Posts

MADRID TUMBANG DI MARKAS GIRONA

GIRONA 2-1 REAL MADRID

Real Madrid harus menelan hasil pahit di markas tim promosi, Girona, lewat kekalahan 2-1, pada jornada sepuluh La Liga Spanyol, Senin (30/10) dini hari WIB

Padahal Los Galacticos mampu memimpin 1-0 di babak pertama berkat sontekan Isco. Namun kebangkitan Los Albirrojos di paruh kedua gagal mereka bendung, yang pastikan kemenangan lewat gol Cristian Stuani dan Cristian Portu.

Hasil ini membuat Madrid tertahan di peringkat tiga klasemen sementara dan tertinggal delapan poin jauhnya dari Barcelona, yang duduk di puncak. Sementara Girona sukses melonjak ke peringkat 11.

Alih-alih menerapkan skema defensif lewat formasi 5-4-1, Girona yang tampil di hadapan publiknya sendiri justru mempraktikkan sepakbola yang agresif. Madrid jadi dibuat kesulitan mendominasi permainan.

Peluang bersih bahkan didapat Girona terbih dahulu pada menit ketujuh. Menerima sodoran manis Pablo Maffeo di sisi kiri pertahanan Madrid, Alex Granell lepaskan tembakan kencang dari jarak 23 yard yang masih mampu ditangkis kiper Madrid, Kiko Casilla.

Moffeo yang merupakan bek kanan pinjaman Manchester City kembali jadi sosok berbahaya di lini pertahanan Madrid. Tembakan jarak dekatnya pada menit ke-12 secara sial membentur mistar kawalan Casilla dan gagal bawa Girona unggul.

Ironisnya momen tersebut langsung dimaksimalkan Madrid untuk melancarkan serangan balik. Berawal dari Karim Benzema, tembakan keras Cristiano Ronaldo memang masih mampu ditangkis kiper Girona,Yassine Bounou. Namun bola muntah sukses diteruskan Isco menjadi gol, yang bawa Los Blancos unggul 1-0.

Kebangkitan luar biasa lantas dipentaskan Girona pada paruh kedua. Mereka berani menerapkan permainan ofensif, yang membuat lini belakang Madrid kalang kabut. Apalagi tim asuhan Zinedine Zidane itu baru ditinggal Raphael Varane akibat cedera di pertengahan babak.

Girona pun berhasil menyamakan kedudukan ketika laga memasuki menit ke-54. Adalah sang ujung tombak, Cristian Stuani, yang dengan sigap memaksimalkan blunder bek pengganti Varane, Nacho Fernandez, menjadi gol. Skor seimbang1-1.

Bukannya bertahan untuk mengontrol situasi, Girona justru semakin membabi buta melancarkan serangan. Hanya berselang empat menit dari gol pertama, mereka secara luar biasa mampu membalikkan kedudukan jadi 2-1.

Adalah Moffeo yang jadi otak di balik terjadinya gol, lewat umpan datar terukurnya yang memudahkan Cristian Portu mencatatkan diri di papan skor.

Madrid yang panik kemudian memasukkan Lucas Vazquez dan Marco Asensio untuk menambah daya gedor. Sayang segalanya berjalan sia-sia dan kedudukan 2-1 untuk Girona pun bertahan hingga pertandingan usai.

Susunan Pemain

Girona (5-4-1): Bounou; Maffeo, Bernardo, Juanpe, Muniesa, Aday; Portu (Kayode 82′), Granell, Riera, Garcia (Copovi 75′); Stuani (Mojica 88′).

Real Madrid (4-3-3): Casilla; Hakimi (Asensio 66′), Ramos, Varane (Nacho 46′), Marcelo (Vazquez 66′); Kroos, Casemiro, Modric; Isco, Benzema, Ronaldo.

PINALTI MENANGKAN MADRID

Berita Bola Real Madrid sukses melewati duel leg pertama babak 32 besar Copa del Rey musim ini dengan hasil kemenangan 2-0 atas Fuenlabrada di Estadio Fernando Torres, Jumat (27/10) dini hari WIB.

Bertandang ke markas klub Divisi Segunda B atau setara dengan kasta ketiga kompetisi Spanyol tersebut, Zinedine Zidane menurunkan seluruh penggawa pelapis Los Blancosuntuk mengisi susunan skuat di laga ini.

Fuenlabrada menantang kampiun La Liga tersebut dengan modal bagus, sama sekali tak tersentuh kekalahan dalam 11 laga terkahir di semua kompetisi. Mereka pun memberikan perlawanan ketat sejak awal permainan.

Meski tak diperkuat para bintang, Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan. Hanya saja, bertemu dengan Fuenlabrada yang merupakan tim satu wilayah, lemahnya efektivitas serangan yang dibangun Madrid membuat laga paruh pertama ditutup dengan tanpa gol.

Perubahan mulai tampak setelah turun minum, instruksi khusus Zidane di ruang ganti membuat Madrid bermain lebih sabar dan tak terburu-buru dalam melakukan tekanan yang beberapa kali sebelumnya mampu dimentahkan lini belakang tuan rumah.

Agen Bola Terpercaya Madrid baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-63 melalui eksekusi penalti Marco Asensio. Sebenarnya ada kontroversi soal penalti tersebut, lantaran pelanggaran yang dilakukan Fran Garcia terhadap sang winger muda Spanyol terjadi sedikit di luar kotak penalti Fuenlabrada.

Asa Fuenlabrada untuk bisa mengejutkan Madrid runtuh dengan adanya kartu merah yang diterima Paco Candela pada menit ke-79. Gelandang Fuenlabrada tersebut menjatuhkan pergerakan Theo Hernandez. Eksekusi penalti Lucas Vazquez memang kurang meyakinkan, tapi tetap membobol gawang Jordi Codina.

Drama muncul beberapa menit sebelum waktu normal pertandingan berakhir dengan bek muda Madrid, Jesus Vallejo mendapat kartu merah setelah melakukan tekel dua kaki ke arah Luis Milla. Kendati begitu, hal tersebut tak terlalu berpengaruh dan keunggulan dua gol Madrid tetap bertahan hingga selesai.

Everton Gagal Bendung Chelsea di Piala Liga Inggris

Berita Bola Chelsea tampil dengan menurunkan komposisi pemain inti dan pelapis. Meski demikian, The Blues mampu mendominasi jalannya pertandingan.

Sementara itu, Everton mencoba meraih hasil positif di bawah kendali manajer anyar, David Unsworth. Sang manajer mengandalkan Wayne Rooney sebagai ujung tombak untuk membongkar pertahanan Chelsea.

Namun, strategi tuan rumah berjalan lebih baik ketimbang tim tamu. Chelsea sudah membuka keunggulan melalui Antonio Rudiger pada menit ke-26.

Setelah unggul pada babak pertama, Chelsea tidak mengendurkan serangan memasuki babak kedua. Perubahan komposisi pemain kedua tim baru dilakukan pada pertengahan paruh kedua pertandingan.

Di kubu Chelsea, Cesc Fabregas dan Pedro Rodriguez tampil menggantikan Danny Drinkwater serta Charly Musonda. Adapun Everton memainkan Dominic Calvert-Lewin dan Ademola Lookman untuk menggantikan James McCarthy serta Aaron Lennon.

Sepuluh menit jelang laga berakhir, Everton memasukkan Omar Niasse menggantikan Rooney yang tampil kurang baik. Sementara itu, Alvaro Morata mulai bermain menggantikan Michy Batshuayi pada menit ke-85.

Pada sisa pertandingan, Everton masih belum bisa mencetak gol penyeimbang. Justru sebaliknya, Chelsea mampu mencetak gol kedua melalui Willian jelang laga berakhir.

Tidak beberapa lama berselang, Everton mencetak gol hiburan melalui Calvert-Lewin. Namun, skor berakhir 2-1 untuk kemenangan Chelsea.

Susunan pemain

Chelsea: 1-Willy Caballero; 2-Antonio Rudiger, 24-Gary Cahill, 27-Andreas Christensen; 21-Davide Zappacosta, 44-Ethan Ampadu, 6-Danny Drinkwater (4-Cesc Fabregas 62), 16-Kenedy; 22-Willian, 23-Michy Batshuayi (9-Alvaro Morata 85), 17-Charly Musonda (11-Pedro Rodriguez 70)

Manajer: Antonio Conte

Everton: 1-Jordan Pickford; 43-Jonjoe Kenny, 5-Ashley Williams, 6-Phil Jagielka, 3-Leighton Baines; 26-Tom Davies, 54-Beni Baningime, 16-James McCarthy (29-Dominic Calvert-Lewin 64); 11-Kevin Mirallas, 10-Wayne Rooney (19-Omar Niasse 81), 12-Aaron Lennon (31-Ademola Lookman 73)

Manajer: David Unsworth

Wasit: Neil Swarbick

Paulo Dybala Terlibat Konflik dengan Pelatih Juventus

Striker Juventus, Paulo Dybala, dikabarkan Calciomercato terlibat konflik dengan Massimiliano Allegri, saat I Bianconeri bertandang ke markas Udinese pada laga pekan kesembilan Serie A, di Dacia Arena, Minggu (22/10/2017).

kejadian bermula ketika Allegri menarik keluar Paulo Dybala dan digantikan Douglas Costa pada menit ke-68. Tidak senang dengan keputusan tersebut, pemain berjuluk La Joya itu terlihat mengeluarkan kata-kata hinaan kepada sang pelatih.

Dybala dikabarkan merasa kesal karena kehilangan kesempatan mendulang gol. Padahal, Juventus tengah menguasai permainan dan unggul 4-2 atas Udinese.

Akibat kejadian tersebut, manajemen Juve akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. Salah satu hukuman yang mungkin diterima Dybala adalah dicadangkan pada laga selanjutnya.

Leonardo Bonucci juga pernah melakukan hal serupa pada Serie A 2016-2017. Bonucci terlibat argumen dengan Allegri ketika Juve menang 4-1 atas Palermo, 24 Februari 2017. Akibatnya, Bonucci yang kini berseragam AC Milan dicadangkan pada laga selanjutnya.

Penampilan Paulo Dybala tengah mendapat sorotan setelah gagal mendulang gol dalam lima pertandingan terakhir. Sang pemain gagal mengulangi catatan apiknya pada empat pertandingan awal Serie A bersama Juventus. Ketika itu, Dybala sukses mengemas delapan gol.

 

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Kemenangan telak atas Arsenal dan peresmian transfer Keita secara tidak langsung menyiratkan pesan bahwa Liverpool tak lagi membutuhkan Coutinho.

Tak lama setelah Liverpool gagal mendatangkan Virgil van Dijk dan Naby Keita pada percobaan kedua di bursa transfer, Barcelona datang dengan tawaran lebih dari €100 juta untuk memboyong Philippe Coutinho. Kopites sudah tentu cemas bukan kepalang. Sudah sasaran transfer meleset, datang pula tawaran yang tak bisa ditolak untuk pemain terbaik yang mereka punya.

Suasana sirik dan panik di Merseyside tentu bisa dimaklumi dalam periode tersebut. Tanda-tanda déjà vu musim 2014/15 sedikit tercium. Jika The Reds kehilangan Luis Suarez yang merupakan pemain kunci dalam perjalanan ke posisi runner-up saat itu, musim ini Coutinho yang berpotensi hengkang. Kekhawatiran akan berulangnya kampanye buruk di semua kompetisi pun merasuk ke sanubari fans.

Kopites semakin mencak-mencak dan mulai mencaci maki Fenway Sports Group (FSG) ketika Coutinho mengajukan permintaan transfer. FSG sebagai pemilik saham mayoritas dinilai tidak becus mengurus klub, sampai beberapa meminta mereka angkat kaki. Saga transfer ini diikuti oleh pernyataan keras FSG, tapi Coutinho melanjutkan aksinya dengan mogok di lima laga awal.

Adapun atmosfer sesak yang berakar dari isu kepergian The Little Magician mulai mereda jelang September. Penyebabnya jelas, The Reds berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, membantai Arsenal, lalu meresmikan transfer Naby Keita untuk 2018. Ditambah dengan memanasnya isu kedatangan Van Dijk dan Thomas Lemar, kecemasan akan transfer Coutinho perlahan kabur.

Sebaliknya, Kopites gantian murka terhadap sang playmaker ketika fotonya berlatih di skuat Brasil beredar luas. Asumsi bahwa Coutinho memalsukan cederanya kian kuat dan opini publik mulai menyudutkan bintang Brasil itu. Jika kepercayaan Jurgen Klopp ikut luntur, jangankan kembali ke skuat utama, Coutinho bisa saja bernasib sama seperti Mamadou Sakho.

Bukan tidak mungkin Kloppo marah pada Coutinho karena pemalsuan cedera punggung. Sakho yang jadi salah satu bek andalan di musim 2015/16 saja diasingkan selama setengah musim, sebelum dipinjamkan ke Crystal Palace, karena indisipliner. Sang manajer memang mengaku siap menerima kembali Coutinho pekan lalu, tapi situasi sudah berubah drastis di Anfield.

Kejadian ini kiranya akan mengubah sikap Klopp dan FSG terkait penjualan Coutinho ke Barcelona. Mereka memang menolak tawaran awal Blaugrana, namun raksasa Spanyol itu siap kembali dengan tawaran yang lebih besar. Seandainya tawaran superbesar kembali datang, publik takkan terkejut atau murka lagi ketika Coutinho hijrah ke Camp Nou.

Skenario tanpa Coutinho mulai terbayang setelah Liverpool menghantam Arsenal empat gol tanpa balas akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, The Reds tampil sangat cari tanpa kehadiran playmaker utamanya. Biasanya Liverpool akan langsung mengoper bola pada Coutinho jika buntu, tapi pemandangan yang menunjukkan ketergantungan itu tak tampak lagi.

Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino melakukan pressing ketat nan akurat di jantung pertahanan Arsenal. Dengan keunggulan teknik trio tersebut, plus keseimbangan yang ditawarkan Emre Can dan Jordan Henderson, serangan kilat Liverpool selalu mengalir dengan indah. Senjata ini sejatinya sudah cukup untuk menghadapi klub papan atas yang berfilosofi menyerang.

Bukan berarti Coutinho tidak dibutuhkan. Sepakan jarak jauh dan dribel maut bintang Brasil itu masih berguna ketika menghadapi musuh yang parker bus. Adapun Kloppo berusaha mencari alternatif dan pelan-pelan memperkenalkan Liverpool tanpa Coutinho. Toh, jika dibandingkan dengan Suarez, Coutinho bukan sosok yang bisa seorang diri menentukan hasil akhir pertandingan.

Antisipasi kepergian Coutinho sudah dilakukan dengan transfer Naby Keita. Setelah negosiasi sengit dengan RB Leipzig, akhirnya Michael Edwards berhasil mendapatkan targetnya. Gelandang Guinea itu baru akan bergabung ke Anfield musim depan, tapi kedatangannya seolah-olah menjadi pesan perpisahan untuk Coutinho – entah musim ini ataupun musim depan.

Butuh dua transfer lagi dan Coutinho takkan dirindukan oleh publik Anfield. Virgil van Dijk jadi sosok yang paling dibutuhkan untuk mengakhiri kekacauan lini belakang. Sementara itu, Thomas Lemar diplot untuk memperkuat daya gedor sekaligus berpotensi mengisi posisi Coutinho. Bayangkan jika pembelian itu benar terwujud, kedalaman skuat The Reds akan mampu bersaing dengan papan atas Liga Primer!

Walau kedalaman skuatnya terkesan tidak spesial, jangan lupa Kloppo punya deretan pemain yang versatile, mampu mengisi beberapa posisi. James Milner mampu menjadi bek kiri, sementara Lemar kadang dimainkan sebagai gelandang tengah. Mane dan Salah bisa bertukar posisi, lalu Milner dan Adam Lallana pernah bermain sebagai pemain sayap di klub sebelumnya. Untuk posisi bek, ada Joe Gomez yang bisa bermain sebagai wingback kanan dan kiri.

Jurgen Klopp akan dipersenjatai dengan kedalaman skuat unggulan dengan selisih kemampuan yang tidak berbeda jauh. Masih jauh dari ideal, mengingat minimnya pemain berpengalaman. Liverpool saat ini merupakan salah satu tim dengan rata-rata usia termuda di Liga Primer Inggris. Namun siapa peduli? Borussia Dortmund bahkan menaklukkan Bundesliga 2010/11 dengan rata-rata usia 23,77 tahun.

Kedalaman dan kualitas potensial Liverpool tidak menyisakan tempat untuk Coutinho. Bahkan bisa dikatakan, Jurgen Klopp sudah menatap hari-hari tanpa keberadaan Coutinho. Sang manajer memang bersikeras tak ingin melepas Coutinho, tapi gerak-gerik transfernya menunjukkan hal yang sebaliknya. Apapun keputusan sang playmaker, The Reds sudah siap menjalani musim tanpa kehadirannya.

Namun dalam semesta paralel, sebuah dunia yang paling ideal untul Liverpool, Coutinho akan bertahan di Anfield dan harus bersaing dengan Keita, Lemar, serta Lallana. Persaingan internal pun semakin ketat dan kualitas masing-masing pemain akan berkembang dengan pesat. Mungkin bakal ada yang terpental dalam persaingan, bisa saja Coutinho, tetapi hal tersebut bisa dibilang positif untuk tim yang berusaha mengulang kejayaan masa lalunya.

Tak Ada Tempat Lagi Untuk Philippe Coutinho Di Liverpool

 

 

 

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Ashley Young memang bakal hanya jadi squad player bagi Manchester United di musim 2017-2018 ini. Dua klub Liga Primer Inggris, Everton dan Watford pun dikabarkan ingin mendatangkan Young sebelum jendela transfer musim panas 2017 ditutup, dan siap menjanjikan menit bermain yang ideal bagi winger berusia 32 tahun itu di musim ini.

The Sun mengklaim jika Everton dan Watford menginginkan servis Young. Namun demikian, meski hampir pasti takkan reguler masuk starting eleven Man United pilihan manajer Jose Mourinho di musim ini, Young sepertinya berniat untuk bertahan dan memperjuangkan nasibnya di Old Trafford.

Young diperkirakan akan bertahan di Old Trafford lantaran Mourinho memandangnya sebagai pemain pelapis sarat pengalaman. Mourinho kabarnya telah menjanjikan menit bermain yang cukup pantas bagi Young, meski tentunya tidak ideal. Setan Merah sendiri dipastikan tampil di empat ajang musim ini, yakni Liga Inggris, Liga Champions, Piala Liga, dan Piala FA.

Disebutkan bahwa Young mungkin bisa bertahan setahun lagi jika ia tidak keberatan dengan persyaratan yang diajukan oleh klub dalam kontraknya.

Young sendiri memang merupakan pemain serbabisa. Ia fasih bermain sebagai winger, gelandang serang, fullback, dan wing-back. Bahkan di era Louis van Gaal, mantan bintang Aston Villa itu pernah diplot sebagai strike

Jendela Transfer Segera Ditutup, Everton & Watford Berebut Ashley Young

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Bellerin kencang disebut-sebut menjadi incaran Barca di musim panas ini. Pelatih baru Barca, Ernesto Valverde, kabarnya sudah memberi lampu hijau untuk mengajukan tawaran sebesar 50 juta euro kepada pemain berusia 22 tahun itu.

Bagi Hector Bellerin, Liga Champions adalah kompetisi penting. Karena itu, Bellerin tak menutup kans untuk ke Barcelona meski dirinya masih menunggu pembicaraan lebih lanjut.

Kabar soal ketertarikan Barca juga sampai ke telinga Bellerin. Pemain yang sebelumnya juga pernah memperkuat tim muda Barca itu pun mengaku tersanjung.

Liga Champions kemudian disebut Bellerin sebagai salah satu pertimbangan. Arsenal sendiri tidak akan tampil di Liga Champions musim depan setelah hanya finis kelima di Premier League 2016/2017.

Tapi bagaimanapun, Bellerin masih menghormati kontraknya bersama Arsenal yang berlaku sampai 2023. Bellerin pun akan menunggu pembicaraan dengan klub sebelum memutuskan masa depannya.

“Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi, tapi saya punya kontrak dan ketika saya selesai liburan setelah Piala Eropa U-21 saya akan kembali ke sana,” ujar Bellerin kepada Mundo Deportivo seperti dilansir Soccerway.

“Kenyataannya adalah setiap pemain di level top ingin bermain di Liga Champions, khususnya ketika saya sudah bermain di sana selama dua tahun. Sebagai tim, kami tidak lolos dan itu adalah sesuatu yang ingin kami perbaiki, tapi sebagai pemain, saya ulangi: itu adalah kompetisi penting.”

“Tahu soal minat dari klub seperti Barca itu luar biasa, klub di mana saya tumbuh. Saya tidak tahu apapun saat ini. Saya adalah pemain Arsenal dan kita lihat saja apa yang akan terjadi.”

“Banyak hal bisa terjadi di musim panas ini,” katanya.

Bellerin Tak Tutup Kemungkinan Pindah ke Barca

Dani Alves Alves Yang Sudah Berpengalaman Melawan Madrid Dan Ingin Membawa Juventus Juara

Dani Alves Alves Yang Sudah Berpengalaman Melawan Madrid Dan Ingin Membawa Juventus Juara

Juventus berpeluang untuk menjadi juara Liga Champions musim ini. Mereka akan berebut gelar juara dengan Real Madrid di Millennium Stadium pada Minggu (4/6/2017) dinihari WIB.

Gianluigi Buffon memanfaatkan keberadaan Dani Alves untuk memanaskan final Liga Champions. Kiper Juventus itu mengatakan Alves berjanji membawa Nyonya Tua juara Eropa.

Kesempatan itu tak akan disia-siakan sang kiper Buffon. Sebab, Buffon belum sekalipun merasakan mengangkat trofi si Kuping Besar.

Harapan untuk menjadi juara Liga Champions mulai ditumbuhkan Buffon di awal musim. Dia membisikkan keinginan itu kepada pemain Brasil Dani Alves yang bergabung dengan Juventus di awla muism 2016/2017.

Buffon mengharapkan pengalaman Alves dengan sudah meraih tiga juara Liga Champions bersama Barcelona ditularkan kepada Juventus. Sebuah ujian berat sudah dilewati Juventus bersama Alves dengan berhasil menyingkirkan Barcelona di babak perempatfinal.

“Saya minta kepada dia ketika dia tanda tangan kontrak (kalau saya berharap dia bisa membantu kami menjadi juara Liga Champions),” kata Buffon seperti dikutip Daily Mail.

“Sama seperti saya, dia optimsitis. Waktu itu dia bilang sanggup untuk melakukannya. Dia sebuah berkah buat saya, bukan cuma dengan apa yang bisa dilakukannya sebagai seorang pemain tapi banyak hal yang bisa kalian lihat di luar lapangan.

“Kami yakin dengan kemampuan kami, kami percaya diri tapi kami juga harus tetap rendah hati. Real Madrid sudah menjadi juara beberapa kali sedangkan kami kehilangan peluang itu beberapa kali. Maka laga itu akan menjadi laga yang bagus. Apalagi kami tengah dalam usaha untuk mencatatkan sejarah,” ucap dia.

Juventus berpeluang meraih trebel jika nanti menjadi juara Liga Champions. Bianconeri sudah lebih dulu mengunci juara Seri A dan Coppa Italia.

Dani Alves Alves Yang Sudah Berpengalaman Melawan Madrid Dan Ingin Membawa Juventus Juara

Ferguson Memberikan Masukan Kepada Mourinho Agar Memainkan Sepak Bola Yang Menghibur

Ferguson Memberikan Masukan Kepada Mourinho Agar Memainkan Sepak Bola Yang Menghibur

Tiket ke Liga Champions, trofi Community Shield, Piala Liga Inggris dan Liga Europa menjadi capaian MU di musim pertama bersama manajer Jose Mourinho. Sebuah capaian yang bisa dikatakan memuaskan, meski di Premier League mereka gagal bersaing dan cuma finis di posisi enam.

Tiga trofi yang didapat menunjukkan kalau musim debut Jose Mourinho di Manchester United cukup berhasil. Tapi Mourinho diingatkan akan kewajibannya menghasilkan sepakbola yang menghibur.

Sepekan setelah mempersembahkan trofi Liga Europa, Mourinho dapat ‘peringatan’ dari Sir Alex Ferguson soal bagaimana MU bermain musim depan. Menurut Fergie, Mourinho punya tanggung jawab untuk membuat permainan timnya menjadi menghibur.

“Saya pikir Anda (manajer) punya tugas dan tanggung jawab untuk menghibur. Kita harus selalu ingat itu bahwa ada orang (penonton) yang harus terhibur. Saat saya di United, kondisinya ‘yang penting menang’. Skor 4-3 oke, atau 5-4. Pertandingan terakhir saya adalah 5-5. Saya tidak bisa meminta hasil yang lebih baik lagi pada laga terakhir di United,” ucap Fergie di News Week.

Meski meraih tiga trofi, Mourinho tetap tak lepas dari kritik. Terlebih pada performa The Red Devils di kompetisi domestik, di mana mereka meraih 15 hasil imbang dari 38 pertandingan.

“Counter attack lebih banyak digunakan saat ini; kondisi lapangannya luar biasa; dan perlindungan terhadap pesepakbola lebih lazim. Jadi hal-hal seperti ini membuat Anda bisa mengharapkan tontonan yang lebih baik,” ucap Ferguson terkait persaingan sepakbola Eropa saat ini.

Ferguson Memberikan Masukan Kepada Mourinho Agar Memainkan Sepak Bola Yang Menghibur

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma

Donnarumma, 18 tahun, sedang mempertimbangkan masa depannya apakah akan bertahan atau pindah. Tawaran kontrak baru yang diajukan Rossoneri belum disepakati, sedangkan banyak tawaran yang menggiurkan datang dari klub lain.

Saga masa depan kiper menjanjikan AC Milan Gianluigi Donnarumma terus bergulir. Sang agen, Mino Raiola, kini mengatakan bahwa kliennya diminati banyak klub top.

Sikap Donnarumma membuat Milan kehilangan kesabaran. Pasalnya, Milan diburu waktu untuk segera mempersiapkan skuatnya untuk musim depan.

“Gigio adalah [Diego] Maradona-nya kiper,” cetus Raiola kepada Corriere dello Sport yang dilansir ESPN. “Dia hanya akan bisa lebih baik lagi dan kami perlu untuk membiarkan dia berkembang dengan tenang. Dia bukan budak, bukan pula robot.”

“Ada 11 klub top yang tertarik dengan dia — Manchester United, Manchester City, Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, Bayern Munich, Juventus, Napoli, Liverpool, Paris Saint-Germain and Everton.”

Kontrak Donnarumma akan habis pada musim panas tahun depan. Raiola juga tidak menutup kemungkinan Donnarumma akan bertahan.

“Saya tidak pernah bilang kepada [manajer umum Milan Marco] Fassone dan [direktur olahraga Massimiliano] Mirabelli bahwa kami akan teken sekarang atau tidak akan teken kontrak. Kalau saya ingin dia [Donnarumma] pergi ke klub lain, kami sudah melakukannya. Bukankah begitu?” sambung Raiola.

“Saya bisa memahami stres dan ekspektasi fans. Gigio adalah sebuah simbol klub, dan untuk para pemilik, akan ideal untuk mengakhiri negosiasi kontrak baru pada hari ini. Faktanya, kemarin. Tapi Fassone dan Mirabelli baru mengambil posisi mereka satu setengah bulan yang lalu.”

“Biarkan mereka bekerja dengan tenang. Saya menanggung semua tanggung jawab atas keputusan akhir yang kami buat. Kalau Anda tanya saya apakah ada peluang Doonarumma teken kontrak baru dengan Milan, maka jawabannya iya. Kalau Ada bertanya apakah ada peluang Donnarumma pergi, maka jawabannya juga iya,” simpul Raiola.

Banyak Klub Yang Mengincar Tanda Tangan ‘Donnarumma