Posts

-Agen Judi Bola Terpercaya      Di musim ini sendiri, Bianconeri memiliki peluang yang besar untuk menjadi penguasa di Italia. Selain memuncaki klasemen Serie A dengan keunggulan empat poin atas Napoli, skuat asuhan Massimilano Allegri tersebut juga berada di final Coppa Italia.

-Berita Bola     Klub raksasa Italia, Juventus, sukses mendominasi kompetisi domestik dan membuat beberapa tim lainnya tidak kebagian titel. Bagi pelatih Napoli, Maurizio Sarri, hal tersebut bisa membuat Serie A bisa kehilangan penggemarnya.

-Agen Poker Online Terpercaya    Sejatinya, Napoli memiliki peluang yang besar untuk memuncaki klasemen setelah mengalahkan Juventus di akhir pekan lalu. Kemenangan itu berhasil membuat jarak terpangkas menjadi satu poin saja.

Sayangnya, mereka baru-baru ini mengalami kekalahan telak dari Fiorentina dengan skor 0-3. Hasil tersebut membuat Napoli kembali tertinggal empat poin dari Juve yang sehari sebelumnya sukses mencuri poin penuh di markas Inter Milan.

Dominasi Juventus ini membuat Sarri gusar. Mantan pelatih Empoli tersebut berharap dominasi Bianconeri bisa segera berakhir, karena baginya Serie A bisa kehilangan penggemarnya.

“Cepat atau lambat, dominasinya akan berakhir. Melihat Premier League punya banyak pemenang setiap tahunnya, itu menumbuhkan rasa cinta kepada tim dan membuat semuanya punya harapan untuk sukses, ujar Sarri dalam konferensi pers usai laga, seperti yang dilansir dari Football Italia.

“Situasi yang berbeda ada di Italia. Kami beresiko kehilangan banyak penggemar, karena mereka mendukung tim yang tak akan pernah menang,” tandasnya

Iniesta Dipastikan Tinggalkan Barca Musim Depan

Iniesta Dipastikan Tinggalkan Barca Musim Depan

 

-AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA     Pengumuman itu dilakukan dalam sebuah konferensi pers di Camp Nou, Jumat (27/04) siang waktu setempat. Semua penggawa Blaugrana, termasuk pelatih Ernesto Valverde tampak hadir dalam momen tersebut.

-BERITA BOLA      Gelandang senior Barcelona Andres Iniesta baru saja mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Camp Nou setelah musim ini berakhir.

Sebelumnya, spekulasi terkait masa depan pemain berusia 33 tahun itu memang kerap berseliweran di berbagai media. Banyak yang mengabarkan ia akan meninggalkan Barca di akhir musim ini.

-AGEN CASINO ONLINE TERPRECAYA        Bahkan, ada kabar yang menyebut Iniesta akan keluar dari Spanyol dan melanjutkan karirnya di liga Tiongkok. Semua kabar itu sendiri sejatinya cukup mengejutkan karena sebelumnya ia sudah meneken kontrak seumur hidup di Blaugrana.

Sementara itu dalam pengumumannya, Iniesta mengakui bahwa keputusan untuk meninggalkan Barca ini adalah keputusan yang sangat sulit baginya.Namun demikian ia berterima kasih pada klub Calatan itu karena sudah membuatnya meraih banyak hal.

“Ini musim terakhir saya di sini. Saya sudah memikirkan keputusan saya untuk waktu yang lama,” bukanya seperti dilansir Goal International.

“Bagi saya, Barca adalah klub terbaik di dunia – klub ini telah memberi saya segalanya,” sambungnya.

“Ini hari yang sangat sulit bagi saya, untuk berada di sini mengucapkan selamat tinggal ketika saya menghabiskan seluruh hidup saya di sini di Barcelona. Saya yang sekarang ini, semuanya karena Barca dan La Masia – saya sangat berterima kasih kepada mereka,” seru Iniesta

Prediksi Bayern Munchen vs Real Madrid 26 April 2018

Prediksi Bayern Munchen vs Real Madrid 26 April 2018

 

 

Agen Judi Bola   -Berita Bola    Bayern dan Madrid sebelumnya sudah bertemu 24 kali di Eropa. Rekornya seimbang, sama-sama menang 11 dan dua laga lainnya berkesudahan imbang.

kan menjamu juara bertahan Real Madrid di Allianz Arena pada leg pertama babak semifinal Liga Champions 2017/18, Kamis (26/4). Dua tim yang paling sering bertemu di kompetisi Eropa ini harus kembali saling jegal.

Pertemuan terakhir mereka adalah di babak perempat final Liga Champions musim lalu. Madrid menyingkirkan Bayern dengan agregat 6-3 (2-1 tandang, 4-2 kandang).

-Agen casino online    Cristiano Ronaldo mencetak dua gol untuk Madrid di Jerman, dan mengukir hat-trick di Santiago Bernabeu. Musim itu, Madrid tembus sampai final dan meraih gelar mereka yang ke-12 di kompetisi ini. Musim itu, pasukan Zinedine Zidane juga jadi tim pertama di era Liga Champions yang mampu juara dua edisi secara beruntun.

Kali ini, Madrid mengincar final demi mencoba mewujudkan ambisi hat-trick juara Liga Champions. Bagi Bayern, ini adalah kesempatan untuk melakukan pembalasan sekaligus mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2013.

Bayern sampai di babak ini setelah menyingkirkan Sevilla dengan agregat 2-1 di fase sebelumnya. Kelolosan itu didapatkan pasukan Jupp Heynckes berkat kemenangan di Spanyol pada leg pertama lewat bunuh diri Jesus Navas dan gol Thiago Alcantara.

Sementara itu, Madrid lolos dramatis dari hadangan Juventus. Madrid menang 3-0 di Turin pada leg pertama berkat performa apik Ronaldo, yang mencetak dua gol dan merancang satu assist untuk Marcelo. Di Santiago Bernabeu, Juventus sempat menyamakan agregat lewat dua gol Mario Mandzukic dan satu gol Blaise Matuidi, tapi selamat dari bahaya setelah Ronaldo mencetak gol penalti saat injury time.

Bayern dan Madrid punya kualitas seimbang. Permainan ofensif mereka pun sama-sama menakutkan. Tidak bakal mudah mendapatkan pemenangnya.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Bayern (4-3-3): Ulreich; Alaba, Hummels, Boateng, Kimmich; Thiago Alcantara, Martinez, James Rodriguez; Ribery, Lewandowski, Muller.
Info skuat: Kingsley Coman (cedera), Arturo Vidal (cedera), Manuel Neuer (cedera).

Madrid (4-3-1-2): Navas; Marcelo, Ramos, Varane, Carvajal; Kroos, Casemiro, Modric; Isco; Ronaldo, Benzema.
Info skat: Nacho (meragukan).

HEAD TO HEAD (6 PERTEMUAN TERAKHIR)
19-04-2017 Madrid 4-2 Bayern (UCL)
13-04-2017 Bayern 1-2 Madrid (UCL)
30-04-2014 Bayern 0-4 Madrid (UCL)
24-04-2014 Madrid 1-0 Bayern (UCL)
25-04-2012 Madrid 2-1 Bayern (UCL)
17-04-2012 Bayern 2-1 Madrid (UCL).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR BAYERN
07-04-2018 Augsburg 1-4 Bayern (Bundesliga)
12-04-2018 Bayern 0-0 Sevilla (UCL)
14-04-2018 Bayern 5-1 Gladbach (Bundesliga)
18-04-2018 Leverkusen 2-6 Bayern (DFB Pokal)
21-04-2018 Hannover 0-3 Bayern (Bundesliga).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR MADRID
04-04-2018 Juventus 0-3 Madrid (UCL)
08-04-2018 Madrid 1-1 Atletico (La Liga)
12-04-2018 Madrid 1-3 Juventus (UCL)
16-04-2018 Malaga 1-2 Madrid (La Liga)
19-04-2018 Madrid 1-1 Bilbao (La Liga).

PREDIKSI SKOR
Bayern sangat kuat, terutama di kandang. Selain itu, Heynckes juga punya rekor bagus – belum pernah gagal membawa timnya ke final.

Dengan kualitas yang mereka miliki, Bayern mampu mengalahkan siapa saja.

Namun Madrid jelas bukan lawan sembarangan. Madrid tahu caranya bermain di kompetisi ini. Terlebih lagi, Liga Champions adalah satu-satunya kesempatan Madrid untuk berprestasi.

Madrid pasti akan mencurahkan segalanya untuk kompetisi ini.

Bayern punya kemampuan untuk mencetak mengoyak gawang lawan. Mengingat lini belakang Madrid yang cukup keropos, Bayern diprediksi sanggup mencetak satu atau dua gol ke gawang mereka.

Namun Madrid diyakini juga mampu melakukannya. Lagipula, Madrid punya Ronaldo yang sedang on fire. Ronaldo selalu mencetak gol dalam 12 penampilan terakhirnya untuk Madrid di semua kompetisi (total 22 gol). Ronaldo juga mencetak 24 dari 50 gol terakhir Madrid. Dia bisa menjadi pembeda.

MADRID TUMBANG DI MARKAS GIRONA

GIRONA 2-1 REAL MADRID

Real Madrid harus menelan hasil pahit di markas tim promosi, Girona, lewat kekalahan 2-1, pada jornada sepuluh La Liga Spanyol, Senin (30/10) dini hari WIB

Padahal Los Galacticos mampu memimpin 1-0 di babak pertama berkat sontekan Isco. Namun kebangkitan Los Albirrojos di paruh kedua gagal mereka bendung, yang pastikan kemenangan lewat gol Cristian Stuani dan Cristian Portu.

Hasil ini membuat Madrid tertahan di peringkat tiga klasemen sementara dan tertinggal delapan poin jauhnya dari Barcelona, yang duduk di puncak. Sementara Girona sukses melonjak ke peringkat 11.

Alih-alih menerapkan skema defensif lewat formasi 5-4-1, Girona yang tampil di hadapan publiknya sendiri justru mempraktikkan sepakbola yang agresif. Madrid jadi dibuat kesulitan mendominasi permainan.

Peluang bersih bahkan didapat Girona terbih dahulu pada menit ketujuh. Menerima sodoran manis Pablo Maffeo di sisi kiri pertahanan Madrid, Alex Granell lepaskan tembakan kencang dari jarak 23 yard yang masih mampu ditangkis kiper Madrid, Kiko Casilla.

Moffeo yang merupakan bek kanan pinjaman Manchester City kembali jadi sosok berbahaya di lini pertahanan Madrid. Tembakan jarak dekatnya pada menit ke-12 secara sial membentur mistar kawalan Casilla dan gagal bawa Girona unggul.

Ironisnya momen tersebut langsung dimaksimalkan Madrid untuk melancarkan serangan balik. Berawal dari Karim Benzema, tembakan keras Cristiano Ronaldo memang masih mampu ditangkis kiper Girona,Yassine Bounou. Namun bola muntah sukses diteruskan Isco menjadi gol, yang bawa Los Blancos unggul 1-0.

Kebangkitan luar biasa lantas dipentaskan Girona pada paruh kedua. Mereka berani menerapkan permainan ofensif, yang membuat lini belakang Madrid kalang kabut. Apalagi tim asuhan Zinedine Zidane itu baru ditinggal Raphael Varane akibat cedera di pertengahan babak.

Girona pun berhasil menyamakan kedudukan ketika laga memasuki menit ke-54. Adalah sang ujung tombak, Cristian Stuani, yang dengan sigap memaksimalkan blunder bek pengganti Varane, Nacho Fernandez, menjadi gol. Skor seimbang1-1.

Bukannya bertahan untuk mengontrol situasi, Girona justru semakin membabi buta melancarkan serangan. Hanya berselang empat menit dari gol pertama, mereka secara luar biasa mampu membalikkan kedudukan jadi 2-1.

Adalah Moffeo yang jadi otak di balik terjadinya gol, lewat umpan datar terukurnya yang memudahkan Cristian Portu mencatatkan diri di papan skor.

Madrid yang panik kemudian memasukkan Lucas Vazquez dan Marco Asensio untuk menambah daya gedor. Sayang segalanya berjalan sia-sia dan kedudukan 2-1 untuk Girona pun bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain

Girona (5-4-1): Bounou; Maffeo, Bernardo, Juanpe, Muniesa, Aday; Portu (Kayode 82′), Granell, Riera, Garcia (Copovi 75′); Stuani (Mojica 88′).

Real Madrid (4-3-3): Casilla; Hakimi (Asensio 66′), Ramos, Varane (Nacho 46′), Marcelo (Vazquez 66′); Kroos, Casemiro, Modric; Isco, Benzema, Ronaldo.

PINALTI MENANGKAN MADRID

Berita Bola Real Madrid sukses melewati duel leg pertama babak 32 besar Copa del Rey musim ini dengan hasil kemenangan 2-0 atas Fuenlabrada di Estadio Fernando Torres, Jumat (27/10) dini hari WIB.

Bertandang ke markas klub Divisi Segunda B atau setara dengan kasta ketiga kompetisi Spanyol tersebut, Zinedine Zidane menurunkan seluruh penggawa pelapis Los Blancosuntuk mengisi susunan skuat di laga ini.

Fuenlabrada menantang kampiun La Liga tersebut dengan modal bagus, sama sekali tak tersentuh kekalahan dalam 11 laga terkahir di semua kompetisi. Mereka pun memberikan perlawanan ketat sejak awal permainan.

Meski tak diperkuat para bintang, Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan. Hanya saja, bertemu dengan Fuenlabrada yang merupakan tim satu wilayah, lemahnya efektivitas serangan yang dibangun Madrid membuat laga paruh pertama ditutup dengan tanpa gol.

Perubahan mulai tampak setelah turun minum, instruksi khusus Zidane di ruang ganti membuat Madrid bermain lebih sabar dan tak terburu-buru dalam melakukan tekanan yang beberapa kali sebelumnya mampu dimentahkan lini belakang tuan rumah.

Agen Bola Terpercaya Madrid baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui eksekusi penalti Marco Asensio. Sebenarnya ada kontroversi soal penalti tersebut, lantaran pelanggaran yang dilakukan Fran Garcia terhadap sang winger muda Spanyol terjadi sedikit di luar kotak penalti Fuenlabrada.

Asa Fuenlabrada untuk bisa mengejutkan Madrid runtuh dengan adanya kartu merah yang diterima Paco Candela pada menit ke-79. Gelandang Fuenlabrada tersebut menjatuhkan pergerakan Theo Hernandez. Eksekusi penalti Lucas Vazquez memang kurang meyakinkan, tapi tetap membobol gawang Jordi Codina.

Drama muncul beberapa menit sebelum waktu normal pertandingan berakhir dengan bek muda Madrid, Jesus Vallejo mendapat kartu merah setelah melakukan tekel dua kaki ke arah Luis Milla. Kendati begitu, hal tersebut tak terlalu berpengaruh dan keunggulan dua gol Madrid tetap bertahan hingga selesai.

Everton Gagal Bendung Chelsea di Piala Liga Inggris

Berita Bola Chelsea tampil dengan menurunkan komposisi pemain inti dan pelapis. Meski demikian, The Blues mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Sementara itu, Everton mencoba meraih hasil positif di bawah kendali manajer anyar, David Unsworth. Sang manajer mengandalkan Wayne Rooney sebagai ujung tombak untuk membongkar pertahanan Chelsea.

Namun, strategi tuan rumah berjalan lebih baik ketimbang tim tamu. Chelsea sudah membuka keunggulan melalui Antonio Rudiger pada menit ke-26.

Setelah unggul pada babak pertama, Chelsea tidak mengendurkan serangan memasuki babak kedua. Perubahan komposisi pemain kedua tim baru dilakukan pada pertengahan paruh kedua pertandingan.

Di kubu Chelsea, Cesc Fabregas dan Pedro Rodriguez tampil menggantikan Danny Drinkwater serta Charly Musonda. Adapun Everton memainkan Dominic Calvert-Lewin dan Ademola Lookman untuk menggantikan James McCarthy serta Aaron Lennon.

Sepuluh menit jelang laga berakhir, Everton memasukkan Omar Niasse menggantikan Rooney yang tampil kurang baik. Sementara itu, Alvaro Morata mulai bermain menggantikan Michy Batshuayi pada menit ke-85.

Pada sisa pertandingan, Everton masih belum bisa mencetak gol penyeimbang. Justru sebaliknya, Chelsea mampu mencetak gol kedua melalui Willian jelang laga berakhir.

Tidak beberapa lama berselang, Everton mencetak gol hiburan melalui Calvert-Lewin. Namun, skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Chelsea.

Susunan pemain

Chelsea: 1-Willy Caballero; 2-Antonio Rudiger, 24-Gary Cahill, 27-Andreas Christensen; 21-Davide Zappacosta, 44-Ethan Ampadu, 6-Danny Drinkwater (4-Cesc Fabregas 62), 16-Kenedy; 22-Willian, 23-Michy Batshuayi (9-Alvaro Morata 85), 17-Charly Musonda (11-Pedro Rodriguez 70)

Manajer: Antonio Conte

Everton: 1-Jordan Pickford; 43-Jonjoe Kenny, 5-Ashley Williams, 6-Phil Jagielka, 3-Leighton Baines; 26-Tom Davies, 54-Beni Baningime, 16-James McCarthy (29-Dominic Calvert-Lewin 64); 11-Kevin Mirallas, 10-Wayne Rooney (19-Omar Niasse 81), 12-Aaron Lennon (31-Ademola Lookman 73)

Manajer: David Unsworth

Wasit: Neil Swarbick

Paulo Dybala Terlibat Konflik dengan Pelatih Juventus

Striker Juventus, Paulo Dybala, dikabarkan Calciomercato terlibat konflik dengan Massimiliano Allegri, saat I Bianconeri bertandang ke markas Udinese pada laga pekan kesembilan Serie A, di Dacia Arena, Minggu (22/10/2017).

kejadian bermula ketika Allegri menarik keluar Paulo Dybala dan digantikan Douglas Costa pada menit ke-68. Tidak senang dengan keputusan tersebut, pemain berjuluk La Joya itu terlihat mengeluarkan kata-kata hinaan kepada sang pelatih.

Dybala dikabarkan merasa kesal karena kehilangan kesempatan mendulang gol. Padahal, Juventus tengah menguasai permainan dan unggul 4-2 atas Udinese.

Akibat kejadian tersebut, manajemen Juve akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Salah satu hukuman yang mungkin diterima Dybala adalah dicadangkan pada laga selanjutnya.

Leonardo Bonucci juga pernah melakukan hal serupa pada Serie A 2016-2017. Bonucci terlibat argumen dengan Allegri ketika Juve menang 4-1 atas Palermo, 24 Februari 2017. Akibatnya, Bonucci yang kini berseragam AC Milan dicadangkan pada laga selanjutnya.

Penampilan Paulo Dybala tengah mendapat sorotan setelah gagal mendulang gol dalam lima pertandingan terakhir. Sang pemain gagal mengulangi catatan apiknya pada empat pertandingan awal Serie A bersama Juventus. Ketika itu, Dybala sukses mengemas delapan gol.

 

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Tak lama setelah Liverpool gagal mendatangkan Virgil van Dijk dan Naby Keita pada percobaan kedua di bursa transfer, Barcelona datang dengan tawaran lebih dari €100 juta untuk memboyong Philippe Coutinho. Kopites sudah tentu cemas bukan kepalang. Sudah sasaran transfer meleset, datang pula tawaran yang tak bisa ditolak untuk pemain terbaik yang mereka punya.

Suasana sirik dan panik di Merseyside tentu bisa dimaklumi dalam periode tersebut. Tanda-tanda déjà vu musim 2014/15 sedikit tercium. Jika The Reds kehilangan Luis Suarez yang merupakan pemain kunci dalam perjalanan ke posisi runner-up saat itu, musim ini Coutinho yang berpotensi hengkang. Kekhawatiran akan berulangnya kampanye buruk di semua kompetisi pun merasuk ke sanubari fans.

Kopites semakin mencak-mencak dan mulai mencaci maki Fenway Sports Group (FSG) ketika Coutinho mengajukan permintaan transfer. FSG sebagai pemilik saham mayoritas dinilai tidak becus mengurus klub, sampai beberapa meminta mereka angkat kaki. Saga transfer ini diikuti oleh pernyataan keras FSG, tapi Coutinho melanjutkan aksinya dengan mogok di lima laga awal.

Adapun atmosfer sesak yang berakar dari isu kepergian The Little Magician mulai mereda jelang September. Penyebabnya jelas, The Reds berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, membantai Arsenal, lalu meresmikan transfer Naby Keita untuk 2018. Ditambah dengan memanasnya isu kedatangan Van Dijk dan Thomas Lemar, kecemasan akan transfer Coutinho perlahan kabur.

Sebaliknya, Kopites gantian murka terhadap sang playmaker ketika fotonya berlatih di skuat Brasil beredar luas. Asumsi bahwa Coutinho memalsukan cederanya kian kuat dan opini publik mulai menyudutkan bintang Brasil itu. Jika kepercayaan Jurgen Klopp ikut luntur, jangankan kembali ke skuat utama, Coutinho bisa saja bernasib sama seperti Mamadou Sakho.

Bukan tidak mungkin Kloppo marah pada Coutinho karena pemalsuan cedera punggung. Sakho yang jadi salah satu bek andalan di musim 2015/16 saja diasingkan selama setengah musim, sebelum dipinjamkan ke Crystal Palace, karena indisipliner. Sang manajer memang mengaku siap menerima kembali Coutinho pekan lalu, tapi situasi sudah berubah drastis di Anfield.

Kejadian ini kiranya akan mengubah sikap Klopp dan FSG terkait penjualan Coutinho ke Barcelona. Mereka memang menolak tawaran awal Blaugrana, namun raksasa Spanyol itu siap kembali dengan tawaran yang lebih besar. Seandainya tawaran superbesar kembali datang, publik takkan terkejut atau murka lagi ketika Coutinho hijrah ke Camp Nou.

Skenario tanpa Coutinho mulai terbayang setelah Liverpool menghantam Arsenal empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, The Reds tampil sangat cari tanpa kehadiran playmaker utamanya. Biasanya Liverpool akan langsung mengoper bola pada Coutinho jika buntu, tapi pemandangan yang menunjukkan ketergantungan itu tak tampak lagi.

Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino melakukan pressing ketat nan akurat di jantung pertahanan Arsenal. Dengan keunggulan teknik trio tersebut, plus keseimbangan yang ditawarkan Emre Can dan Jordan Henderson, serangan kilat Liverpool selalu mengalir dengan indah. Senjata ini sejatinya sudah cukup untuk menghadapi klub papan atas yang berfilosofi menyerang.

Bukan berarti Coutinho tidak dibutuhkan. Sepakan jarak jauh dan dribel maut bintang Brasil itu masih berguna ketika menghadapi musuh yang parker bus. Adapun Kloppo berusaha mencari alternatif dan pelan-pelan memperkenalkan Liverpool tanpa Coutinho. Toh, jika dibandingkan dengan Suarez, Coutinho bukan sosok yang bisa seorang diri menentukan hasil akhir pertandingan.

Antisipasi kepergian Coutinho sudah dilakukan dengan transfer Naby Keita. Setelah negosiasi sengit dengan RB Leipzig, akhirnya Michael Edwards berhasil mendapatkan targetnya. Gelandang Guinea itu baru akan bergabung ke Anfield musim depan, tapi kedatangannya seolah-olah menjadi pesan perpisahan untuk Coutinho – entah musim ini ataupun musim depan.

Butuh dua transfer lagi dan Coutinho takkan dirindukan oleh publik Anfield. Virgil van Dijk jadi sosok yang paling dibutuhkan untuk mengakhiri kekacauan lini belakang. Sementara itu, Thomas Lemar diplot untuk memperkuat daya gedor sekaligus berpotensi mengisi posisi Coutinho. Bayangkan jika pembelian itu benar terwujud, kedalaman skuat The Reds akan mampu bersaing dengan papan atas Liga Primer!

Walau kedalaman skuatnya terkesan tidak spesial, jangan lupa Kloppo punya deretan pemain yang versatile, mampu mengisi beberapa posisi. James Milner mampu menjadi bek kiri, sementara Lemar kadang dimainkan sebagai gelandang tengah. Mane dan Salah bisa bertukar posisi, lalu Milner dan Adam Lallana pernah bermain sebagai pemain sayap di klub sebelumnya. Untuk posisi bek, ada Joe Gomez yang bisa bermain sebagai wingback kanan dan kiri.

Jurgen Klopp akan dipersenjatai dengan kedalaman skuat unggulan dengan selisih kemampuan yang tidak berbeda jauh. Masih jauh dari ideal, mengingat minimnya pemain berpengalaman. Liverpool saat ini merupakan salah satu tim dengan rata-rata usia termuda di Liga Primer Inggris. Namun siapa peduli? Borussia Dortmund bahkan menaklukkan Bundesliga 2010/11 dengan rata-rata usia 23,77 tahun.

Kedalaman dan kualitas potensial Liverpool tidak menyisakan tempat untuk Coutinho. Bahkan bisa dikatakan, Jurgen Klopp sudah menatap hari-hari tanpa keberadaan Coutinho. Sang manajer memang bersikeras tak ingin melepas Coutinho, tapi gerak-gerik transfernya menunjukkan hal yang sebaliknya. Apapun keputusan sang playmaker, The Reds sudah siap menjalani musim tanpa kehadirannya.

Namun dalam semesta paralel, sebuah dunia yang paling ideal untul Liverpool, Coutinho akan bertahan di Anfield dan harus bersaing dengan Keita, Lemar, serta Lallana. Persaingan internal pun semakin ketat dan kualitas masing-masing pemain akan berkembang dengan pesat. Mungkin bakal ada yang terpental dalam persaingan, bisa saja Coutinho, tetapi hal tersebut bisa dibilang positif untuk tim yang berusaha mengulang kejayaan masa lalunya.

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

 

 

 

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Ashley Young memang bakal hanya jadi squad player bagi Manchester United di musim 2017-2018 ini. Dua klub Liga Primer Inggris, Everton dan Watford pun dikabarkan ingin mendatangkan Young sebelum jendela transfer musim panas 2017 ditutup, dan siap menjanjikan menit bermain yang ideal bagi winger berusia 32 tahun itu di musim ini.

The Sun mengklaim jika Everton dan Watford menginginkan servis Young. Namun demikian, meski hampir pasti takkan reguler masuk starting eleven Man United pilihan manajer Jose Mourinho di musim ini, Young sepertinya berniat untuk bertahan dan memperjuangkan nasibnya di Old Trafford.

Young diperkirakan akan bertahan di Old Trafford lantaran Mourinho memandangnya sebagai pemain pelapis sarat pengalaman. Mourinho kabarnya telah menjanjikan menit bermain yang cukup pantas bagi Young, meski tentunya tidak ideal. Setan Merah sendiri dipastikan tampil di empat ajang musim ini, yakni Liga Inggris, Liga Champions, Piala Liga, dan Piala FA.

Disebutkan bahwa Young mungkin bisa bertahan setahun lagi jika ia tidak keberatan dengan persyaratan yang diajukan oleh klub dalam kontraknya.

Young sendiri memang merupakan pemain serbabisa. Ia fasih bermain sebagai winger, gelandang serang, fullback, dan wing-back. Bahkan di era Louis van Gaal, mantan bintang Aston Villa itu pernah diplot sebagai strike

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin kencang disebut-sebut menjadi incaran Barca di musim panas ini. Pelatih baru Barca, Ernesto Valverde, kabarnya sudah memberi lampu hijau untuk mengajukan tawaran sebesar 50 juta euro kepada pemain berusia 22 tahun itu.

Bagi Hector Bellerin, Liga Champions adalah kompetisi penting. Karena itu, Bellerin tak menutup kans untuk ke Barcelona meski dirinya masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

Kabar soal ketertarikan Barca juga sampai ke telinga Bellerin. Pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat tim muda Barca itu pun mengaku tersanjung.

Liga Champions kemudian disebut Bellerin sebagai salah satu pertimbangan. Arsenal sendiri tidak akan tampil di Liga Champions musim depan setelah hanya finis kelima di Premier League 2016/2017.

Tapi bagaimanapun, Bellerin masih menghormati kontraknya bersama Arsenal yang berlaku sampai 2023. Bellerin pun akan menunggu pembicaraan dengan klub sebelum memutuskan masa depannya.

“Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi, tapi saya punya kontrak dan ketika saya selesai liburan setelah Piala Eropa U-21 saya akan kembali ke sana,” ujar Bellerin kepada Mundo Deportivo seperti dilansir Soccerway.

“Kenyataannya adalah setiap pemain di level top ingin bermain di Liga Champions, khususnya ketika saya sudah bermain di sana selama dua tahun. Sebagai tim, kami tidak lolos dan itu adalah sesuatu yang ingin kami perbaiki, tapi sebagai pemain, saya ulangi: itu adalah kompetisi penting.”

“Tahu soal minat dari klub seperti Barca itu luar biasa, klub di mana saya tumbuh. Saya tidak tahu apapun saat ini. Saya adalah pemain Arsenal dan kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

“Banyak hal bisa terjadi di musim panas ini,” katanya.

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca