Posts

-Agen Judi Bola Terpercaya      Di musim ini sendiri, Bianconeri memiliki peluang yang besar untuk menjadi penguasa di Italia. Selain memuncaki klasemen Serie A dengan keunggulan empat poin atas Napoli, skuat asuhan Massimilano Allegri tersebut juga berada di final Coppa Italia.

-Berita Bola     Klub raksasa Italia, Juventus, sukses mendominasi kompetisi domestik dan membuat beberapa tim lainnya tidak kebagian titel. Bagi pelatih Napoli, Maurizio Sarri, hal tersebut bisa membuat Serie A bisa kehilangan penggemarnya.

-Agen Poker Online Terpercaya    Sejatinya, Napoli memiliki peluang yang besar untuk memuncaki klasemen setelah mengalahkan Juventus di akhir pekan lalu. Kemenangan itu berhasil membuat jarak terpangkas menjadi satu poin saja.

Sayangnya, mereka baru-baru ini mengalami kekalahan telak dari Fiorentina dengan skor 0-3. Hasil tersebut membuat Napoli kembali tertinggal empat poin dari Juve yang sehari sebelumnya sukses mencuri poin penuh di markas Inter Milan.

Dominasi Juventus ini membuat Sarri gusar. Mantan pelatih Empoli tersebut berharap dominasi Bianconeri bisa segera berakhir, karena baginya Serie A bisa kehilangan penggemarnya.

“Cepat atau lambat, dominasinya akan berakhir. Melihat Premier League punya banyak pemenang setiap tahunnya, itu menumbuhkan rasa cinta kepada tim dan membuat semuanya punya harapan untuk sukses, ujar Sarri dalam konferensi pers usai laga, seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Situasi yang berbeda ada di Italia. Kami beresiko kehilangan banyak penggemar, karena mereka mendukung tim yang tak akan pernah menang,” tandasnya

Lionel Messi sang bintang melawan MASSI

Lionel Messi Menang Duel Lawan Massi

-AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA    Mega bintang Blaugrana itu memiliki nama yang cukup populer di seluruh belahan dunia berkat kepiawaiannya di atas lapangan. Sudah banyak pesepak bola muda yang digadang-gadangkan bisa menjadi suksesor Messi tapi satu per satu tumbang.

-BERITA BOLA TERKINI      Setelah ratusan kali membawa kemenangan bagi FC Barcelona dan puluhan kali bagi tim nasional Argentina, kini Lionel Messi sukses mengalahkan Massi.
Atas ketenaran nama Messi, sebuah produsen alat-alat sepeda menjual produk baju dengan nama Massi. Messi berang sebab produk tersebut mempergunakan logo ‘M’ yang biasa ia pergunakan sehingga bisa menciptakan kebingungan pada masyarakat.

Kala itu Messi berniat mematenkan logo ‘M’ yang biasa ia pergunakan untuk busana dan sepatu olahraga ke Kantor Intelektual Properti Spanyol (EUIPO) agar tidak terjadi kebingungan dengan merek Massi.

Pihak Massi yang dimiliki oleh Jaume Masferrer Coma bersikukuh bahwa merek produknya sudah lebih dulu terdaftar di Uni Eropa sehingga klaim Messi lah yang menciptakan kebingungan.

Tidak tanggung-tanggung, La Pulga langsung melaporkan produsen tersebut ke pengadilan Uni Eropa atas pelanggaran hak cipta atas logo namanya pada 2011 silam.

Setelah tujuh tahun kemudian, Lionel Messi memenangkan gugatan di mana pengadilan mengakui adanya kesamaan dua merek tersebut.

Pengadilan pun menyebut ketenaran nama Messi di mata internasional, khususnya di dunia olahraga adalah pihak yang dirugikan, bukan produsen sepeda yang sudah berdiri sejak 1934 itu.

-AGEN CASINO ONLINE TERPERCAYA      “Ketenaran sang pesepak bola berseberangan dengan kesamaan visual dan fonetik antara mereknya dengan merek Massi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan asal Spanyol,” ujar Pengadilan Tinggi Uni Eropa dalam pernyataan resminya.

“EUIPO salah karena menyimpulkan bahwa penggunaan merek Messi untuk peralatan dan busana olahraga, perlengkapan dan perlengkapan keamanan dan lainnya, bisa menciptakan kebingungan dengan merek Massi di mata konsumen.”

“Pertimbangan signifikan yang berkaitan dengan publik akan mengasosiasikan nama Messi dengan nama tenar seorang pesepak bola, dan oleh karenanya nama Massi akan dipandang berbeda.”

