Posts

Lionel Messi sang bintang melawan MASSI

Lionel Messi Menang Duel Lawan Massi

-AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA    Mega bintang Blaugrana itu memiliki nama yang cukup populer di seluruh belahan dunia berkat kepiawaiannya di atas lapangan. Sudah banyak pesepak bola muda yang digadang-gadangkan bisa menjadi suksesor Messi tapi satu per satu tumbang.

-BERITA BOLA TERKINI      Setelah ratusan kali membawa kemenangan bagi FC Barcelona dan puluhan kali bagi tim nasional Argentina, kini Lionel Messi sukses mengalahkan Massi.
Atas ketenaran nama Messi, sebuah produsen alat-alat sepeda menjual produk baju dengan nama Massi. Messi berang sebab produk tersebut mempergunakan logo ‘M’ yang biasa ia pergunakan sehingga bisa menciptakan kebingungan pada masyarakat.

Kala itu Messi berniat mematenkan logo ‘M’ yang biasa ia pergunakan untuk busana dan sepatu olahraga ke Kantor Intelektual Properti Spanyol (EUIPO) agar tidak terjadi kebingungan dengan merek Massi.

Pihak Massi yang dimiliki oleh Jaume Masferrer Coma bersikukuh bahwa merek produknya sudah lebih dulu terdaftar di Uni Eropa sehingga klaim Messi lah yang menciptakan kebingungan.

Tidak tanggung-tanggung, La Pulga langsung melaporkan produsen tersebut ke pengadilan Uni Eropa atas pelanggaran hak cipta atas logo namanya pada 2011 silam.

Setelah tujuh tahun kemudian, Lionel Messi memenangkan gugatan di mana pengadilan mengakui adanya kesamaan dua merek tersebut.

Pengadilan pun menyebut ketenaran nama Messi di mata internasional, khususnya di dunia olahraga adalah pihak yang dirugikan, bukan produsen sepeda yang sudah berdiri sejak 1934 itu.

-AGEN CASINO ONLINE TERPERCAYA      “Ketenaran sang pesepak bola berseberangan dengan kesamaan visual dan fonetik antara mereknya dengan merek Massi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan asal Spanyol,” ujar Pengadilan Tinggi Uni Eropa dalam pernyataan resminya.

“EUIPO salah karena menyimpulkan bahwa penggunaan merek Messi untuk peralatan dan busana olahraga, perlengkapan dan perlengkapan keamanan dan lainnya, bisa menciptakan kebingungan dengan merek Massi di mata konsumen.”

“Pertimbangan signifikan yang berkaitan dengan publik akan mengasosiasikan nama Messi dengan nama tenar seorang pesepak bola, dan oleh karenanya nama Massi akan dipandang berbeda.”

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

 

David Villa harus menerima kenyataan dicoret dari skuad tim nasional Spanyol untuk pertandingan melawan Liechtenstein. Federasi sepakbola Spanyol, RFEF, memberikan konfirmasi karena mantan bintang Valencia dan Barcelona ini mengalami cedera paha.

Villa untuk pertama kalinya dipanggil setelah terakhir kali membela La Furia Roja pada Piala Dunia 2014. Dia sempat mendapat jatah bermain saat Spanyol mengalahkan Italia 3-0 di Santiago Bernabeu, Sabtu (2/9/2017) atau Minggu dini hari WIB.

Namun, penampilannya yang sesaat setelah masuk menggantikan Isco pada menit ke-90, menjadi yang terakhir. Dia dibekap cedera paha sehingga tak bisa turut serta bersama para pemain lain untuk pertandingan di kandang Liechtenstein pada Selasa (5/9/2017).

“Setelah memantau perkembangan cedera otot yang diderita David Villa pada latihan Minggu pagi, diputuskan bahwa pemain tersebut akan meninggalkan skuad dan tidak akan pergi ke Liechtenstein,” demikian pernyataan RFEF.
“Layanan medis tim nasional sudah memberikan informasi ini kepada klubnya.”

Selama kariernya, Villa tampil dalam 98 laga bersama timnas Spanyol dengan kontribusi 59 gol. Torehan tersebut membuat Villa sebagai top scorer sepanjang masa bagi timnas Spanyol.

