Posts

Kekalahan Munchen disebabkan 7 Faktor ini

-Agen Bola Piala Dunia   Bermain di hadapan pendukung sendiri, Bayern Munchen tampil agresif sejak awal pertandingan. Namun, gol pertama baru tercipta pada menit ke-28.

-Agen Judi Bola  Real Madrid mengalahkan Bayern Munchen dengan skor 2-1 pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2017-2018 di Allianz Arena, Rabu (25/4/2018) waktu setempat atau Kamis (26/4/2018) WIB. Terdapat beberapa fakta menarik pada pertandingan tersebut.

Joshua Kimmich menjadi pencetak gol Bayern Munchen. Kimmich melakukan penetrasi di sisi kiri pertahanan Real Madrid setelah menerima umpan terobosan James Rodriguez dan mencetak gol.

-Agen Casino Online    Akan tetapi, Real Madrid menyamakan kedudukan satu menit menjelang jeda. Marcelo berhasil memaksimalkan umpan Daniel Carvajal untuk mencetak gol.

Bayern Munchen kembali kebobolan ketika pertandingan berjalan 57 menit. Marco Asensio yang tampil sebagai pemain pengganti mencatatkan nama di papan skor.

-Berita Bola      Hasil tersebut membuat Real Madrid berada di atas angin. Sementara itu, Bayern Munchen wajib menang jika ingin melaju ke partai puncak Liga Champions 2017-2018.

Berikut ini adalah tujuh fakta menarik setelah Real Madrid menang atas Bayern Munchen:

1.Real Madrid memenangi enam pertandingan beruntun melawan Bayern Munchen, sama seperti catatan mereka ketika menghadapi Ajax Amsterdam pada periode 2010 hingga 2012.

2.Bayern Munchen tiga kali mencetak gol terlebih dulu ke gawang Real Madrid, tetapi selalu menelan kekalahan.

3.Kesuksesan menaklukkan Bayern Munchen membuat Real Madrid mencatatkan 150 kemenangan di Liga Champions, terbanyak di kompetisi tersebut.

4.Marco Asensio mencetak tiga gol di Liga Champions dengan status pemain pengganti.

5.Tidak ada pemain yang berkontribusi gol lebih banyak dari Joshua Kimmich untuk Bayern Munchen di Liga Champions (tiga gol dan assist.

6.Marcelo mencetak tiga gol dalam lima pertandingan terakhir di Liga Champions. Jumlah itu sama dengan perolehan Marcelo dalam 53 penampilan sebelumnya.

7.Joshua Kimmich mencetak gol ke-100 untuk klub yang diasuh Jupp Heynckes pada ajang Liga Champions (22 bersama Real Madrid, 78 bersama Bayern Munchen.

Real Madrid Tidak Memiliki Banyak Opsi Pemain Bek Tengah di San Mames

Real Madrid Tidak Memiliki Banyak Opsi Pemain Bek Tengah di San Mames

Real Madrid Tidak Memiliki Banyak Opsi Pemain Bek Tengah di San Mames, Real Madrid akan mendatangi markas Athletic Bilbao, Estadio San Mames pada jornata 28 La Liga, Sabtu (18/3). Pada lawatan ini, Real Madrid tidak akan memiliki banyak opsi pemain di bek tengah karena sejumlah pemain absen.

Berdasarkan pada daftar pemain yang sudah dirilis oleh Madrid pada Jum”at (17/3), Madrid hanya membawa lima pemain belakang. Dari lima nama tersebut, hanya ada dua pemain yang berposisi sebagai bek tengah yakni Sergio Ramos dan Nacho Fernandez.

Tiga pemain belakang lain yang dibawa yakni Dani Carvajal, Marcelo dan Danilo. Tiga pemain ini berposisi natural sebagai bek sayap. Tentu ini akan sangat beresiko bagi Madrid jika salah satu dari dua bek tengah tersebut mengalami cedera.