Kekalahan Munchen disebabkan 7 Faktor ini

-Agen Bola Piala Dunia   Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bayern Munchen tampil agresif sejak awal pertandingan. Namun, gol pertama baru tercipta pada menit ke-28.

-Agen Judi Bola  Real Madrid mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-1 pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2017-2018 di Allianz Arena, Rabu (25/4/2018) waktu setempat atau Kamis (26/4/2018) WIB. Terdapat beberapa fakta menarik pada pertandingan tersebut.

Joshua Kimmich menjadi pencetak gol Bayern Munchen. Kimmich melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan Real Madrid setelah menerima umpan terobosan James Rodriguez dan mencetak gol.

-Agen Casino Online    Akan tetapi, Real Madrid menyamakan kedudukan satu menit menjelang jeda. Marcelo berhasil memaksimalkan umpan Daniel Carvajal untuk mencetak gol.

Bayern Munchen kembali kebobolan ketika pertandingan berjalan 57 menit. Marco Asensio yang tampil sebagai pemain pengganti mencatatkan nama di papan skor.

-Berita Bola      Hasil tersebut membuat Real Madrid berada di atas angin. Sementara itu, Bayern Munchen wajib menang jika ingin melaju ke partai puncak Liga Champions 2017-2018.

Berikut ini adalah tujuh fakta menarik setelah Real Madrid menang atas Bayern Munchen:

1.Real Madrid memenangi enam pertandingan beruntun melawan Bayern Munchen, sama seperti catatan mereka ketika menghadapi Ajax Amsterdam pada periode 2010 hingga 2012.

2.Bayern Munchen tiga kali mencetak gol terlebih dulu ke gawang Real Madrid, tetapi selalu menelan kekalahan.

3.Kesuksesan menaklukkan Bayern Munchen membuat Real Madrid mencatatkan 150 kemenangan di Liga Champions, terbanyak di kompetisi tersebut.

4.Marco Asensio mencetak tiga gol di Liga Champions dengan status pemain pengganti.

5.Tidak ada pemain yang berkontribusi gol lebih banyak dari Joshua Kimmich untuk Bayern Munchen di Liga Champions (tiga gol dan assist.

6.Marcelo mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir di Liga Champions. Jumlah itu sama dengan perolehan Marcelo dalam 53 penampilan sebelumnya.

7.Joshua Kimmich mencetak gol ke-100 untuk klub yang diasuh Jupp Heynckes pada ajang Liga Champions (22 bersama Real Madrid, 78 bersama Bayern Munchen.

Prediksi Bayern Munchen vs Real Madrid 26 April 2018

Prediksi Bayern Munchen vs Real Madrid 26 April 2018

 

 

Agen Judi Bola   -Berita Bola    Bayern dan Madrid sebelumnya sudah bertemu 24 kali di Eropa. Rekornya seimbang, sama-sama menang 11 dan dua laga lainnya berkesudahan imbang.

kan menjamu juara bertahan Real Madrid di Allianz Arena pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2017/18, Kamis (26/4). Dua tim yang paling sering bertemu di kompetisi Eropa ini harus kembali saling jegal.

Pertemuan terakhir mereka adalah di babak perempat final Liga Champions musim lalu. Madrid menyingkirkan Bayern dengan agregat 6-3 (2-1 tandang, 4-2 kandang).

-Agen casino online    Cristiano Ronaldo mencetak dua gol untuk Madrid di Jerman, dan mengukir hat-trick di Santiago Bernabeu. Musim itu, Madrid tembus sampai final dan meraih gelar mereka yang ke-12 di kompetisi ini. Musim itu, pasukan Zinedine Zidane juga jadi tim pertama di era Liga Champions yang mampu juara dua edisi secara beruntun.

Kali ini, Madrid mengincar final demi mencoba mewujudkan ambisi hat-trick juara Liga Champions. Bagi Bayern, ini adalah kesempatan untuk melakukan pembalasan sekaligus mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2013.

Bayern sampai di babak ini setelah menyingkirkan Sevilla dengan agregat 2-1 di fase sebelumnya. Kelolosan itu didapatkan pasukan Jupp Heynckes berkat kemenangan di Spanyol pada leg pertama lewat bunuh diri Jesus Navas dan gol Thiago Alcantara.