Pelatih Julen Lopetegui memanggil kembali Villa karena performanya yang impresif bersama New York City pada MLS musim lalu. Dia mencetak 19 gol dan membuat sembilan assist sehingga layak dipilih sebagai pengganti Diego Costa.

Spanyol saat ini memuncaki klasemen sementara Grup G Kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa. La Roja mengumpulkan total 19 poin dari tujuh laga yang sudah dimainkan, unggul tiga angka atas Italia di urutan kedua.

 

Cedera Paha, David Villa Dicoret dari Skuad Spanyol

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol

David Villa memang hanya dimainkan beberapa menit saja saat membantu Spanyol menaklukkan Italia. Namun, kesempatan itu tetap ia tanggapi positif karena bukan tugas mudah untuk bisa terpilih membela timnas negaranya.

Setelah tiga tahun absen, Villa akhirnya bisa kembali membela Spanyol unutk mengarungi sisa laga Kualifikasi Piala Eropa 2018. Kesempatan itu sudah lama tidak didapat karena penampilan terakhirnya adalah ketika Piala Dunia 2014.

Meski masuk dalam jajaran skuat Spanyol, Villa tetap harus bersaing dengan penyerang lain yang lebih muda. Oleh karena itu, ia hanya dimainkan beberapa menit saja ketika Spanyol menaklukkan Italia pada dini hari tadi.

Villa yang saat ini berusia 35 tahun baru tampil untuk menggantikan Isco yang sudah mencetak sepasang gol pada menit ke-89. Kesempatan untuk menginjak rumput Stadion Santiago Bernabeu itu tetap dirasa istimewa bagi Villa.

“Saya sudah sering bilang bahwa bukan perkara mudah untuk kembali lagi ke timnas. Tapi, saya tidak pernah berhenti bermimpi. Itulah yang membuat saya tetap senang berada di sini,” kata Villa seusai laga.

“Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk kembali ke sini (timnas Spanyol). Pertandingan tadi adalah momen penting untuk melewati kualifikasi,” tambahnya.

Dengan digantikannya Isco pada menit terakhir, artinya Villa sudah tampil sebanyak 98 kali untuk timnas Spanyol. Torehan itu membuatnya semakin dekat menuju penampilannya yang ke-100 meskipun usianya sudah menginjak 35 tahun.

“Sulit untuk menggambarkan perasaan saya saat ini, namun yang pasti saya sangat bahagia. Terima kasih semuanya. Saya tak menyadari jika disukai orang seperti ini,” kata Villa menanggapi penampilannya.

“Anda harus bertanding selangkah demi selangkah. Sekarang adalah waktunya untuk istirahat. Nanti saya akan coba untuk memainkan laga ke-99 dan selanjutnya kita lihat saja,” tutup striker yang saat ini membela New York City tersebut

 

Kesan David Villa setelah Dimainkan Beberapa Menit oleh Spanyol

 

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Tak lama setelah Liverpool gagal mendatangkan Virgil van Dijk dan Naby Keita pada percobaan kedua di bursa transfer, Barcelona datang dengan tawaran lebih dari €100 juta untuk memboyong Philippe Coutinho. Kopites sudah tentu cemas bukan kepalang. Sudah sasaran transfer meleset, datang pula tawaran yang tak bisa ditolak untuk pemain terbaik yang mereka punya.

Suasana sirik dan panik di Merseyside tentu bisa dimaklumi dalam periode tersebut. Tanda-tanda déjà vu musim 2014/15 sedikit tercium. Jika The Reds kehilangan Luis Suarez yang merupakan pemain kunci dalam perjalanan ke posisi runner-up saat itu, musim ini Coutinho yang berpotensi hengkang. Kekhawatiran akan berulangnya kampanye buruk di semua kompetisi pun merasuk ke sanubari fans.

Kopites semakin mencak-mencak dan mulai mencaci maki Fenway Sports Group (FSG) ketika Coutinho mengajukan permintaan transfer. FSG sebagai pemilik saham mayoritas dinilai tidak becus mengurus klub, sampai beberapa meminta mereka angkat kaki. Saga transfer ini diikuti oleh pernyataan keras FSG, tapi Coutinho melanjutkan aksinya dengan mogok di lima laga awal.

Adapun atmosfer sesak yang berakar dari isu kepergian The Little Magician mulai mereda jelang September. Penyebabnya jelas, The Reds berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, membantai Arsenal, lalu meresmikan transfer Naby Keita untuk 2018. Ditambah dengan memanasnya isu kedatangan Van Dijk dan Thomas Lemar, kecemasan akan transfer Coutinho perlahan kabur.

Sebaliknya, Kopites gantian murka terhadap sang playmaker ketika fotonya berlatih di skuat Brasil beredar luas. Asumsi bahwa Coutinho memalsukan cederanya kian kuat dan opini publik mulai menyudutkan bintang Brasil itu. Jika kepercayaan Jurgen Klopp ikut luntur, jangankan kembali ke skuat utama, Coutinho bisa saja bernasib sama seperti Mamadou Sakho.

Bukan tidak mungkin Kloppo marah pada Coutinho karena pemalsuan cedera punggung. Sakho yang jadi salah satu bek andalan di musim 2015/16 saja diasingkan selama setengah musim, sebelum dipinjamkan ke Crystal Palace, karena indisipliner. Sang manajer memang mengaku siap menerima kembali Coutinho pekan lalu, tapi situasi sudah berubah drastis di Anfield.

Kejadian ini kiranya akan mengubah sikap Klopp dan FSG terkait penjualan Coutinho ke Barcelona. Mereka memang menolak tawaran awal Blaugrana, namun raksasa Spanyol itu siap kembali dengan tawaran yang lebih besar. Seandainya tawaran superbesar kembali datang, publik takkan terkejut atau murka lagi ketika Coutinho hijrah ke Camp Nou.

Skenario tanpa Coutinho mulai terbayang setelah Liverpool menghantam Arsenal empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, The Reds tampil sangat cari tanpa kehadiran playmaker utamanya. Biasanya Liverpool akan langsung mengoper bola pada Coutinho jika buntu, tapi pemandangan yang menunjukkan ketergantungan itu tak tampak lagi.

Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino melakukan pressing ketat nan akurat di jantung pertahanan Arsenal. Dengan keunggulan teknik trio tersebut, plus keseimbangan yang ditawarkan Emre Can dan Jordan Henderson, serangan kilat Liverpool selalu mengalir dengan indah. Senjata ini sejatinya sudah cukup untuk menghadapi klub papan atas yang berfilosofi menyerang.

Bukan berarti Coutinho tidak dibutuhkan. Sepakan jarak jauh dan dribel maut bintang Brasil itu masih berguna ketika menghadapi musuh yang parker bus. Adapun Kloppo berusaha mencari alternatif dan pelan-pelan memperkenalkan Liverpool tanpa Coutinho. Toh, jika dibandingkan dengan Suarez, Coutinho bukan sosok yang bisa seorang diri menentukan hasil akhir pertandingan.

Antisipasi kepergian Coutinho sudah dilakukan dengan transfer Naby Keita. Setelah negosiasi sengit dengan RB Leipzig, akhirnya Michael Edwards berhasil mendapatkan targetnya. Gelandang Guinea itu baru akan bergabung ke Anfield musim depan, tapi kedatangannya seolah-olah menjadi pesan perpisahan untuk Coutinho – entah musim ini ataupun musim depan.

Butuh dua transfer lagi dan Coutinho takkan dirindukan oleh publik Anfield. Virgil van Dijk jadi sosok yang paling dibutuhkan untuk mengakhiri kekacauan lini belakang. Sementara itu, Thomas Lemar diplot untuk memperkuat daya gedor sekaligus berpotensi mengisi posisi Coutinho. Bayangkan jika pembelian itu benar terwujud, kedalaman skuat The Reds akan mampu bersaing dengan papan atas Liga Primer!

Walau kedalaman skuatnya terkesan tidak spesial, jangan lupa Kloppo punya deretan pemain yang versatile, mampu mengisi beberapa posisi. James Milner mampu menjadi bek kiri, sementara Lemar kadang dimainkan sebagai gelandang tengah. Mane dan Salah bisa bertukar posisi, lalu Milner dan Adam Lallana pernah bermain sebagai pemain sayap di klub sebelumnya. Untuk posisi bek, ada Joe Gomez yang bisa bermain sebagai wingback kanan dan kiri.

Jurgen Klopp akan dipersenjatai dengan kedalaman skuat unggulan dengan selisih kemampuan yang tidak berbeda jauh. Masih jauh dari ideal, mengingat minimnya pemain berpengalaman. Liverpool saat ini merupakan salah satu tim dengan rata-rata usia termuda di Liga Primer Inggris. Namun siapa peduli? Borussia Dortmund bahkan menaklukkan Bundesliga 2010/11 dengan rata-rata usia 23,77 tahun.

Kedalaman dan kualitas potensial Liverpool tidak menyisakan tempat untuk Coutinho. Bahkan bisa dikatakan, Jurgen Klopp sudah menatap hari-hari tanpa keberadaan Coutinho. Sang manajer memang bersikeras tak ingin melepas Coutinho, tapi gerak-gerik transfernya menunjukkan hal yang sebaliknya. Apapun keputusan sang playmaker, The Reds sudah siap menjalani musim tanpa kehadirannya.

Namun dalam semesta paralel, sebuah dunia yang paling ideal untul Liverpool, Coutinho akan bertahan di Anfield dan harus bersaing dengan Keita, Lemar, serta Lallana. Persaingan internal pun semakin ketat dan kualitas masing-masing pemain akan berkembang dengan pesat. Mungkin bakal ada yang terpental dalam persaingan, bisa saja Coutinho, tetapi hal tersebut bisa dibilang positif untuk tim yang berusaha mengulang kejayaan masa lalunya.

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

 

 

 

Prediksi Colchester vs Tottenham 30 Januari 2016

Prediksi Colchester vs Tottenham 30 Januari 2016

Prediksi Colchester vs Tottenham 30 Januari 2016. Colchester United berhasil melaju ke babak berikutnya usai menundukkan Charlton Athletic dengan skor 2-1. berbeda dengan Tottenham yang harus menjalani babak ulang agar bisa melaju ke putaran berikutnya.

Colchester United yang berasal dari kompetisi League One bakal melawan klub dari Premier League yang sekarang ini sedang dalam progres yang meningkat.

Prediksi Colchester vs Tottenham 30 Januari 2016

Kans Tottehnham Hotspur buat meraih kemenangan cukup besar, apalagi performa Colchester United pada lima laga kandang terakhirnya tidak cukup bagus, dimana hanya memperoleh satu kemenangan, sekali imbang, dan tiga kali kalah.

Situasi Colchester United kian diperparah dengan hasil yang mereka peroleh pada tiga laga terakhir yang cuma mendapatkan satu kali imbang dan dua kali kalah. Sedangkan Tottenham Hotspur mampu menyabet kemenangan beruntun pada dua pertandingan terakhirnya sehingga diperkirakan pada laga nanti bakal menjadi milik Spurs yang juga unggul dari komposisi pemain.

Head to head Colchester United vs Tottenham Hotspur :

  • 20/07/13 Colchester United 0 – 0 Tottenham Hotspur

Lima pertandingan terakhir Colchester United :

  • 23/01/16 Scunthorpe United 3 – 0 Colchester United
  • 20/01/16 Colchester United 1 – 1 Fleetwood Town
  • 16/01/16 Colchester United 1 – 2 Sheffield United
  • 09/01/16 Colchester United 2 – 1 Charlton Athletic
  • 02/01/16 Oldham Athletic 1 – 1 Colchester United

Lima pertandingan terakhir Tottenham Hotspur :

  • 23/01/16 Crystal Palace 1 – 3 Tottenham Hotspur
  • 16/01/16 Tottenham Hotspur 4 – 1 Sunderland
  • 14/01/16 Tottenham Hotspur 0 – 1 Leicester City
  • 03/01/16 Everton 1 – 1 Tottenham Hotspur
  • 28/12/15 Watford 1 – 2 Tottenham Hotspur

Prediksi Susunan Pemain Colchester United vs Tottenham Hotspur :

Colchester United : Kean Briggs, Wynter, Eastman, Brindley, Garvan, Massey, Moncur, Gilbey, Porter, Sordell.

Tottenham Hotspur : Lloris, Walker, Alderweireld, Vertonghen, Davies, Carroll, Dier, Eriksen, Alli, Lamela, Kane.

Prediksi Colchester vs Tottenham 30 Januari 2016

Colchester 1 vs 2 Tottenham

Posted By : Agen Bola