Kondisi ini terjadi lantaran Madrid tidak bisa memainkan Pepe dan Raphael Varane. Kedua pemain ini mengalami cedera. Selebihnya, Madrid bisa menurunkan skuat terbaik. Termasuk sanga mega bintang Cristiano Ronaldo

Laga melawan Bilbao ini sangat penting bagi Madrid untuk dimenangkan. Pasalnya, El Real saat ini sedang berada di posisi puncak klasemen dan perlu mendapatkan tambahan tiga poin agar terhindar dari kejaran Barcelona.

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih, Tak pernah sebelumnya Atletico Madrid mengawali musim seburuk ini setelah Diego Simeone jadi pelatih. Los Rojiblancos menderita di laga-laga tandang.

Rekor Madrid Mengawali Musim Terburuk Setelah Diego Simeone Jadi Pelatih

Yang terbaru, Atletico menelan kekalahan 0-2 dalam lawatan ke Real Sociedad. Dua penalti di babak kedua membuat Diego Godin dkk menelan kekalahan keduanya di musim ini.

Dengan kompetisi baru berjalan 11 pekan dan jarak dengan pemuncak klasemen ‘hanya’ enam angka, Atletico tentu saja belum tersingkir dari persaingan menjadi juara. Tapi mereka wajib waspada karena ini menjadi awal musim terburuk mereka sejak Simeone datang melatih di musim dingin 2011 lalu.

Atletico mengoleksi 21 poin setelah 11 pekan terlalui. Jumlah tersebut kalah banyak dibanding dua musim terakhir setelah melalui jumlah pertandingan yang sama (23 poin dari 11 pekan). Sementara saat menjuarai La Liga pada 2013/2014, Atletico malah berhasil mengoleksi 30 poin dari 11 laga.

Mengesampingkan musim perdana (2012/2013, karena baru mulai melatih di bulan Desember), jumlah poin Atletico di 2012/2013 juga lebih banyak dari periode ini. Ketika itu Atletico sukses mengumpulkan 28 poin.

Meski jumlah poinnya di awal musim paling sedikit dalam enam musim terakhir, Atletico sebenarnya lebih produktif. Dengan 25 gol sudah dilesakkan musim ini, Antoine Griezmann dkk hanya kalah dengan musim mereka menjadi juara di 2013/2014 (28 gol dalam 11 laga).

Marca menyebut kalau penampilan Atletico di awal musim ini menurun dibanding periode sebelumnya lantaran performa mereka di laga tandang. Dari enam laga yang sudah dijalani, mereka mencatatkan W2 D2 L2. Atletico hanya meraih delapan dari maksimal 18 poin yang bisa diraih.

Perbandingan performa Atletico Madrid setelah 11 pekan

2016/2017
Poin: 21 (W6 D2 L2)
Selisih Gol: 25-8

2015/2016
Poin: 23 (W7 D2 L2)
Selisih Gol: 17-5

2014/2015
Poin: 23 (W7 D2 L2)
Selisih Gol: 20-8

2013/2014
Poin: 30 (W10 D0 L1)
Selisih Gol: 28-8

2012/2013
Poin: 28 (W9 D1 L1)
Selisih Gol: 24-11

2011/2012
*Diego Simeone mulai melatih pada Desember

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah, Daftar pemain Real Madrid yang harus absen karena cedera bertambah. Kali ini Pepe yang harus masuk ruang perawatan karena mengalami cedera pada pahanya.

Daftar Pemain Real Madrid yang Absen karena Cedera Semakin Bertambah

Pepe mengalami masalah saat Madrid tandang ke markas Deportivo Alaves di La Liga akhir pekan lalu, Sabtu (29/10/2016). Bek asal Portugal itu merasakan sakit di paha kirinya sehingga akhirnya ditarik keluar di menit ke-24.

Pepe lantas menjalani pemeriksaan. Hasil tes menyatakan bahwa Pepe mengalami cedera paha tingkat dua.

“Setelah tes yang dilakukan hari ini pada Pepe di Sanitas La Moraleja University Hospital, dia didiagnosis dengan cedera otot tingkat 2 di biseps femoral di kaki kirinya. Pemulihannya akan terus dipantau,” demikian bunyi pernyataan yang dirilis Madrid di situs resminya.

Madrid tak menyebut secara spesifik berapa lama Pepe harus menepi. Tapi AS mengklaim bahwa pemulihan untuk cedera semacam itu butuh waktu hingga enam pekan.

Cederanya Pepe tentu menjadi kabar buruk untuk Madrid. Dia menyusul Sergio Ramos, Luka Modric, dan Casemiro yang sudah lebih dulu masuk ruang perawatan.

Sementara itu dengan tumbangnya Pepe dan Ramos, maka lini belakang Madrid kini tinggal menyisakan Raphael Varane dan Nacho sebagai bek tengah yang fit.

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL, BBC (Karim Benzema, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo) adalah trio andalan Real Madrid untuk mengumpulkan banyak gol. Tapi di musim ini, produktivitas mereka masih kalah oleh trio lainnya. Mereka adalah MAL.

BBC Real Madrid Kalah Tajam Dibandingkan dengan MAL

MAL merujuk pada tiga pemain yang punya perannya lebih besar sebagai pelapis di skuat Madrid. Tiga orang tersebut adalah (Alvaro) Morata, (Marco) Asensio dan Lucas (Vazquez).

Sejauh ini MAL sudah melesakkan 13 gol untuk El Real, unggul satu gol atas BBC. Padahal, sebagaimana dikutip dari Sport, MAL punya waktu bermain yang lebih sedikit dibanding BBC.

MAL total berada di atas lapangan selama 1.839 menit, sementara BBC sudah bermain 2.395 menit.

Marco Asensio total bermain selama 627 menit dan berhasil melesakkan enam gol. Jumlah enam gol juga dipunya Morata, setelah dia bermain selama 698 menit. Lucas Vazquez menjadi yang paling sedikit jumlah golnya, 1, dan sudah merumput sebanyak 514 menit. Angka ini didapat dari semua kompetisi yang diikuti Madrid.

Bagaimana dengan BBC? Ronaldo ‘baru’ menyumbang empat gol dari 768 menit dapat kesempatan main. Sementara Bale juga melesakkan empat gol dari 895 menit dan Benzema mencetak empat gol lainnya dari 735 menit.

Jika dirata-rata, MAL membuat gol setiap 141,4 menit. Sementara BBC menjebol gawang lawan Madrid sekali setiap 199,5 menit.

Meski lebih tajam, MAL membuat empat gol di antaranya pada laga dengan Cultura Leonesa di ajang Copa del Rey tengah pekan ini. El Real meraih kemenangan 7-1 dalam laga tersebut.

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga, Entrenador Barcelona Luis Enrique bergurau dengan fakta dirinya bahkan tak masuk tiga besar kandidat pelatih terbaik La Liga musim ini.

Enrique Santai Menanggapi Fakta Dirinya Tidak Masuk Sebagai Kandidat Pelatih Terbaik di La Liga

Penghargaan tersebut pada tahun lalu (musim 2014–15) diraih oleh Enrique, yang menandai musim pertamanya sebagai pelatih Barca dengan pencapaian treble.

Di musim 2015-16, Enrique sebenarnya mampu mengantar Barca menjuarai La Liga dan Copa del Rey. Tapi ia gagal mempertahankan gelar pelatih terbaik La Liga.

Penghargaan tersebut kali ini disabet oleh entrenador Atletico Madrid Diego Simeone, yang mengungguli Toto Berizzo (Celta Vigo) dan Marcelino (mantan pelatih Villarreal).

Luis Enrique kemudian dimintai komentar atas kegagalannya–bukan cuma mempertahankan predikat tersebut melainkan juga jadi finalis. Ia menanggapinya dengan santai plus gurauan.

