nanti saya akan coba untuk memainkan laga ke-99 dan selanjutnya kita lihat saja,” tutup striker yang saat ini membela New York City tersebut

 

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol