Posts

PINALTI MENANGKAN MADRID

Berita Bola Real Madrid sukses melewati duel leg pertama babak 32 besar Copa del Rey musim ini dengan hasil kemenangan 2-0 atas Fuenlabrada di Estadio Fernando Torres, Jumat (27/10) dini hari WIB.

Bertandang ke markas klub Divisi Segunda B atau setara dengan kasta ketiga kompetisi Spanyol tersebut, Zinedine Zidane menurunkan seluruh penggawa pelapis Los Blancosuntuk mengisi susunan skuat di laga ini.

Fuenlabrada menantang kampiun La Liga tersebut dengan modal bagus, sama sekali tak tersentuh kekalahan dalam 11 laga terkahir di semua kompetisi. Mereka pun memberikan perlawanan ketat sejak awal permainan.

Meski tak diperkuat para bintang, Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan. Hanya saja, bertemu dengan Fuenlabrada yang merupakan tim satu wilayah, lemahnya efektivitas serangan yang dibangun Madrid membuat laga paruh pertama ditutup dengan tanpa gol.

Perubahan mulai tampak setelah turun minum, instruksi khusus Zidane di ruang ganti membuat Madrid bermain lebih sabar dan tak terburu-buru dalam melakukan tekanan yang beberapa kali sebelumnya mampu dimentahkan lini belakang tuan rumah.

Agen Bola Terpercaya Madrid baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui eksekusi penalti Marco Asensio. Sebenarnya ada kontroversi soal penalti tersebut, lantaran pelanggaran yang dilakukan Fran Garcia terhadap sang winger muda Spanyol terjadi sedikit di luar kotak penalti Fuenlabrada.

Asa Fuenlabrada untuk bisa mengejutkan Madrid runtuh dengan adanya kartu merah yang diterima Paco Candela pada menit ke-79. Gelandang Fuenlabrada tersebut menjatuhkan pergerakan Theo Hernandez. Eksekusi penalti Lucas Vazquez memang kurang meyakinkan, tapi tetap membobol gawang Jordi Codina.

Drama muncul beberapa menit sebelum waktu normal pertandingan berakhir dengan bek muda Madrid, Jesus Vallejo mendapat kartu merah setelah melakukan tekel dua kaki ke arah Luis Milla. Kendati begitu, hal tersebut tak terlalu berpengaruh dan keunggulan dua gol Madrid tetap bertahan hingga selesai.

Everton Gagal Bendung Chelsea di Piala Liga Inggris

Berita Bola Chelsea tampil dengan menurunkan komposisi pemain inti dan pelapis. Meski demikian, The Blues mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Sementara itu, Everton mencoba meraih hasil positif di bawah kendali manajer anyar, David Unsworth. Sang manajer mengandalkan Wayne Rooney sebagai ujung tombak untuk membongkar pertahanan Chelsea.

Namun, strategi tuan rumah berjalan lebih baik ketimbang tim tamu. Chelsea sudah membuka keunggulan melalui Antonio Rudiger pada menit ke-26.

Setelah unggul pada babak pertama, Chelsea tidak mengendurkan serangan memasuki babak kedua. Perubahan komposisi pemain kedua tim baru dilakukan pada pertengahan paruh kedua pertandingan.

Di kubu Chelsea, Cesc Fabregas dan Pedro Rodriguez tampil menggantikan Danny Drinkwater serta Charly Musonda. Adapun Everton memainkan Dominic Calvert-Lewin dan Ademola Lookman untuk menggantikan James McCarthy serta Aaron Lennon.

Sepuluh menit jelang laga berakhir, Everton memasukkan Omar Niasse menggantikan Rooney yang tampil kurang baik. Sementara itu, Alvaro Morata mulai bermain menggantikan Michy Batshuayi pada menit ke-85.

Pada sisa pertandingan, Everton masih belum bisa mencetak gol penyeimbang. Justru sebaliknya, Chelsea mampu mencetak gol kedua melalui Willian jelang laga berakhir.

Tidak beberapa lama berselang, Everton mencetak gol hiburan melalui Calvert-Lewin. Namun, skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Chelsea.

Susunan pemain

Chelsea: 1-Willy Caballero; 2-Antonio Rudiger, 24-Gary Cahill, 27-Andreas Christensen; 21-Davide Zappacosta, 44-Ethan Ampadu, 6-Danny Drinkwater (4-Cesc Fabregas 62), 16-Kenedy; 22-Willian, 23-Michy Batshuayi (9-Alvaro Morata 85), 17-Charly Musonda (11-Pedro Rodriguez 70)

Manajer: Antonio Conte

Everton: 1-Jordan Pickford; 43-Jonjoe Kenny, 5-Ashley Williams, 6-Phil Jagielka, 3-Leighton Baines; 26-Tom Davies, 54-Beni Baningime, 16-James McCarthy (29-Dominic Calvert-Lewin 64); 11-Kevin Mirallas, 10-Wayne Rooney (19-Omar Niasse 81), 12-Aaron Lennon (31-Ademola Lookman 73)

Manajer: David Unsworth

Wasit: Neil Swarbick

LAPORAN PERTANDINGAN: UDINESE 2-6 JUVENTUS

Berita Bola Juventus sukses memetik kemenangan besar 6-2 atas Udinese meski harus bermain dengan sepuluh orang dalam laga pekan kesembilan Serie A Italia musim ini di Dacia Arena, Minggu (22/10) malam WIB.

Bianconeri yang mengawali laga dengan positif harus dikejutkan tuan rumah setelah Stipe Perica berhasil memanfaatkan kelengahan pertahanan tim tamu dan menaklukkan gawang Gianluigi Buffon saat laga baru berjalan delapan menit.

Namun Juventus memberikan respons cepat untuk menyamakan kedudukan enam menit berselang. Gol Juventus datang melalui bunuh diri Samir yang salah mengantisipasi sepak pojok Miralem Pjanic dan bola justru membobol gawangnya Udinese.

Agen Bola Sami Khedira membawa Juventus berbalik unggul pada menit ke-20 lewat sundulan yang memanfaatkan umpan silang Juan Cuadrado. Tapi momentum positif Juventus rusak enam menit berikutnya dengan adanya kartu merah Mario Mandzukic yang protes berlebihan setelah merasa dilanggar Ali Adnan di dalam kotak penalti.

Kalah jumlah pemain membuat Massimiliano Allegri menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih menjaga kedalaman hingga turun minum. Udinese pun lantas leluasa mengendalikan permainan dan mampu membuak skor menjadi imbang dua menit selepas jeda pertandingan berkat tandukan Danilo.

Hanya saja Lo Spirito alias mental juara Juventus ditunjukkan di sisa waktu babak kedua. Daniele Rugani mencatatkan namanya di papan skor saat membawa Juventus kembali unggul melalui gol sundulannya yang menyambut tendangan bebas Paulo Dybala pada menit ke-52.

Lima menit berselang, Khedira mengemas gol kedua sekaligus menjauhkan keunggulan Juventus berkat umpan sundulan Rugani. Gelandang asal Jerman itu melengkapi malam gemilangnya dengan torehan hat-trick pada menit ke-87 setelah dalam posisi bebas mengeksekusi umpan Gonzalo Higuain.

Juventus Pjanic menggenapi pesta gol Juventus menjadi setengah lusin dengan gol indahnya yang hadir melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Kemenangan telak ini tak membuat Juventus beranjak dari posisi ketiga klasemen, namun menipiskan jarak menjadi satu poin dengan Inter dan tiga poin dari Napoli yang masing-masing berada di atas mereka.

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin kencang disebut-sebut menjadi incaran Barca di musim panas ini. Pelatih baru Barca, Ernesto Valverde, kabarnya sudah memberi lampu hijau untuk mengajukan tawaran sebesar 50 juta euro kepada pemain berusia 22 tahun itu.

Bagi Hector Bellerin, Liga Champions adalah kompetisi penting. Karena itu, Bellerin tak menutup kans untuk ke Barcelona meski dirinya masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

Kabar soal ketertarikan Barca juga sampai ke telinga Bellerin. Pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat tim muda Barca itu pun mengaku tersanjung.

Liga Champions kemudian disebut Bellerin sebagai salah satu pertimbangan. Arsenal sendiri tidak akan tampil di Liga Champions musim depan setelah hanya finis kelima di Premier League 2016/2017.

Tapi bagaimanapun, Bellerin masih menghormati kontraknya bersama Arsenal yang berlaku sampai 2023. Bellerin pun akan menunggu pembicaraan dengan klub sebelum memutuskan masa depannya.

“Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi, tapi saya punya kontrak dan ketika saya selesai liburan setelah Piala Eropa U-21 saya akan kembali ke sana,” ujar Bellerin kepada Mundo Deportivo seperti dilansir Soccerway.

“Kenyataannya adalah setiap pemain di level top ingin bermain di Liga Champions, khususnya ketika saya sudah bermain di sana selama dua tahun. Sebagai tim, kami tidak lolos dan itu adalah sesuatu yang ingin kami perbaiki, tapi sebagai pemain, saya ulangi: itu adalah kompetisi penting.”

“Tahu soal minat dari klub seperti Barca itu luar biasa, klub di mana saya tumbuh. Saya tidak tahu apapun saat ini. Saya adalah pemain Arsenal dan kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

“Banyak hal bisa terjadi di musim panas ini,” katanya.

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma

Donnarumma, 18 tahun, sedang mempertimbangkan masa depannya apakah akan bertahan atau pindah. Tawaran kontrak baru yang diajukan Rossoneri belum disepakati, sedangkan banyak tawaran yang menggiurkan datang dari klub lain.

Saga masa depan kiper menjanjikan AC Milan Gianluigi Donnarumma terus bergulir. Sang agen, Mino Raiola, kini mengatakan bahwa kliennya diminati banyak klub top.

Sikap Donnarumma membuat Milan kehilangan kesabaran. Pasalnya, Milan diburu waktu untuk segera mempersiapkan skuatnya untuk musim depan.

“Gigio adalah [Diego] Maradona-nya kiper,” cetus Raiola kepada Corriere dello Sport yang dilansir ESPN. “Dia hanya akan bisa lebih baik lagi dan kami perlu untuk membiarkan dia berkembang dengan tenang. Dia bukan budak, bukan pula robot.”

“Ada 11 klub top yang tertarik dengan dia — Manchester United, Manchester City, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Bayern Munich, Juventus, Napoli, Liverpool, Paris Saint-Germain and Everton.”

Kontrak Donnarumma akan habis pada musim panas tahun depan. Raiola juga tidak menutup kemungkinan Donnarumma akan bertahan.

“Saya tidak pernah bilang kepada [manajer umum Milan Marco] Fassone dan [direktur olahraga Massimiliano] Mirabelli bahwa kami akan teken sekarang atau tidak akan teken kontrak. Kalau saya ingin dia [Donnarumma] pergi ke klub lain, kami sudah melakukannya. Bukankah begitu?” sambung Raiola.

“Saya bisa memahami stres dan ekspektasi fans. Gigio adalah sebuah simbol klub, dan untuk para pemilik, akan ideal untuk mengakhiri negosiasi kontrak baru pada hari ini. Faktanya, kemarin. Tapi Fassone dan Mirabelli baru mengambil posisi mereka satu setengah bulan yang lalu.”

“Biarkan mereka bekerja dengan tenang. Saya menanggung semua tanggung jawab atas keputusan akhir yang kami buat. Kalau Anda tanya saya apakah ada peluang Doonarumma teken kontrak baru dengan Milan, maka jawabannya iya. Kalau Ada bertanya apakah ada peluang Donnarumma pergi, maka jawabannya juga iya,” simpul Raiola.

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma

Pentingnya Trofi Liga Champions . Apa Kata Mereka?

pentingnya Trofi Liga Champions . Apa Kata Mereka?

Madrid akan berhadapan dengan Juventus di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, Minggu (4/6/2017) dinihari WIB. El Real berstatus sebagai juara bertahan setelah menjuarai ajang itu musim lalu.

Menjelang final Liga Champions akhir pekan ini, beberapa mantan pemain Real Madrid di masa lalu bicara mengenai pentingnya trofi tersebut. Apa kata mereka?

Pertandingan final tersebut juga memberikan Madrid peluang untuk menandai musim ini dengan gelar dobel, setelah sebelumnya menjuarai La Liga 2016-17.

“Saya akan menukar tiga titel La Liga saya untuk satu (trofi) Liga Champions. Tak perlu diragukan lagi,” ujar Emilio Butragueno, pemain Madrid periode 1984–1995, seperti dilansir Marca.com.

“Dulu itu (gelar juara) La Liga dibutuhkan agar bisa bermain di Liga Champions sehingga menjadi prioritas,” tambah sosok yang di antaranya punya enam titel La Liga dengan Madrid tapi tak pernah jadi kampiun Liga Champions itu.

Amancio Amaro, pemain El Real pada kurun waktu 1962–1976, mengatakan hal serupa. “Buat saya, menjuarai liga memberikan kepuasan luar biasa, tapi itu menjadi rutinitas. Luar biasa melihat bagaimana suporter mendukung tim.”

Sementara itu Santiago Solari yang pernah menjuarai La Liga (dua kali) dan Liga Champions bersama Madrid mengutarakan pendapatnya mengenai perbedaan antara dua ajang tersebut.

“Anda harus lebih konsisten di La Liga. Di sebuah liga seluruh pemain harus terlibat dan Anda butuh keseluruhan tim sepanjang musim. Staf dan tim sudah menjadi contoh itu semua sepanjang tahun. Itu mengapa sebuah liga sedemikian sulit dimenangi, bahkan di Spanyol sekali pun,” tutur penggawa Madrid periode 2000–2005 tersebut.

pentingnya Trofi Liga Champions . Apa Kata Mereka?

MU Tidak Konsisten Di Musim Ini, Pelatih Dan Pemain Akan Lebih Konsisten Di Musim Depan

MU Tidak Konsisten Di Musim Ini, Pelatih Dan Pemain Akan Lebih Konsisten Di Musim Depan

MU menjalani musim ini dengan kurang konsisten, meskipunbertabur pemain mahal di scuad, akan tetapi Jose mourinho akan mengubah Mu menjadi team Yang seperti dulu Yang Berjaya di eropa
Manchester United tampil buruk di Premier League meski berhasil meraih trofi di kompetisi lainnya. ‘Setan Merah’ diakui tampil kurang konsisten.

Di musim pertama Jose Mourinho jadi manajer, MU berhasil meraih tiga trofi yakni Community Shield, lalu Piala Liga Inggris, dan terakhir Liga Europa. Kesuksesan menjuarai Liga Europa membawa mereka langsung tampil di fase grup Liga Champions.

Tak ayal ini membuat Mourinho dipuji-puji mengingat prestasi MU belakangan memang naik-turun sejak ditinggal oleh Sir Alex Ferguson. Meski berhasil meraih “treble mini”, tetap saja musim MU dianggap gagal karena performa buruk di liga.

MU yang meraih hasil seri lebih banyak ketimbang tim lain musim ini harus puas finis posisi keenam, selisih 24 poin dari Chelsea yang jadi juara. Fans pun tak jarang mengkritik penampilan MU di liga mengingat dengan pembelian besar-besaran di bursa transfer, bersaing di empat besar sudah wajib hukumnya.

Hal ini pun diakui oleh winger MU, Juan Mata, yang bertekad membawa tim tampil lebih oke di liga musim depan.

“Kami menjuarai Community Shield usai pramusim, kami jadi juara Piala Liga Inggris di London, yang mana itu merupakan laga yang sangat spesial untuk saya, dan tentu saja final di Swedia,” ujar Mata dalam blog pribadinya.

“Tapi kami sadar bahwa kami tidak konsisten dan kurang efektif di Premier League yang membuat kami kesulitan bersaing di jalur juara, di mana harusnya Manchester United bersaing di sana,” sambungnya.

“Kami punya harapan tinggi musim depan, tapi kini saatnya untuk istirahat, menyingkir sementara dari sepakbola dan beristirahat hingga latihan pertama di sesi pramusim besok,” tutupnya.

MU Tidak Konsisten Di Musim Ini, Pelatih Dan Pemain Akan Lebih Konsisten Di Musim Depan

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup, Juventus ada dalam posisi bagus untuk lolos dari Grup H. Mereka pun diminta untuk lekas mengamankan tiket lolos dengan mengalahkan Olympique Lyon.

Allegri Minta Juventus Untuk Fokus ke Tiket Lolos Ketimbang Bidik Juarai Klasemen Grup

Juve saat ini tengah memimpin klasemen Grup H dengan tujuh poin dari tiga pertandingan. Mereka punya jumlah poin yang sama dengan Sevilla dan unggul empat poin dari Lyon.

Di matchday 4, Kamis (3/11/2016) dinihari WIB, Bianconeri akan menjamu Lyon di Juventus Stadium. Kemenangan dari pertandingan tersebut akan mengantar Juve lolos ke babak 16 besar.

Dengan situasi saat ini, Juve juga punya kans untuk lolos sebagai juara grup. Tapi allenatore Juve, Massimiliano Allegri, ingin timnya memastikan tiket ke babak 16 besar lebih dulu dan tak meremehkan Lyon.

“Lyon bermain baik melawan kami dan meraih kemenangan bagus di kandang lawan (di Ligue 1) akhir pekan kemarin, tapi kami tidak boleh menyia-nyiakan apa yang kami lakukan di Lyon dua pekan lalu,” ujar Allegri dalam konferensi pers jelang pertandingan.