“Itu sebuah pertanyaan yang amat bagus. Saya percaya kalau saya ada di jajaran 20 besar pelatih terbaik. Karena cuma ada 20 pelatih di La Liga,” ceplos Luis Enrique seperti dikutip Soccerway.

Luis Enrique juga menilai seremoni pemberian penghargaan tersebut bukanlah acara yang penting-penting amat untuk ia hadiri. Toh ia juga mengaku tidak diundang.

“Saya tak dapat undangan, tapi Anda pun pasti sudah tahu kalau saya biasanya memang tidak menghadiri acara-acara semacam itu. Mengenai pemain-pemain (yang juga absen) Anda lebih baik bertanya kepada mereka saja,” katanya.

“Bagaimana pun, saya pikir itu mestinya tak jadi yang terpenting. Kuncinya adalah membuat sepakbola Spanyol jadi lebih baik lagi dan itulah yang mesti jadi fokus para direktur,” sebut Enrique.

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga, Sebuah penelitian mengungkapkan siapa pemain terbaik sepanjang sejarah La Liga Primera. Legenda Real Madrid, Raul Gonzalez, terpilih di posisi teratas.

Raul Gonzalez Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah La Liga

Penelitian terhadap pemain terbaik sepanjang sejarah La Liga Primera dilakukan oleh Centre for Investigations into the History and Statistics of Spanish Football. Melalui situs resminya, mereka mengklaim sudah melakukan penelitian terhadap 9.000 pemain yang pernah berlaga di level teratas Liga Spanyol.

Demi mendapatkan siapa yang terbaiknya, dilakukan penyelidikan terhadap seluruh pemain sejak tahun 1920. Hasilnya, Raul berada di posisi teratas. Poin yang dikumpulkan legenda sepakbola Madrid itu adalah 528.

Di belakang Raul ada Cesar Rodriguez yang mengumpulkan 524 poin. Sementara posisi tiga menjadi kepunyaan Telmo Zarra dengan 493 poin dipunya.

Lalu di mana posisi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam daftar pemain terbaik sepanjang sejarah La Liga ini?

Dengan poin 490, Messi ternyata berada di urutan empat. Sementara Ronaldo berada di posisi 23.

Dikutip dari AS, ada beberapa kriteria penilaian yang diberikan pada setiap pemain sehingga memunculkan jumlah poin seperti tersebut di atas. Beberapa contohnya adalah: pemain akan dapat nilai 24 berdasarkan jumlah menit yang mereka lakoni setiap musim, satu poin untuk setiap gol yang tercipta, 0,6 poin untuk penalti, serta minus untuk gol bunuh diri (0,4) dan kartu merah (1,5).

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan, Isco mengaku bisa saja hengkang musim depan dari Real Madrid, jika kesempatan bermain rutin di tim inti tak kunjung datang.

Isco Tidak Menutup Kemungkinan Hengkang dari Madrid Musim Depan

Isco kini memasuki musim keempatnya bersama Madrid dengan torehan 154 penampilan dan 22 gol serta 25 assist. Lewat total main 9.740 menit, Isco rata-rata cuma tampil 63 menit.

Tentu saja kondisi ini tak menyenangkan untuk Isco mengingat kualitas yang dimilikinya sebagai gelandang serang mumpuni di Spanyol. Persaingan ketat di lini tengah Madrid membuatnya jarang bermain.

Musim ini saja, Isco baru bermain lima kali di seluruh kompetisi dengan waktu bermain di bawah 200 menit.

Wajar dengan kondisi seperti ini Isco mulai berpikir untuk mencari klub yang bisa memberikannya kesempatan sebagai starter. Tapi tidak untuk musim ini melainkan musim depan jika memang kondisinya tidak berubah juga.

“Saya sama sekali tidak memikirkan opsi untuk hengkang di bulan Januri nanti. Saja tidak mau menyerah begitu saja,” ujar Isco seperti dikutip Soccerway.