Sementara itu, Madrid lolos dramatis dari hadangan Juventus. Madrid menang 3-0 di Turin pada leg pertama berkat performa apik Ronaldo, yang mencetak dua gol dan merancang satu assist untuk Marcelo. Di Santiago Bernabeu, Juventus sempat menyamakan agregat lewat dua gol Mario Mandzukic dan satu gol Blaise Matuidi, tapi selamat dari bahaya setelah Ronaldo mencetak gol penalti saat injury time.

Bayern dan Madrid punya kualitas seimbang. Permainan ofensif mereka pun sama-sama menakutkan. Tidak bakal mudah mendapatkan pemenangnya.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Bayern (4-3-3): Ulreich; Alaba, Hummels, Boateng, Kimmich; Thiago Alcantara, Martinez, James Rodriguez; Ribery, Lewandowski, Muller.
Info skuat: Kingsley Coman (cedera), Arturo Vidal (cedera), Manuel Neuer (cedera).

Madrid (4-3-1-2): Navas; Marcelo, Ramos, Varane, Carvajal; Kroos, Casemiro, Modric; Isco; Ronaldo, Benzema.
Info skat: Nacho (meragukan).

HEAD TO HEAD (6 PERTEMUAN TERAKHIR)
19-04-2017 Madrid 4-2 Bayern (UCL)
13-04-2017 Bayern 1-2 Madrid (UCL)
30-04-2014 Bayern 0-4 Madrid (UCL)
24-04-2014 Madrid 1-0 Bayern (UCL)
25-04-2012 Madrid 2-1 Bayern (UCL)
17-04-2012 Bayern 2-1 Madrid (UCL).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR BAYERN
07-04-2018 Augsburg 1-4 Bayern (Bundesliga)
12-04-2018 Bayern 0-0 Sevilla (UCL)
14-04-2018 Bayern 5-1 Gladbach (Bundesliga)
18-04-2018 Leverkusen 2-6 Bayern (DFB Pokal)
21-04-2018 Hannover 0-3 Bayern (Bundesliga).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR MADRID
04-04-2018 Juventus 0-3 Madrid (UCL)
08-04-2018 Madrid 1-1 Atletico (La Liga)
12-04-2018 Madrid 1-3 Juventus (UCL)
16-04-2018 Malaga 1-2 Madrid (La Liga)
19-04-2018 Madrid 1-1 Bilbao (La Liga).

PREDIKSI SKOR
Bayern sangat kuat, terutama di kandang. Selain itu, Heynckes juga punya rekor bagus – belum pernah gagal membawa timnya ke final.

Dengan kualitas yang mereka miliki, Bayern mampu mengalahkan siapa saja.

Namun Madrid jelas bukan lawan sembarangan. Madrid tahu caranya bermain di kompetisi ini. Terlebih lagi, Liga Champions adalah satu-satunya kesempatan Madrid untuk berprestasi.

Madrid pasti akan mencurahkan segalanya untuk kompetisi ini.

Bayern punya kemampuan untuk mencetak mengoyak gawang lawan. Mengingat lini belakang Madrid yang cukup keropos, Bayern diprediksi sanggup mencetak satu atau dua gol ke gawang mereka.

Namun Madrid diyakini juga mampu melakukannya. Lagipula, Madrid punya Ronaldo yang sedang on fire. Ronaldo selalu mencetak gol dalam 12 penampilan terakhirnya untuk Madrid di semua kompetisi (total 22 gol). Ronaldo juga mencetak 24 dari 50 gol terakhir Madrid. Dia bisa menjadi pembeda.

LAPORAN PERTANDINGAN: UDINESE 2-6 JUVENTUS

Berita Bola Juventus sukses memetik kemenangan besar 6-2 atas Udinese meski harus bermain dengan sepuluh orang dalam laga pekan kesembilan Serie A Italia musim ini di Dacia Arena, Minggu (22/10) malam WIB.

Bianconeri yang mengawali laga dengan positif harus dikejutkan tuan rumah setelah Stipe Perica berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan tim tamu dan menaklukkan gawang Gianluigi Buffon saat laga baru berjalan delapan menit.

Namun Juventus memberikan respons cepat untuk menyamakan kedudukan enam menit berselang. Gol Juventus datang melalui bunuh diri Samir yang salah mengantisipasi sepak pojok Miralem Pjanic dan bola justru membobol gawangnya Udinese.

Agen Bola Sami Khedira membawa Juventus berbalik unggul pada menit ke-20 lewat sundulan yang memanfaatkan umpan silang Juan Cuadrado. Tapi momentum positif Juventus rusak enam menit berikutnya dengan adanya kartu merah Mario Mandzukic yang protes berlebihan setelah merasa dilanggar Ali Adnan di dalam kotak penalti.

Kalah jumlah pemain membuat Massimiliano Allegri menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih menjaga kedalaman hingga turun minum. Udinese pun lantas leluasa mengendalikan permainan dan mampu membuak skor menjadi imbang dua menit selepas jeda pertandingan berkat tandukan Danilo.

Hanya saja Lo Spirito alias mental juara Juventus ditunjukkan di sisa waktu babak kedua. Daniele Rugani mencatatkan namanya di papan skor saat membawa Juventus kembali unggul melalui gol sundulannya yang menyambut tendangan bebas Paulo Dybala pada menit ke-52.

Lima menit berselang, Khedira mengemas gol kedua sekaligus menjauhkan keunggulan Juventus berkat umpan sundulan Rugani. Gelandang asal Jerman itu melengkapi malam gemilangnya dengan torehan hat-trick pada menit ke-87 setelah dalam posisi bebas mengeksekusi umpan Gonzalo Higuain.

Juventus Pjanic menggenapi pesta gol Juventus menjadi setengah lusin dengan gol indahnya yang hadir melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Kemenangan telak ini tak membuat Juventus beranjak dari posisi ketiga klasemen, namun menipiskan jarak menjadi satu poin dengan Inter dan tiga poin dari Napoli yang masing-masing berada di atas mereka.

Cavani dan Neymar Jadi Starter, Sudah Berdamai?

Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery, berpotensi memainkan Neymar dan Edinson Cavani sejak menit awal kala bersua Bayern Munich dalam matchday 2 Liga Champions di Parc des Princes, Rabu, 27 September 2017 atau Kamis dini hari WIB. Emery menyatakan Neymar sudah bisa berlaga setelah sebelumnya absen karena masalah cedera.

Ya, Neymar sempat menghilang dari skuat PSG kala jumpa Montpellier, akhir pekan lalu. Menghilangnya Neymar membuat banyak pihak menduga friksi yang terjadi di lini depan PSG kian memanas.

Rumor tersebut langsung dibantah oleh Emery. Dia menyatakan Neymar absen karena memiliki masalah pada kakinya.

Jelang lawan Bayern, Neymar pun sudah berlatih sejak Selasa 26 September 2017. Kemungkinan besar, Neymar akan tampil sejak menit awal bersama dengan Cavani dan Kylian Mbappe.

Apakah ini pertanda bahwa Neymar dan Cavani sudah berdamai? Tak ada jawaban tegas dari situasi ini. Emery hanya menyatakan kedua pemain sudah saling mengerti tentang situasi yang sedang mereka hadapi.

“Neymar pasti ada di skuat untuk laga besok. Saya sudah bicara dengan kedua pemain dan mereka tahu bagaimana harus menyikapi situasi yang berkembang,” kata Emery dilansir Daily Mirror.

Hubungan antara Neymar dan Cavani memang sedang memanas. Itu setelah mereka berebut menjadi algojo penalti di laga kontra Olympique Lyon, 17 September 2017.

El Matador pun sempat menyindir Neymar yang berlagak sok jago di ruang ganti. Sindiran Cavani membuat pemain 25 tahun tersebut marah.

Insiden Aneh yang Bikin Modric Dikartu Kuning Wasit

Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 3-1 saat bertandang ke Signal Iduna Park menghadapi Borussia Dortmund di fase grup Liga Champions, Rabu dini hari, 27 September 2017.

Tiga gol Madrid dicetak Gareth Bale (18) dan Cristiano Ronaldo (49, 79). Sementara gol hiburan Dortmud dibukukan Pierre Aubameyang di menit 54.

Ada kejadian unik di laga ini. Gelandang El Real, Luca Modric mendapat kartu kuning karena mengukur jarak posisi tendangan bebas pemain Dortmund.

Seperti dilansir Marca, insiden ini terjadi di menit 40. Berawal dari wasit Bjorn Kuipers yang memberikan tendangan bebas kepada Dortmund karena pelanggaran Madrid.

Saat akan dilakukan tendangan bebas oleh pemain Dortmund di depan kotak penalti Madrid, Modric ragu jarak antara pagar hidup dengan titik tendangan bebas, sesuai aturan, yaitu 10 yard (9,15 meter).

Modric pun mencoba mengukur dengan menggunakan langkahnya. Tapi aksinya itu malah berbuah kartu kuning dari wasit karena dia dianggap menunda-nunda laga.

Sementara itu, Modric sendiri tampil apik di laga ini. Dia menyumbang satu assist pada menit 79 yang membantu Ronaldo mencetak gol ketiga Madrid di laga ini.

Jese: Madrid Selalu Ada di Hati Saya

Jese: Madrid Selalu Ada di Hati Saya

Striker Stoke City, Jese Rodriguez, mengatakan bahwa mantan klubnya, Real Madrid dan Las Palmas, akan selalu mendapat tempat istimewa di hatinya.

Meski harus dipaksa meninggalkan kedua klub tersebut dengan catatan prestasi yang kurang mengesankan di beberapa tahun terakhir, pemain Spanyol mengakui bahwa ia masih memiliki kenangan istimewa dengan dua tim tersebut.

Jese pun mengharap baik Madrid maupun Las Palmas akan bisa terus mendapatkan hal-hal positif dalam perjalanan mereka sebagai klub dan tim.

“Saya menjalani tahun yang fantastis selama berada di Madrid, begitu pula dengan Gran Canaria, dan saya mengharap kedua klub akan selalu diberikan yang terbaik. Mereka adalah dua tim yang akan selalu mendapat tempat istimewa di hati saya,” tutur Jese menurut Sportsmole.

“Namun sekarang, saya memikirkan masa kini, dan juga pertandingan berikutnya melawan Newcastle, kesempatan baru untuk membuktikan kemampuan saya.”

“Saya harus terus bekerja keras dan terus berkembang di kompetisi ini. Di masa depan, saya tidak tahu. Saya tak ingin menutup pintu apapun.”

Jese sempat mencuri perhatian The Potters ketika gol tunggalnya memastikan tim menang atas Arsenal di laga pekan kedua Premier League 17/18.

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Mantan pemain Chelsea, Frank Lampard mengungkapkan keyakinannya bahwa dua rekrutan anyar The Blues, Tiemoue Bakayoko dan Danny Drinkwater bisa mengisi peran yang ditinggalkan Nemanja Matic.

Pelatih Antonio Conte disebut frutrasi di sebagian besar musim panas ini dalam hal aktivitas transfer Chelsea. Tapi pada akhirnya mereka menambahkan Davide Zappacosta dan Danny Drinkwater di hari terakhir bursa transfer.

Drinkwater yang didatangkan dari Leicester City menjadi gelandang kedua yang didatangkan setelah Tiemoue Bakayoko datang lebih dahulu dari AS Monaco.

Dan mantan gelandang The Blues, Frank Lampard menilai dua gelandang baru itu bisa menggantikan Nemanja Matic yang hijrah ke Manchester United.

“Saya tahu mereka kehilangan Nemanja Matic, tapi Tiemoue Bakayoko dan Danny Drinkwater memberi mereka kedalaman tim,” ujarnya kepada London Evening Standard.

Chelsea sendiri saat ini tengah bersiap melawan Arsenal di akhir pekan ini setelah sebelumnya mengalahkan Qarabag enam gol tanpa balas di pertandingan pertama Liga Champions

 

 

Lampard: Bakayoko dan Drinkwater Bisa Gantikan Matic

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara

Josep Guardiola mengaku masih belum yakin apakah Manchester City akan sanggup memenangkan Premier League di musim kompetisi kali ini.

City sudah menghabiskan dana lebih dari 200 juta poundsterling untuk membeli pemain anyar musim ini. Di antara nama-nama yang mendarat ke Etihad, beberapa yang menjadi sorotan antara lain Kyle Walker, Danilo, dan Ederson.

Klub Manchester Biru juga sudah mencatat start apik dengan menang telak 5-0 atas Liverpool di kandang sendiri pekan lalu. Ekspektasi pun kian tinggi, untuk klub yang musim lalu hanya mampu finish di peringkat tiga.

Namun demikian, Guardiola mengaku enggan menunjukkan optimisme berlebih terkait kans juara City di Liga Primer 17/18.

“Saya puas dengan bursa transfer City, namun saya tidak tahu. Percayalah, saya tidak tahu apakah kami mampu bersaing untuk merebut gelar juara karena kami masih dalam proses untuk terus berkembang,” tutur Guardiola menurut Sportsmole.

“Kami bahagia dengan pemain yang kami punya, mereka bisa membayangkan ‘kami bisa bermain bagus, lebih baik dari musim lalu’, namun serius, saya tidak tahu.”

“Kita lihat saja nanti apa yang terjadi.”

City akan menghadapi Feyenoord tengah pekan ini di laga perdana mereka di Liga Champions, sebelum meladeni perlawanan Watford di hari Sabtu.

 

Sudah Belanja Banyak, Pep Belum Yakin City Bisa Juara