“Kami respek kepada Lyon karena mereka adalah tim yang sangat bagus, dengan dua penyerang berbahaya yang bisa menyulitkan tim manapun. Kami sedang oke tapi kami jelas bisa lebih baik.”

“Besok, lolos atau tidaknya ada di tangan kami dan setelah itu kami bisa berpikir soal posisi pertama. Mari kerjakan itu satu per satu. Yang paling penting adalah meraih hasil positif, karena tahu ini tidak akan mudah,” katanya seperti dikutip dari Soccerway.

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium, Arjen Robben akan kembali ke Philips Stadium saat Bayern Munich dijamu PSV Eindhoven di matchday IV Liga Champions. Dia akan mendapatkan sambutan manis di sana.

Robben Akan Mendapatkan Sambutan Manis Saat Kembali ke Philips Stadium

Bagi Robben, PSV merupakan tim yang membuat dirinya dikenal. Dia sempat memperkuat PSV selama dua musim, di rentang waktu 2002-2004.

Di musim terakhirnya bersama PSV, Robben bermain satu tim dengan Phillip Cocu, pelatih PSV saat ini. Bersama PSV, Robben menyumbangkan satu gelar juara Liga Belanda.

Setelah pindah dari PSV, Robben bermain di tiga tim lagi. Chelsea, Real Madrid, dan Bayern Munich merupakan ketiga klub itu.

Bersama Die Roten, Robben sudah menjalani lebih dari tujuh musim. Dia mampu mempersembahkan 14 trofi untuk klub Bavaria itu.

Robben akan kembali ke Philips Stadium, Rabu (2/11/2016) dini hari WIB. Cocu menegaskan bahwa Robben akan mendapatkan sambutan hangat di matchday IV Liga Champions.

“Saya mempunyai respek tinggi untuk Robben, baik di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Saya menikmati masa-masa bermain bersamanya,” kata Cocu seperti dilansir oleh situs resmi UEFA.

“Dia mempunyai kualitas yang luar biasa dan termasuk yang ada di papan atas. Arjen akan mendapatkan sambutan yang layak dia terima dari suporter kami, tapi saya yakin bahwa fans kami juga akan 100 persen di belakang kami,” imbuhnya.

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick, Untuk kali pertama sepanjang karier profesionalnya Mesut Oezil bikin hat-trick. Si ‘Raja Assist’ kini juga punya selera yang tinggi untuk ikut mencetak gol.

Wenger Layangkan Pujian Kepada Oezil Usai Mencetak Hat-trick

Menciptakan assist sepertinya sudah jadi suratan hidup Oezil sebagai pesepakbola. Sejak memulai karier profesionalnya bersama Schalke 04 di musim 2006/2007, jumlah assistnya mencapai jumlah 183 sementara golnya tak sampai separuh (67).

Pada delapan musim terakhir cuma sekali Oezil gagal membuat dua digit assist dalam satu musim (2014/2015). Sementara sssist terbanyaknya dalam satu musim adalah di 2009/2010, 2010/2011, dan 2011/2012 dengan jumlah 29 assist untuk semua kompetisi.

Tapi musim ini Oezil mengalami anomali. Selepas pekan tujuh Premier League dan usai Liga Champions menuntaskan tiga matchday, dia belum sekalipun bikin assist. Sebagai gantinya dia membuat banyak gol: enam buah di semua kompetisi yang diikuti The Gunners.

Separuh gol Oezil tersebut dibuat pada Kamis (20/10/2016) dinihari WIB tadi saat Arsenal menggilas Ludogorets Razgrad dengan skor 6-0. Sebuah sejarah baru dibuat Oezil karena itu menjadi hat-trick pertama sepanjang karier sepakbolanya.

Tiga gol lainnya dibuat Oezil di Liga Inggris. Masing-masing satu dia lesakkan ke gawang Watford, Chelsea, dan Swansea di akhir pekan lalu.

“Dia terlihat memiliki selera mencetak gol, karena dia lebih sering bergerak di belakang (pemain bertahan lawan). Sebelumnya dia hanya menguasai bola dan memberikannya (pada rekan),” ucap Wenger usai laga.

“Anda menginginkan dia menjadi seorang pengumpan dan pencetak gol. Dan sepertinya perlahan-lahan dia menemukan keseimbangan,” lanjut Wenger di ESPNFC.