Posts

Paulo Dybala Terlibat Konflik dengan Pelatih Juventus

Striker Juventus, Paulo Dybala, dikabarkan Calciomercato terlibat konflik dengan Massimiliano Allegri, saat I Bianconeri bertandang ke markas Udinese pada laga pekan kesembilan Serie A, di Dacia Arena, Minggu (22/10/2017).

kejadian bermula ketika Allegri menarik keluar Paulo Dybala dan digantikan Douglas Costa pada menit ke-68. Tidak senang dengan keputusan tersebut, pemain berjuluk La Joya itu terlihat mengeluarkan kata-kata hinaan kepada sang pelatih.

Dybala dikabarkan merasa kesal karena kehilangan kesempatan mendulang gol. Padahal, Juventus tengah menguasai permainan dan unggul 4-2 atas Udinese.

Akibat kejadian tersebut, manajemen Juve akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Salah satu hukuman yang mungkin diterima Dybala adalah dicadangkan pada laga selanjutnya.

Leonardo Bonucci juga pernah melakukan hal serupa pada Serie A 2016-2017. Bonucci terlibat argumen dengan Allegri ketika Juve menang 4-1 atas Palermo, 24 Februari 2017. Akibatnya, Bonucci yang kini berseragam AC Milan dicadangkan pada laga selanjutnya.

Penampilan Paulo Dybala tengah mendapat sorotan setelah gagal mendulang gol dalam lima pertandingan terakhir. Sang pemain gagal mengulangi catatan apiknya pada empat pertandingan awal Serie A bersama Juventus. Ketika itu, Dybala sukses mengemas delapan gol.

 

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup, Juventus ada dalam posisi bagus untuk lolos dari Grup H. Mereka pun diminta untuk lekas mengamankan tiket lolos dengan mengalahkan Olympique Lyon.

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Juve saat ini tengah memimpin klasemen Grup H dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Mereka punya jumlah poin yang sama dengan Sevilla dan unggul empat poin dari Lyon.

Di matchday 4, Kamis (3/11/2016) dinihari WIB, Bianconeri akan menjamu Lyon di Juventus Stadium. Kemenangan dari pertandingan tersebut akan mengantar Juve lolos ke babak 16 besar.

Dengan situasi saat ini, Juve juga punya kans untuk lolos sebagai juara grup. Tapi allenatore Juve, Massimiliano Allegri, ingin timnya memastikan tiket ke babak 16 besar lebih dulu dan tak meremehkan Lyon.

“Lyon bermain baik melawan kami dan meraih kemenangan bagus di kandang lawan (di Ligue 1) akhir pekan kemarin, tapi kami tidak boleh menyia-nyiakan apa yang kami lakukan di Lyon dua pekan lalu,” ujar Allegri dalam konferensi pers jelang pertandingan.

“Kami respek kepada Lyon karena mereka adalah tim yang sangat bagus, dengan dua penyerang berbahaya yang bisa menyulitkan tim manapun. Kami sedang oke tapi kami jelas bisa lebih baik.”

“Besok, lolos atau tidaknya ada di tangan kami dan setelah itu kami bisa berpikir soal posisi pertama. Mari kerjakan itu satu per satu. Yang paling penting adalah meraih hasil positif, karena tahu ini tidak akan mudah,” katanya seperti dikutip dari Soccerway.

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain, Tak ada rasa sakit hati dari Maurizio Sarri ketika Gonzalo Higuain jadi penentu kekalahan Napoli semalam. Sarri justru mendoakan yang terbaik untuk Higuain.

Sarri Mengaku Ikut Senang dan Mendoakan yang Terbaik untuk Higuain

Higuain untuk pertama kalinya berjumpa Napoli, setelah kepindahannya yang terbilang kontroversial dan berlarut-larut, di pekan ke-10 Serie A yang dihelat di Juventus Stadium, Minggu (30/10/2016) dinihari WIB tadi.

Sebelum duel tersebut, Juve dan Napoli sudah dipanas-panasi oleh pemberitaan soal bagaimana sambutan fans Il Partenopei pada Higuain.

Higuain lantas menjadi starter di laga tersebut dan juga mimpi buruk untuk Napoli ketika golnya di menit ke-70 memastikan kemenanangan Bianconeri dengan skor tipis 2-1. Napoli sempat menyamakan skor lewat Jose Callejon setelah tertinggal lebih dulu karena gol Leonardo Bonucci.

Tak ada perayaan sama sekali dari Higuain ketika sepakan first time kaki kirinya menjebol jala Pepe Reina. Napoli boleh kalah karena gol mantan pemainnya tersebut, tapi bagi Sarri, Higuain tetap bintang yang pernah mengangkat Napoli dan turut senang jika eks pemainnya itu sukses.

“Dia fenomenal, bola liar di kaki Gonzalo itu artinya lonceng kematian untuk para pemain bertahan,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Jika Gonzalo memenangi sesuatu di Eropa, saya akan senang. Tidak untuk Juve, tapi tentu saya akan turut senang untuknya,” sambungnya.

Dengan tambahan tiga poin ini, Juve (27 poin) kokoh di puncak klasemen dengan keungguan lima poin atas Roma di posisi kedua. Itu adalah kemenangan beruntun keenam di kandang sendiri. Sementara Higuain sudah punya delapan gol dari 12 pertandingan di seluruh kompetisi musim ini.

Napoli pun dibuat kian tertinggal di papan atas klasemen setelah hanya menempati urutan ketiga dengan 20 poin.

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar, Gianluigi Buffon tak senang dengan kritik yang dialamatkan kepadanya. Kiper tim nasional Italia dan Juventus itu akan membuktikan kalau penilaian negatif kepadanya salah besar.

Buffon Akan Membuktikan Kalau Penilaian Negatif Kepadanya Salah Besar

Penampilan Buffon tengah disorot. Itu setelah kiper 38 tahun tersebut membuat kesalahan fatal pada dua laga terakhir.

Satu kesalahan dibuat Buffon saat Italia ditahan Spanyol 1-1 pada kualifikasi Piala Dunia 2018. Buffon membuat blunder yang menyebabkan gawangnya kebobolan oleh Vitolo.

Kemudian ketika membela Juventus pada lanjutan Serie A, kesalahan Buffon berbuah gol untuk Udinesee yang dibuat Jakub Jankto. Beruntung buat tim Turin, Paulo Dybala mencetak dua gol kemudian.

Kritik kepada Buffon mulai mengarah kepada usianya. Penampilan Buffon dinilai sudah menurun.

“Saya tunggu mereka nanti akan menelan kata-kata mereka sendiri. Pensiun? Saat waktunya tiba nanti saya akan menerimanya dengan legawa, tapi saya belum memikirkannya saat ini,” kata Buffon seperti dikutip Football Italia.

“Saya masih ingin tampil di Piala Dunia 2018,” imbuh Buffon .

Saat ini, Buffon tengah bersiap menghadapi Olympique Lyonnais pada matchday ketiga Liga Champions, Rabu (19/10/2016) dini hari WIB.

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya, Penyerang Juventus Paulo Dybala menegaskan timnya harus tampil lebih baik lagi, apalagi laga melawan Napoli dan AS Roma sudah semakin dekat.

Dybala Ingatkan Juventus Untuk Tingkatkan Lagi Peformanya

Juve meraih kemenangan 2-1 saat menjamu Udinese, Minggu (16/10/2016) dinihari WIB. Di laga itu Bianconeri ketinggalan lebih dulu sebelum bangkit lewat sepasang gol Dybala.

Di partai lain ada AS Roma yang mengalahkan Napoli, membuat Giallorossi kini naik ke posisi dua dengan 16 poin mengungguli Partenopei di peringkat tiga dengan 14 angka.

Rangkaian hasil-hasil di giornata 8 Serie A tersebut membuat Juventus kini bertengger sebagai pemuncak klasemen dengan 21 angka, unggul lima poin atas tim terdekat.

“Kami baru berada pada bulan Oktober. Itu tadi merupakan sebuah kemenangan yang bagus, tapi masih ada banyak pertandingan-pertandingan penting, secara khusus lawan Napoli dan Roma,” kata Dybala kepada Sky Italia yang dilansir Soccerway.

Bulan ini Juve masih menyisakan tiga pertandingan Serie A, secara beruntun melawat ke markas AC Milan, menjamu Sampdoria, lalu disambangi Napoli. Sementara partai lawan Roma berlangsung pada 18 Desember, sepekan usai menghadapi Torino di partai derby.

Penyerang asal Argentina tersebut juga mewanti-wanti agar timnya bermain lebih mantap dan tidak seperti ketika menjamu Udinese di Turin.

“Kami mesti lebih baik lagi, tak boleh kesusahan seperti itu di sepertiga lapangan sendiri. Udinese bermain bagus, mereka punya lini serang yang amat bagus dan tidaklah mudah melawan sebuah tim tangguh,” ujarnya.