“Tapi jika saya jarang bermain maka kita lihat saja di akhir musim, saya akan melihat opsi yang ada. Saya sekarang berumu 24 tahun dan jika saya tidak menemukan tempat di tim inti, saya harus pergi,” sambungnya.

“Saya tahu saya bisa tampil oke dan jika bukan di sini, saya akan melakukannya di klub lain.”

“Saya bahagia di Madrid, tapi seorang pemain ingin berkembang dan jika saya tidak bisa melakukannya di sini, saya tidak masalah untuk hengkang,” tutup pemain yang terikat kontrak hingga 2018 itu.

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian, Antoine Griezmann boleh menjadi pahlawan Atletico Madrid lewat gol tunggalnya. Tapi, Kevin Gameiro juga layak mendapatkan pujian.

Griezmann Pahlawan Atletico dan Gameiro Banjir dengan Pujian

Pada pertandingan melawan Deportivo La Coruna, Minggu (25/9/2016) malam WIB, Atletico menang 1-0 lewat gol yang dicetak Griezmann di menit ke-70. Sebelum gol Griezmann itu, Atletico mendapatkan banyak peluang, namun seringkali penyelesaian akhir mereka buruk.

Dalam catatan ESPNFC, Atletico memiliki 21 attempts sepanjang pertandingan, tetapi hanya 5 di antaranya yang mengarah tepat sasaran. Selain gol Griezmann, 4 attempts on target lainnya digagalkan oleh kiper Deportivo, German Lux.

Ketika merasa membutuhkan perubahan, pelatih Atletico, Diego Simeone, memasukkan Kevin Gameiro pada menit ke-59. Pemain depan asal Prancis itu masuk menggantikan Yannick Ferreira Carrasco.

Keputusan Simeone terbukti tepat. Gameiro-lah yang mengawali terciptanya gol Atletico. Dari sisi kanan, pemain berusia 29 tahun itu mengirimkan operan datar ke depan gawang Deportivo yang kemudian disambar oleh Griezmann.

“Masuknya Gameiro amat menentukan. Dia tampil bagus dan menjadi penentu lewat pergerakannya sebelum terjadinya gol,” ujar Simeone seperti dilansir Soccerway.

Gameiro baru bergabung pada musim ini. Ia didatangkan Atletico dari Sevilla dengan biaya transfer 32 juta euro. Simeone berharap, Gameiro bakal makin padu dengan Griezmann seiring berjalannya waktu.

“Dia dan Griezmann saling mengenal, tapi mereka masih butuh lebih banyak waktu. Gameiro baru bergabung dan masih menyesuaikan diri dengan gaya permainan berbeda,” kata Simeone.

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca, Cederanya bintang Barcelona, Lionel Messi, ditanggapi pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. Menurut Zidane, absennya Messi jelas mengurangi kekuatan Barca.

Zidane Sebut Absennya Messi Jelas Mengurangi Kekuatan Barca

Pemain terbaik dunia lima itu itu mengalami cedera pangkal paha saat Barcelona bermain imbang 1-1 dengan Atletico Madrid di Camp Nou, Kamis (22/9) dinihari WIB. Alhasil, Messi mesti absen selama tiga pekan.

Dengan begitu, Blaugrana tidak dapat menurunkan Messi saat melawan Sporting Gijon dan Celta Vigo serta pertandingan babak grup Liga Champions kontra Borussia Moenchengladbach.

“Barcelona tidak sebagus ketika Messi bermain,” nilai Zidane sebagaimana dilansir AS.

“Mereka masih tetap sebuah tim yang sangat bagus tapi tidak cukup sama ketika Messi tidak bermain.”

Messi sudah membuat delapan penampilan untuk Barca di musim ini. Pesepakbola berusia 29 tahun itu terlibat dalam terciptanya 13 gol Barca dengan menyumbang delapan gol dan lima assist di seluruh kompetisi.

Tidak hanya Barca, absennya Messi juga ikut merugikan timnas Argentina. Pasalnya, La Albiceleste dijadwalkan melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Peru dan Paraguay.