“Kami harus lebih baik lagi dalam penguasaan bola. Kami mesti terus berjalan selangkah demi selangkah. Ini akan menjadi sebuah bulan yang menentukan dan penting buat kami,” sebut Dybala.

Selain tiga partai Serie A, pada bulan Oktober ini La Vecchia Signora juga akan terlibat partai Liga Champions dengan menyambangi markas Lyon pada tengah pekan depan.

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions, Dinamo Zagreb. Bianconeri berkaca dari kekalahan AS Roma pada musim lalu.

Juventus tak akan menganggap enteng lawan di Liga Champions

Musim lalu, Roma menyerah 2-3 saat bertandang ke markas klub Belarusia, BATE Borisov, di fase grup Liga Champions. Giallorossi bahkan kemasukan tiga gol dalam 30 menit pertama.

Meski pada akhirnya Roma lolos dari fase grup, Juventus tak mau menelan kekalahan serupa. Mereka pun akan mewaspadai tuan rumah Dinamo pada laga Grup H di Stadion Maksimir, Zagreb, Rabu (28/9/2016) dinihari WIB.

“Ini banyak mengingatkan saya akan Liga Champions musim lalu, dengan BATE Borisov-Roma. Dengan tetap menaruh rasa hormat, BATE jauh di bawah Roma, baik saat itu atau sekarang,” ujar bek Juventus, Giorgio Chiellini, seperti dikutip Football Italia.

“Itu adalah pertandingan-pertandingan tandang yang, jika Anda menghadapinya dengan cara yang tepat, Anda bisa menang dan tak akan ada yang mengingatnya. Jika Anda menghadapinya dengan cara yang salah, itu adalah laga-laga yang bisa menjadi seperti yang dialami Roma tahun lalu, dan jika Anda beruntung Anda bisa meraih hasil seri pada akhirnya,” lanjut Chiellini.

Di matchday 1, Juventus ditahan imbang Sevilla 0-0. Sementara itu, Dinamo kalah telak 0-3 di markas Lyon.

“Dinamo tentunya merupakan tim yang berbakat dan mengandalkan teknik. Setiap orang yang sudah sangat berpengalaman, seperti saya, tahu bahwa laga-laga tandang di Liga Champions selalu sangat sulit. Jadi, kami memperkirakan tim ini, yang juga punya kecepatan, akan memberi kami masalah,” tutur Chiellini.

“Kami menyadari hal itu, tapi kami di sini bermain untuk menang. Saya pikir grup ini cukup berimbang, jadi masih terlalu dini untuk bicara soal poin yang dibutuhkan untuk lolos. Kami memahami bahwa setelah bermain imbang di kandang sendiri, penting untuk menang,” katanya.

Bocah Ajaib Dari Juventus Diincar Manchester Dan Klub Besar Lainnya

Liga108Grigoris Kastanos, pemain muda Juventus yang diincar banyak klub EropaRegenerasi merupakan hal yang kerap terjadi dan jadi bagian sirkulasi perkembangan sepakbola. Banyak klub-klub yang sudah melakukannya, demi mencari pengganti pemain senior yang mulai termakan usia, seperti halnya Juventus yang memiliki Kastanos, Sabtu (17/09/16). Investasi besar klub kepada pemain tak hanya dilakukan kepada pemain yang sudah matang, atau sarat pengalaman. Namun juga kepada pemain muda yang memiliki potensi untuk jadi aset jangka panjang. Bocah Ajaib Dari Juventus Diincar Manchester Dan Klub Besar Lainnya.

Video

Saat ini, ada satu pemain muda yang tengah menjadi komoditas panas bursa transfer. Dia adalah pemain muda Juventus berusia 18 tahun, Kastanos, dan berposisi sebagai gelandang serang, yang dapat bermain sebagai gelandang tengah dan penyerang sayap kiri.

Kastanos disinyalir diminati Everton dan Manchester United yang mengirim pemantau bakat, untuk melihatnya langsung di tim primavera Juventus. Namun kabar itu dibantah agen Kastanos, Yanni Evangelopoulos.

“Saya sama sekali tidak tahu ada ketertarikan dari Manchester United dan Everton, hanya mengetahuinya dari media. Grigoris, meski masih muda, pesepakbola professional yang dikontrak Juventus dan dia berada di tim utama pada pramusim musim panas tim,” ucap Evangelopoulos, diberitakan ESPN.

Evangelopoulos pun menegaskan bahwa kliennya itu akan tetap bersama Bianconeri untuk mengembangkan kariernya. Menurutnya Kastanos tak perlu hengkang, karena berada di salah satu klub terbaik dunia.

“Menyenangkan mendengar ketertarikan dari klub lain, tapi Juventus juga salah satu klub besar – menurut saya salah satu dari 10 tim besar Eropa. Grigoris sangat fokus mengembangkan kariernya di Juventus dan mencoba yang terbaik untuk mereka,” tegas Evangelopoulos.

Kastanos merupakan pemain timnas Siprus yang sudah bermain dua kali dan baru-baru ini memainkan laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Belgia. Ia bergabung dengan tim muda Juventus dari Enosis Neon Paralimni pada 2014, dan memiliki kemampuan dalam mendribel bola dengan kekuatan yang terletak di kaki kiri.

Posted By Agen Bola

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus, Pelatih Sevilla, Jorge Sampaoli, menyebut timnya berada di level yang sama. Namun, ia juga berterima kasih banyak pada Sergio Rico atas hasil imbang yang didapat.

Sampaoli Sebut Sevilla Berada di Level yang sama Dengan Juventus

Bertanding melawan Juventus pada matchday I Liga Champions di Stadion Juventus, Kamis (15/9/2016) dini hari WIB, Sevilla pulang dengan membawa satu poin. Mereka menahan imbang Juventus 0-0.

[Baca Juga: Juventus Ditahan Imbang Sevilla]

“Tidak ada perbedaan di antara kedua tim; kami berada di level yang sama,” ucap Sampaoli seusai pertandingan seperti dilansir Soccerway.

Pernyataan Sampaoli didasari oleh kemampuan pemainnya mencari celah di lini pertahanan Juventus. Selain itu, pria asal Chile itu juga mengklaim kalau timnya mengontrol tempo permainan.

Kendati begitu, catatan statistik menunjukkan bahwa Juventus tampil cukup agresif. Tim besutan Massimiliano Allegri itu melepaskan 16 attempts sepanjang pertandingan, meskipun hanya 4 di antaranya yang mengarah tepat sasaran.

Bagi Sevilla, untung ada Sergio Rico. Kiper berusia 23 tahun tersebut membuat 4 penyelamatan sepanjang pertandingan; yang artinya seluruh 4 attempts on target Juventus ia mentahkan.

Performa Rico pun tidak menurun di saat-saat genting. Pada injury time babak kedua, ia masih sempat menggagalkan sundulan Alex Sandro –yang diarahkan ke pojok kiri bawah.

“Sergio Rico juga cukup nyaman memainkan bola dengan kakinya dan dia membuat penyelamatan gemilang di menit-menit akhir. Dia tampil bagus malam ini,” kata Sampaoli.

Rico adalah salah satu kiper pembuat penyelamatan terbanyak di La Liga 2016/2017 sejauh ini. Dalam catatan Squawka, ia sudah membuat total 11 penyelamatan dalam 3 pertandingan.

Jumlah 11 penyelamatan itu sama dengan yang dibuat oleh kiper Las Palmas, Javi Varas, dan hanya kalah dari kiper Celta Vigo, Sergio Alvarez, yang sudah membuat 15 penyelamatan.

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto, Juventus masih belum mau sesumbar untuk menargetkan juara Liga Champions. Bagi ‘Si Nyonya Tua’, Scudetto keenam beruntun terlihat lebih realistis.

Target Utama Juventus adalah Memenangi Gelar Scudetto

Bukan rahasia lagi jika Juve begitu mendambakan trofi Liga Champions karena terakhir kali mereka menjuarainya adalah tahun 1996. Setelah itu Juve hanya nyaris menjuarai karena selalu kalah di tiga final, yakni 1998, 2003, dan 2015.

Pembelian sejumlah pemain top di bursa transfer musim panas lalu seperti Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Dani Alves, dan Mehdi Benatia jadi tanda keseriusan Bianconeri untuk berbicara banyak di kompetisi Eropa. Kehilangan Paul Pogba rasa-rasanya masih bisa ditutupi oleh para pemain lain.

Namun, Allegri tak sependapat dengan itu karena persaingan di Eropa lebih sengit dan Juve menurutnya bukan salah satu kandidat utama mengingat masih banyak tim-tim kuat lain seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, atau Manchester City.

Bagi Allegri, gelar Scudetto lebih realistis untuk diraih. Lagipula Juve juga mengincar rekor baru di Serie A yakni juara untuk enam musim beruntun, sesuatu yang belum pernah dicapai tim lain.

“Adalah sedikit berlebihan jika menyebut kami favorit juara Liga Champions. Kami hanya termasuk beberapa klub non unggulan yang mungkin saja memenangi trofi itu,” tutur Allegri di Soccerway.

“Tujuan utama kami adalah Scudetto – Scudetto keenam beruntun akan membuat kami menjadi klub legendaris,” sambungnya.

“Rintangan pertama musim ini adalah lolos ke babak gugur Liga Champions. Sangat penting punya start yang bagus.”

Bergabung di Grup H bersama Sevilla, Lyon, dan Dinamo Zagreb. Laga perdananya adalah di Juventus Stadium, Kamis (15/9/2016) dinihari WIB nanti melawan Sevilla.

“Laga besok akan sangat sulit. Sevilla akan mengubah gaya mainnya dan kini mereka lebih menyerang,” tutupnya.

Higuain akan membela Juventus selama 5 tahun

Higuain akan membela Juventus selama 5 tahun

Higuain akan membela Juventus selama 5 tahun, Berakhirlah spekulasi tentang masa depan Gonzalo Higuain bersama Napoli. Striker berusia 28 tahun asal Argentina ini resmi berseragam Juventus.

Juventus memiliki Higuain setelah klub berjulukan Si Nyonya Besar tersebut mengaktifkan klausul pelepasan kontrak sang pemain sebesar 94 juta euro (sekitar Rp 1,361 triliun).

Kabar ini pertama kali dikonfirmasi oleh situs resmi Serie A,Legaseriea.it. Mereka mengaku telah menerima rincian kontrak baru Higuain yang diserahkan oleh pejabat Bianconeri pada Selasa pagi (26/7/2016).

Higuain telah menandatangani kontrak berdurasi lima musim bersama Juventus. Mantan pemain Real Madrid itu dikabarkan akan menerima gaji sebesar 8 juta euro (sekitar Rp 115 miliar) per musim.

Juve rela mengeluarkan dana sebesar itu untuk memiliki Higuain setelah performa mengkilap yang ditunjukan sang pemain pada musim lalu.

Pada musim 2015-2016, Higuain mencatatkan 36 gol dari 35 laga Serie A. Pencapaian itu memecahkan rekor eks striker AC Milan, Gunnar Nordahl, yang mencetak 35 gol dari 37 laga Serie A musim 1949-1950.

Higuain akan membela Juventus selama 5 tahun

Higuain bergabung dengan Napoli dari Real Madrid pada 2013 dengan harga 37 juta euro (sekitar Rp 535 miliar). Bersama Il Partenopei, ia berhasil meraih gelar Coppa Italia 2013-2014 dan Supercoppa 2014-2015. Selama membela Napoli, Higuain berhasil mencetak 71 gol dalam 94 pertandingan Serie A.

Resminya transfer Higuain dari Napoli ke Juventus ini membuat dirinya menjadi “pengkhianat” terbaru. Sebelumnya, ada beberapa bintang Partenopei yang hengkang ke Juve, seperti Carlo Buscaglia (1938), Jose Altafini (1972), Dino Zoff (1972), Ciro Ferrara (1994), Fabio Pecchia (1997), Nicola Amoruso (2001), Fabio Quagliarella (2010), Leandro Rinaudo (2010), Michele Pazienza (2011). (Verdi Hendrawan)

Dan apa yang tanggapan Manajer  Chelsea, Antonio Conte mengenai bursa transfer pemain.

“Musim ini kita melihat bursa transfer yang gila. Ini luar biasa,” kata Conte seperti dilansirSoccerway.

Conte menambahkan, saat ini bursa transfersudah jauh berbeda dari yang dulu. Kini, kata Conte, semua pemain memiliki harga yang fantastis.

“Sekarang, kita membicarakan soal 100 juta, 120 juta, 95 juta. Harga ini sungguh luar biasa,” Conte menegaskan.

Padahal, Conte melanjutkan, yang terpenting bukanlah harga tinggi dari seorang pemain. Mantan pelatih Juventus ini menganggap justru spirit dan antusiasme bermainlah yang harus dimiliki.

Selain itu, ketepatan dalam pembelian pemain juga penting ketimbang  menghamburkan uang secara asal. “Uang itu penting, tapi bukan segalanya. Penting bagi klub untuk melakukan transfer tepat bukan karena ingin berbelanja pemain,” ujar Conte.